Musa dan Harun Berbicara kepada Firaun
Keluaran 6:27
Janji Pembebasan Besar
“Merekalah yang berbicara kepada Firaun, raja Mesir, untuk mengeluarkan keturunan Israel dari Mesir. Mereka adalah Musa dan Harun.”Keluaran 6:27 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“(6-26) Merekalah yang berbicara kepada Firaun, raja Mesir, supaya mereka membawa orang Israel keluar dari Mesir. Itulah Musa dan Harun.”Keluaran 6:27 · TB
Terjemahan Baru
“(6-26) Mereka berdua menghadap raja Mesir supaya ia membebaskan orang Israel.”Keluaran 6:27 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Kedua orang itulah yang berbicara kepada raja Mesir untuk membawa umat Israel keluar dari negeri Mesir.”Keluaran 6:27 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“These are they which spake to Pharaoh king of Egypt, to bring out the children of Israel from Egypt: these are that Moses and Aaron.”Keluaran 6:27 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Keluaran 6:27?
Ayat ini mengulangi bahwa Musa dan Harunlah yang berbicara kepada Firaun untuk meminta pembebasan orang Israel. Ini menegaskan bahwa Tuhan memilih dan memakai mereka sebagai alat-Nya untuk menyampaikan firman dan membebaskan umat-Nya.
Latar belakang
Kembali ke kisah yang sudah menunggu
Setelah jeda panjang berupa silsilah, narasi kembali ke poin yang penting: Musa dan Harun adalah orang yang berbicara kepada Firaun untuk membebaskan Israel. Kalimat penutup ini menegaskan bahwa dua nama yang baru disebutkan panjang lebar dalam silsilah itu bukan sekadar nama dalam daftar — mereka adalah aktor nyata dalam drama pembebasan terbesar dalam Alkitab.
Di mana
Mesir
Penutup silsilah · transisi kembali ke narasi utama
Kapan
~1446 SM
Peristiwa Keluaran
Yang berbicara
Narator (Musa)
Penulis Taurat, menutup silsilah dan kembali ke narasi utama
Kepada
Pembaca Taurat
Bangsa Israel yang mengikuti kisah keluaran
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
הַמְדַבְּרִים
hamedabberim · yang berbicara
Kata partisipel aktif 'yang berbicara/berkata-kata' — menegaskan bahwa berbicara kepada Firaun adalah peran aktif yang sedang dijalankan, bukan sesuatu yang sudah selesai
הוֹצִיא
hotsi' · mengeluarkan
Membawa keluar — kata kerja kausatif dari 'yatsa' (keluar), Allah-lah yang menggerakkan keluaran itu melalui Musa dan Harun
הוּא מֹשֶׁה וְאַהֲרֹן
hu Mosheh ve'Aharon · mereka adalah Musa dan Harun
Penekanan identifikasi yang tegas — 'merekalah, yaitu Musa dan Harun' — tidak ada keraguan tentang siapa yang dimaksud
'Hamedabberim' (yang berbicara) dan 'hotsi'' (membawa keluar) berdiri bersama sebagai dua aksi utama Musa dan Harun — berbicara adalah alat, membebaskan adalah tujuan.
Tahukah kamu
Teknik 'frame narasi' dalam sastra Ibrani kuno
Pola 'latar belakang silsilah → kembali ke narasi utama' adalah teknik sastra yang umum dalam Taurat. Pembaca kuno mengerti ritme ini. Silsilah bukan interupsi yang aneh — itu adalah 'sertifikat keaslian' yang membuat pembaca bisa mempercayai tokoh-tokoh yang baru saja berbuat sesuatu yang luar biasa.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Keluaran 6:27
Kisah Para Rasul 7:36
Musa membawa Israel keluar
“Dialah yang membawa mereka keluar setelah ia mengadakan mujizat dan tanda-tanda di tanah Mesir.”
Mazmur 77:20
Musa dan Harun sebagai penuntun bersama
“Engkau menuntun umat-Mu seperti kawanan domba dengan perantaraan Musa dan Harun.”
Matius 10:19-20
berbicara atas mandat ilahi
“Janganlah kamu kuatir tentang bagaimana atau apa yang harus kamu katakan... karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Keluaran 6:27
✕ Sering dikira
"Ayat ini hanya pengulangan yang tidak perlu"
✓ Yang sebenarnya
Ini adalah kalimat penutup silsilah yang sekaligus jembatan kembali ke narasi — teknik sastra kuno yang memastikan pembaca tidak kehilangan benang merah
✕ Sering dikira
"Musa dan Harun yang berbicara kepada Firaun berarti keberhasilan bergantung pada mereka"
✓ Yang sebenarnya
Kata 'hotsi'' (membawa keluar) menunjukkan Allah-lah subjek utama — Musa dan Harun adalah instrumen, bukan sumber kuasa
Renungan
Renungan Singkat Keluaran 6:27
Tuhan dapat memakai orang biasa untuk melakukan hal luar biasa. Kita tidak perlu merasa tidak layak; yang penting adalah ketaatan dan kesediaan untuk dipakai.
Ya Tuhan, jadikan kami alat-Mu untuk membawa kebebasan dan harapan bagi orang lain. Amin.