Yitro pamit dan pulang ke negerinya
Keluaran 18:27
Yitro sang Mertua Bijaksana
“Tidak lama kemudian, Musa melepas ayah mertuanya pergi dan Yitro pun pulang ke negerinya sendiri.”Keluaran 18:27 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Kemudian Musa membiarkan mertuanya itu pergi dan ia pulang ke negerinya.”Keluaran 18:27 · TB
Terjemahan Baru
“Kemudian Musa melepas Yitro pergi dan pulanglah Yitro ke negerinya.”Keluaran 18:27 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Sesudah itu, mertua Musa pamit pulang ke negerinya, dan Musa melepasnya pergi.”Keluaran 18:27 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And Moses let his father in law depart; and he went his way into his own land.”Keluaran 18:27 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Keluaran 18:27?
Setelah membantu Musa mengatur sistem kepemimpinan, Yitro diizinkan pergi dan pulang ke negerinya. Ayat ini menutup kisah kunjungan Yitro dengan damai: ia datang memberikan nasihat yang berharga, lalu kembali ke rumahnya. Ini menunjukkan bahwa nasihat yang baik tidak selalu berarti orang itu harus tinggal, melainkan bisa memberi dampak lalu pergi dengan tenang.
Latar belakang
Misi selesai, mertua pamit dengan damai
Setelah misinya selesai — keluarga diantar pulang, nasihat diberikan, sistem baru berjalan — Yitro pamit. Musa melepasnya dengan damai dan Yitro pulang ke negerinya sendiri, Midian. Tidak ada drama, tidak ada permintaan pamit-pamitan panjang. Ini perpisahan yang matang dan bersih dari seseorang yang tahu kapan harus pergi.
Di mana
Perkemahan Israel, Sinai → Midian
Batas perkemahan Israel · perpisahan yang damai
Kapan
~1446 SM
Peristiwa Keluaran
Yang berbicara
Narator (Musa)
Nabi dan penulis Taurat, ~1400 SM
Kepada
Bangsa Israel
Umat yang diwarisi sistem kepemimpinan yang lebih baik
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
וַיְשַׁלַּח
vayeshalach · melepas
Dari shalach (melepaskan, mengutus) — kata yang sama dengan 'memulangkan' di ayat 2. Perjalanan Yitro dimulai dan diakhiri dengan kata yang sama.
וַיֵּלֶךְ
vayelekh · pulang
Dan ia pergi — kata kerja sederhana yang menutup kunjungan Yitro dengan rapi. Ia datang dengan tujuan dan pergi setelah tujuan terpenuhi.
אַרְצוֹ
artzo · negerinya sendiri
Tanahnya sendiri — pengingat bahwa Yitro adalah orang dari luar Israel yang datang sebagai tamu luar biasa dan pergi kembali ke tempatnya.
Vayeshalach (melepas) + vayelekh (pergi) + artzo (ke tanahnya) — tiga kata yang menutup episode Yitro dengan elegan. Ia datang sebagai kerabat, pergi sebagai guru yang telah mengubah wajah kepemimpinan Israel.
Tahukah kamu
Apakah Yitro pernah kembali lagi?
Bilangan 10:29-32 mencatat Musa mengundang Hobab (yang dianggap banyak pakar sebagai putra atau menantu Yitro, bahkan ada yang identifikasikan sebagai Yitro sendiri) untuk ikut bersama Israel ke tanah perjanjian. Hobab awalnya menolak, tapi tradisi menyebut keturunannya (orang Keni) akhirnya tinggal bersama Israel (Hak. 1:16).
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Keluaran 18:27
Bilangan 10:29-31
undangan untuk Yitro/Hobab
“Musa berkata kepada Hobab bin Rehuel, mertua Musa, 'Kami berangkat ke tempat yang dijanjikan TUHAN... ikutlah dengan kami...'”
Hakim 1:16
keturunan Yitro ikut Israel
“Keturunan Hobab, mertua Musa, orang Keni itu, ikut dengan orang Yehuda...”
Amsal 27:17
persahabatan yang saling menajamkan
“Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Keluaran 18:27
✕ Sering dikira
Yitro pergi karena tidak dihargai atau ditolak
✓ Yang sebenarnya
Musa melepasnya dengan hormat (vayeshalach) — ini perpisahan yang damai dan saling menghormati.
✕ Sering dikira
Yitro tidak pernah berhubungan dengan Israel lagi
✓ Yang sebenarnya
Bilangan 10 mencatat Musa mengundang kerabat Yitro untuk ikut, dan keturunan mereka (orang Keni) memang tinggal bersama Israel.
Renungan
Renungan Singkat Keluaran 18:27
Terkadang kita diminta menjadi penasihat, dan setelah memberi masukan, kita perlu melepaskan dan membiarkan orang lain menjalankan. Melepas bukan berarti tidak peduli, melainkan percaya bahwa mereka sudah dibekali. Sebaliknya, saat menerima nasihat, kita bisa mengucapkan terima kasih dan melanjutkan hidup dengan perubahan yang baik.
Tuhan, mampukan aku untuk memberi dan menerima nasihat dengan rendah hati, serta melepaskan dengan damai saat waktunya tiba. Amin.