Keranjang papirus mengapung di antara alang-alang Nil
Keluaran 2:3
Kelahiran dan Masa Muda Musa
“Ketika dia tidak dapat menyembunyikannya lebih lama lagi, dia mengambil sebuah keranjang yang terbuat dari papirus dan melapisinya dengan ter cair, lalu memasukkan bayi itu ke dalamnya, dan dia meletakkannya di antara alang-alang di tepi sungai.”Keluaran 2:3 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Tetapi ia tidak dapat menyembunyikannya lebih lama lagi, sebab itu diambilnya sebuah peti pandan, dipakalnya dengan gala-gala dan ter, diletakkannya bayi itu di dalamnya dan ditaruhnya peti itu di tengah-tengah teberau di tepi sungai Nil;”Keluaran 2:3 · TB
Terjemahan Baru
“Tetapi bayi itu tak dapat disembunyikannya lama-lama. Maka ibu itu mengambil sebuah keranjang dari rumput gelagah, dan melapisinya dengan ter supaya jangan kemasukan air. Bayi itu diletakkannya di dalam keranjang itu, lalu dibawanya ke Sungai Nil dan ditaruh di tengah-tengah rumpun gelagah di tepi sungai itu.”Keluaran 2:3 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Ketika dia tidak bisa menyembunyikannya lebih lama lagi, perempuan itu pun mengambil sebuah keranjang, lalu melapisinya dengan ter dan getah tanaman supaya bisa terapung. Kemudian dia membaringkan anaknya di dalam keranjang itu dan menyembunyikannya di antara alang-alang air yang tinggi di tepi sungai Nil.”Keluaran 2:3 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And when she could not longer hide him, she took for him an ark of bulrushes, and daubed it with slime and with pitch, and put the child therein; and she laid it in the flags by the river’s brink.”Keluaran 2:3 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Keluaran 2:3?
Ketika tidak bisa lagi menyembunyikan bayinya, ibunya membuat keranjang dari papirus, melapisinya dengan ter, lalu meletakkan bayi itu di tepi sungai Nil di antara alang-alang, mempercayakannya kepada pemeliharaan Allah.
Latar belakang
Ibu yang melepaskan anaknya ke tangan Tuhan
Setelah tiga bulan tak bisa lagi menyembunyikan Musa, Yokhebed membuat 'ark' kecil dari papirus — bahan yang sama dipakai untuk perahu di Nil — dan melapisinya dengan ter agar kedap air. Ia menaruh bayinya di sungai yang sama di mana bayi-bayi lain dibuang untuk dibunuh. Ini adalah tindakan iman yang paradoks: menyerahkan anak ke bahaya yang sama sambil percaya Tuhan akan lindungi.
Di mana
Tepi Sungai Nil, Mesir
Di antara semak alang-alang di tepi Nil · pagi hari berkabut
Kapan
~1526 SM
Perbudakan di Mesir
Yang berbicara
Musa (penulis)
Nabi dan penulis Taurat, ~1400 SM
Kepada
Bangsa Israel
Generasi yang keluar dari Mesir
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
תֵּבָה
tevah · keranjang
Kata langka yang hanya muncul untuk bahtera Nuh dan keranjang Musa — menandai keduanya sebagai bejana penyelamatan yang ajaib.
גֹּמֶא
gome · papirus
Tanaman yang tumbuh di rawa Nil, dipakai orang Mesir dan Ibrani untuk membuat perahu ringan dan keranjang.
חֵמָר
hemar · ter cair
Campuran aspal dan resin yang dipakai sebagai perekat dan pelapis kedap air pada kapal dan keranjang.
Yokhebed tidak asal menaruh bayinya di sungai — ia membangun 'bahtera' kecil dengan bahan terbaik yang bisa ia temukan, membuktikan iman berjalan seiring tindakan nyata.
Tahukah kamu
Kata Ibrani untuk keranjang sama dengan bahtera Nuh
Kata Ibrani untuk 'keranjang' di sini adalah 'tevah' — kata yang sama dipakai untuk bahtera Nuh dalam Kejadian 6-9. Hanya di dua tempat inilah kata ini muncul dalam Alkitab, menghubungkan Musa dan Nuh sebagai dua orang yang diselamatkan dari air oleh Allah.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Keluaran 2:3
Kejadian 6:14
bahtera diselamatkan dari air
“Buatlah bagimu sebuah bahtera dari kayu gofir; bahtera itu harus kaubuat berpetak-petak dan harus kaututup dengan ter dari luar dan dari dalam.”
Yesaya 43:2
Allah menjaga di air
“Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau tidak akan dihanyutkan.”
Mazmur 46:2
perlindungan Allah
“Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Keluaran 2:3
✕ Sering dikira
Yokhebed membuang anaknya karena putus asa
✓ Yang sebenarnya
Ia membuat keranjang kedap air dan memilih lokasi strategis di alang-alang — ini perencanaan yang cermat, bukan pembuangan.
✕ Sering dikira
Keranjang papirus adalah benda biasa saja
✓ Yang sebenarnya
Penulis sengaja memakai kata 'tevah' yang menghubungkan kisah ini dengan bahtera Nuh, menandai Musa sebagai tokoh penyelamatan besar.
Renungan
Renungan Singkat Keluaran 2:3
Ada kalanya kita harus melepaskan hal yang kita kasihi kepada Tuhan, dengan iman bahwa Dia memegang kendali. Tindakan ibu Musa mengajarkan kita untuk percaya pada rencana-Nya, bahkan saat tampak mustahil.
Bapa, ajari kami untuk mempercayakan kekhawatiran kami kepada-Mu, dan berani melangkah dalam iman, Amin.