Angin bertiup di kebun sang kekasih
Kidung Agung 4:16
Pujian bagi keindahan mempelai perempuan
“Bangunlah, hai angin utara, dan datanglah, hai angin selatan. Bertiuplah di kebunku supaya aroma rempah-rempahnya menyebar. Biarlah kekasihku datang ke kebunnya, dan makan buah-buah terbaiknya.”Kidung Agung 4:16 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“--Bangunlah, hai angin utara, dan marilah, hai angin selatan, bertiuplah dalam kebunku, supaya semerbaklah bau rempah-rempahnya! Semoga kekasihku datang ke kebunnya dan makan buah-buahnya yang lezat.”Kidung Agung 4:16 · TB
Terjemahan Baru
“Bangunlah, hai angin utara, datanglah, hai angin selatan! Bertiuplah di kebunku, biar harumnya semerbak. Semoga kekasihku datang ke kebunnya, dan makan buah-buahnya yang lezat.”Kidung Agung 4:16 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Awake, O north wind; and come, thou south; blow upon my garden, that the spices thereof may flow out. Let my beloved come into his garden, and eat his pleasant fruits.”Kidung Agung 4:16 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kidung Agung 4:16?
Ayat ini mengundang angin utara dan selatan untuk bertiup di kebun, agar aroma rempah-rempahnya menyebar. Sang mempelai perempuan mengundang kekasihnya untuk datang ke kebunnya dan menikmati buah-buahnya yang terbaik. Ini melambangkan keterbukaan, kerinduan untuk berbagi keindahan, dan undangan untuk menikmati keintiman yang telah disiapkan.
Latar belakang
Undangan untuk menikmati kebun
Dalam suasana romantis, sang mempelai laki-laki menyebut kekasihnya sebagai taman yang terkunci, dan kini ia mengundang angin utara dan selatan untuk bertiup agar aroma rempah-rempah menyebar. Ia kemudian mengundang kekasihnya untuk masuk ke kebunnya dan menikmati buah-buah terbaik—simbol keintiman.
Di mana
Kebun anggur di pegunungan
Di kebun, saat senja
Kapan
~950 SM
Masa pemerintahan Salomo
Yang berbicara
Mempelai laki-laki
Gembala muda, ~20-an, memuji kekasihnya
Kepada
Mempelai perempuan
Gadis cantik, kekasih si gembala
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ר֫וּחַ
ruach · angin
roh, angin, nafas
גַּן
gan · kebun
taman, kebun yang berpagar
פְּרִי
peri · buah-buah
buah, hasil, keturunan
Ketiga kata ini mengungkapkan keintiman yang hidup: 'ruach' (angin) membawa aroma taman ('gan') yang menghasilkan 'peri' (buah). Cinta yang subur melibatkan seluruh elemen ciptaan.
Tahukah kamu
Angin sebagai perantara
Dalam puisi kuno, angin sering dipakai sebagai perantara cinta. Di sini, angin utara dan selatan mewakili seluruh arah, menyiratkan bahwa keindahan kekasih harus tersebar ke mana-mana.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kidung Agung 4:16
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kidung Agung 4:16
✕ Sering dikira
Menganggap ayat ini hanya tentang cuaca
✓ Yang sebenarnya
Angin adalah metafora keintiman dan penyebaran keindahan
✕ Sering dikira
Membaca ayat ini sebagai ajakan seksual semata
✓ Yang sebenarnya
Ini simbolik: kebun menggambarkan cinta yang murni dan komitmen
Renungan
Renungan Singkat Kidung Agung 4:16
Jangan menyimpan keindahan dan kebaikan untuk dirimu sendiri. Undang orang lain untuk menikmati berkat yang telah kamu terima, dan bagikan cinta dengan murah hati.
Tuhan, berikan aku keberanian untuk membuka diri dan berbagi cinta serta kebaikan yang telah aku terima, agar orang lain boleh merasakan keindahan-Mu melalui diriku. Amin.