Allah merencanakan kehancuran pasukan Mesir
Keluaran 14:17
Penyeberangan Laut Teberau
“Lihatlah, Aku akan mengeraskan hati orang Mesir sehingga mereka akan mengejar keturunan Israel, dan Aku akan dipermuliakan atas Firaun, dan atas seluruh pasukannya, dan atas kereta-keretanya, dan atas pasukan berkudanya.”Keluaran 14:17 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Tetapi sungguh Aku akan mengeraskan hati orang Mesir, sehingga mereka menyusul orang Israel, dan terhadap Firaun dan seluruh pasukannya, keretanya dan orangnya yang berkuda, Aku akan menyatakan kemuliaan-Ku.”Keluaran 14:17 · TB
Terjemahan Baru
“Orang Mesir akan Kujadikan keras kepala sehingga mereka terus mengejar orang Israel, dan Aku akan menunjukkan kekuasaan-Ku atas raja Mesir, pasukannya, kereta-kereta serta para pengendaranya.”Keluaran 14:17 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Aku akan mengeraskan hati orang Mesir sehingga mereka mengejar umat Israel ke tengah laut, dan Aku akan dimuliakan ketika Aku mengalahkan raja Mesir beserta seluruh pasukannya, termasuk pasukan berkuda, kereta, dan pengendaranya.”Keluaran 14:17 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And I, behold, I will harden the hearts of the Egyptians, and they shall follow them: and I will get me honour upon Pharaoh, and upon all his host, upon his chariots, and upon his horsemen.”Keluaran 14:17 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Keluaran 14:17?
Tuhan akan mengeraskan hati orang Mesir sehingga mereka mengejar Israel, dan melalui hal ini Tuhan akan mendapat kemuliaan atas Firaun dan pasukannya. Ini menunjukkan bahwa bahkan perlawanan musuh dapat dipakai untuk menunjukkan kuasa Tuhan.
Latar belakang
Allah mengumumkan rencana akhir: kemuliaan
Allah menjelaskan mengapa Mesir akan mengejar Israel ke dalam laut: karena hati mereka akan dikeraskan. Tapi tujuan akhirnya bukan kehancuran Mesir — tujuannya adalah kemuliaan Allah. 'Aku akan dipermuliakan' muncul dua kali dalam pasal ini (ay. 4 dan 17). Keselamatan Israel adalah alat bagi kemuliaan Allah, bukan sebaliknya.
Di mana
Pi-Hahirot, tepi Laut Teberau
Tepi pantai · malam hari mulai turun
Kapan
~1446 SM
Peristiwa Keluaran
Yang berbicara
Allah (TUHAN)
Allah Israel, berbicara langsung kepada Musa
Kepada
Musa
Pemimpin dan nabi Israel, ~1400 SM
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
אִכָּבְדָה
ikkavdah · dipermuliakan
Aku akan menjadi mulia/berat; bentuk reflexif dari kavad — Allah menyatakan diri-Nya dalam peristiwa ini
מְחַזֵּק
mechazzeq · mengeraskan
Menguatkan/mengeraskan; participle aktif menunjukkan proses yang terus berlangsung
פָרָשָׁיו
farashav · pasukan berkuda
Kavaleri Firaun; kekuatan militer terbaik yang akan menjadi korban kemuliaan Allah
Allah 'mengeraskan' hati pasukan Mesir agar mereka masuk ke laut, dan dari situ Allah akan 'dipermuliakan' — kemuliaan-Nya lahir justru dari konfrontasi dengan kekuatan manusia yang paling hebat.
Tahukah kamu
Pengerasan hati: kali ketujuh
Pengerasan hati Firaun dan orang Mesir disebutkan di sini kembali — ini adalah salah satu penekanan terakhir sebelum peristiwa akhir. Allah mengeraskan hati mereka bukan dengan memaksa, tapi dengan membiarkan keangkuhan mereka mencapai kesimpulan logisnya: mengejar Israel ke dalam laut yang terbuka.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Keluaran 14:17
Yehezkiel 28:22
Allah dipermuliakan dalam penghakiman
“...Aku akan menyatakan diri-Ku sebagai Yang Mahakudus...”
Keluaran 14:4
tema kemuliaan berulang
“...dan Aku akan dimuliakan atas Firaun...”
Roma 9:22-23
kedaulatan Allah dalam penghakiman
“...supaya Ia dapat menunjukkan murka-Nya dan menyatakan kuasa-Nya...”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Keluaran 14:17
✕ Sering dikira
Allah hanya ingin menghukum Mesir karena benci mereka
✓ Yang sebenarnya
Tujuan utama Allah adalah kemuliaan-Nya, bukan sekadar penghukuman — Mesir akan tahu 'bahwa Akulah TUHAN'
✕ Sering dikira
Allah mengeraskan hati orang Mesir tanpa ada pilihan bagi mereka
✓ Yang sebenarnya
Orang Mesir juga punya pilihan untuk berhenti mengejar Israel; pengerasan hati mengkonfirmasi karakter yang sudah mereka pilih
Renungan
Renungan Singkat Keluaran 14:17
Terkadang kita heran mengapa masalah terus datang, padahal kita sudah berusaha. Ayat ini mengingatkan bahwa Tuhan dapat memakai situasi sulit untuk memuliakan nama-Nya dan menguatkan iman kita. Yakinlah bahwa Tuhan berdaulat atas segalanya.
Tuhan, dalam setiap pergumulan, tolong aku melihat rencana-Mu dan percaya bahwa Engkau akan dimuliakan melalui hidupku. Amin.