Pelukan mertua dan menantu di padang belantara
Keluaran 18:7
Yitro sang Mertua Bijaksana
“Musa pun keluar untuk menemui ayah mertuanya, kemudian dia bersujud dan menciumnya, mereka saling menanyakan keadaan mereka, lalu mereka masuk ke tenda.”Keluaran 18:7 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Lalu keluarlah Musa menyongsong mertuanya itu, sujudlah ia kepadanya dan menciumnya; mereka menanyakan keselamatan masing-masing, lalu masuk ke dalam kemah.”Keluaran 18:7 · TB
Terjemahan Baru
“maka keluarlah ia menyambut mereka. Ia sujud di depan Yitro dan menciumnya. Mereka saling menanyakan kesehatan masing-masing, lalu masuk ke dalam kemah Musa.”Keluaran 18:7 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Ketika Yitro tiba, Musa pergi keluar perkemahan untuk menemui mertuanya itu. Dia bersujud untuk menghormati Yitro, lalu memeluknya. Setelah menanyakan kabar masing-masing, mereka masuk ke kemah Musa.”Keluaran 18:7 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And Moses went out to meet his father in law, and did obeisance, and kissed him; and they asked each other of their welfare; and they came into the tent.”Keluaran 18:7 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Keluaran 18:7?
Musa keluar menemui ayah mertuanya Yitro, bersujud dan menciumnya sebagai tanda hormat. Mereka saling bertanya kabar dan masuk ke tenda, menunjukkan hubungan keluarga yang hangat dan saling menghargai, juga tradisi menyambut tamu dengan penuh kehormatan.
Latar belakang
Reuni yang penuh keakraban budaya
Musa keluar menemui Yitro, bersujud (salam hormat khas Timur Tengah), lalu menciumnya. Mereka saling menanyakan keadaan — dalam bahasa Ibrani ini adalah 'shalom', yang berarti lebih dari sekadar 'baik-baik saja.' Ini ritual salam yang panjang, hangat, dan bermakna sebelum akhirnya masuk ke tenda bersama.
Di mana
Perkemahan Israel, Sinai
Luar tenda · reuni penuh haru
Kapan
~1446 SM
Peristiwa Keluaran
Yang berbicara
Narator (Musa)
Nabi dan penulis Taurat, ~1400 SM
Kepada
Bangsa Israel
Umat yang baru keluar dari perbudakan Mesir
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
וַיִּשְׁתַּחוּ
vayyishtachu · bersujud
Membungkuk sampai ke tanah sebagai tanda hormat kepada seseorang yang dihormati — bukan berarti menyembah.
וַיִּשַּׁק
vayyishshaq · menciumnya
Mencium pipi atau dahi sebagai salam hangat khas budaya Timur Tengah kuno yang sangat umum di kalangan saudara dan kerabat.
וַיִּשְׁאֲלוּ
vayyish'alu · menanyakan keadaan
Dari sha'al (bertanya/mencari tahu) — saling menanyakan kabar dan keselamatan, bukan basa-basi semata.
Tiga kata kerja berturutan — sujud, cium, tanya kabar — menggambarkan reuni yang autentik dan hangat antara dua tokoh yang saling menghormati dan menyayangi.
Tahukah kamu
Bersujud kepada mertua adalah penghormatan, bukan ibadah
Sujud (hishtachavah) dalam konteks sosial Ibrani kuno adalah cara menghormati orang yang dihormati — sama seperti membungkuk dalam budaya Asia Timur. Ini berbeda dengan sujud ibadah kepada Allah.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Keluaran 18:7
Kejadian 33:4
reuni dengan ciuman
“Esau berlari menyongsong Yakub, lalu dipeluknya dan diciumnya...”
Lukas 15:20
reuni penuh kasih
“Ayahnya melihat dia, lalu tergerak hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari, merangkul, dan mencium anaknya itu.”
Roma 16:16
ciuman sebagai salam
“Saling memberi salam dengan ciuman yang kudus.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Keluaran 18:7
✕ Sering dikira
Musa menyembah Yitro dengan bersujud
✓ Yang sebenarnya
Sujud di sini adalah salam hormat budaya, bukan ibadah — konteksnya jelas sebagai penyambutan kerabat.
✕ Sering dikira
Ini pertemuan yang kaku dan formal
✓ Yang sebenarnya
Ciuman dan saling tanya kabar menggambarkan hubungan yang hangat dan personal.
Renungan
Renungan Singkat Keluaran 18:7
Saat kita bertemu orang yang kita kasihi, luangkan waktu untuk benar-benar menyapa dan bertanya kabar mereka dengan tulus. Sikap hormat dan kehangatan seperti Musa bisa mempererat hubungan dan menjadi berkat.
Tuhan, ajari aku untuk selalu menghormati dan menyambut orang-orang terdekatku dengan kasih dan kerendahan hati seperti Musa menyambut Yitro. Amin.