Musa menggembalakan domba di Horeb
Keluaran 3:1
Semak Belukar yang Terbakar
“Pada waktu itu, Musa sedang menggembalakan kawanan domba Yitro, ayah mertuanya, seorang imam dari Midian. Dia menggiring kawanan itu ke sebelah padang belantara dan tiba di gunung Allah, yaitu Horeb.”Keluaran 3:1 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Adapun Musa, ia biasa menggembalakan kambing domba Yitro, mertuanya, imam di Midian. Sekali, ketika ia menggiring kambing domba itu ke seberang padang gurun, sampailah ia ke gunung Allah, yakni gunung Horeb.”Keluaran 3:1 · TB
Terjemahan Baru
“Pada waktu itu Musa menggembalakan domba-domba dan kambing-kambing Yitro, mertuanya, imam di tanah Midian. Ketika ia sedang menggiring ternak itu ke seberang padang gurun, tibalah ia di Gunung Sinai, gunung yang suci.”Keluaran 3:1 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Pada suatu hari, Musa sedang menggembalakan domba dan kambing milik mertuanya, Yitro, yang juga dikenal dengan nama Rehuel, seorang imam di Midian. Musa menggiring kawanan ternak menyeberangi padang belantara dan sampai di gunung Sinai, yang juga disebut ‘gunung Allah’.”Keluaran 3:1 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Now Moses kept the flock of Jethro his father in law, the priest of Midian: and he led the flock to the backside of the desert, and came to the mountain of God, even to Horeb.”Keluaran 3:1 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Keluaran 3:1?
Ayat ini memperkenalkan Musa yang sedang menggembalakan domba mertuanya, Yitro, imam Midian, di daerah padang belantara. Ia sampai ke gunung Horeb, yang disebut gunung Allah, tempat ia akan bertemu dengan Tuhan dalam peristiwa selanjutnya.
Latar belakang
Musa di pengasingan
Selama 40 tahun Musa hidup sebagai gembala di Midian setelah lari dari Mesir. Dia menikahi Zipora dan bekerja untuk Yitro, mertuanya. Hari itu dia membawa kawanan domba ke bagian terpencil padang belantara, jauh dari peradaban.
Di mana
Gunung Horeb, Semenanjung Sinai
Padang belantara kering · siang yang panas dan sepi
Kapan
~1446 SM
Peristiwa Keluaran
Yang berbicara
Narator (Musa)
Penulis Taurat, mantan pangeran Mesir, ~1400 SM
Kepada
Pembaca Taurat
Bangsa Israel di padang gurun
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
רָעָה
ra'ah · menggembalakan
Kata kerja yang berarti merawat, memberi makan, dan memimpin kawanan — juga dipakai untuk gambaran pemimpin bangsa.
מִדְבָּר
midbar · padang belantara
Gurun atau padang terpencil tempat seseorang bisa benar-benar sendirian bersama Allah.
חֹרֵב
Horev · Horeb
Berarti 'kering' atau 'tandus' — ironis bahwa justru di tempat paling gersang Allah menampakkan diri.
Musa yang sedang ra'ah di midbar sampai ke Horeb — dari pekerjaan biasa di tempat tandus, tiba-tiba dia masuk ke pertemuan ilahi. Allah sering hadir di tengah rutinitas yang paling membosankan.
Tahukah kamu
Horeb dan Sinai — gunung yang sama?
Tradisi mencatat 'Horeb' dan 'Sinai' merujuk gunung yang sama — Horeb adalah nama yang dipakai kitab Ulangan, sedangkan Sinai dipakai Keluaran dan Imamat. Nama pastinya masih diperdebatkan oleh arkeolog hingga hari ini.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Keluaran 3:1
Keluaran 2:21
latar belakang Musa
“Musa bersedia untuk tinggal bersama orang itu, dan dia memberikan anaknya, Zipora, kepada Musa menjadi istrinya.”
Ulangan 4:10
gunung Horeb
“Kamu berdiri di depan TUHAN, Allahmu, di Horeb ketika TUHAN berfirman kepadaku, 'Kumpulkanlah bangsa itu kepadaku supaya Aku membuat mereka mendengar firman-firman-Ku'”
1 Raja-raja 19:8
Horeb tempat Allah
“Dia bangkit lalu makan dan minum, dan pergi dengan kekuatan dari makanan itu empat puluh hari empat puluh malam lamanya sampai ke gunung Allah, yakni gunung Horeb.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Keluaran 3:1
✕ Sering dikira
Musa sedang berwisata ke Horeb
✓ Yang sebenarnya
Musa sedang bekerja menggembalakan kawanan domba mertuanya — ini hari kerja biasa, bukan ziarah rohani.
✕ Sering dikira
Yitro adalah ayah kandung Musa
✓ Yang sebenarnya
Yitro adalah ayah mertua Musa — suami dari Zipora yang dinikahinya saat pengasingan di Midian.
Renungan
Renungan Singkat Keluaran 3:1
Tuhan sering menemui kita di tengah rutinitas biasa, seperti Musa yang sedang bekerja. Jangan remehkan pekerjaan sehari-hari; bisa jadi di situlah Tuhan mau berbicara dan memanggil kita.
Tuhan, bukalah mataku untuk melihat kehadiran-Mu dalam rutinitasku sehari-hari, dan siapkan hatiku untuk mendengar panggilan-Mu. Amin.