Firaun menolak, TUHAN membunuh anak sulung Mesir
Keluaran 13:15
Anak Sulung dan Jalan Pulang
“dan terjadilah, ketika Firaun bersikeras menolak kami pergi, TUHAN membunuh semua anak sulung di tanah Mesir, baik anak sulung manusia maupun anak sulung binatang. Oleh sebab itu, aku mengurbankan kepada TUHAN semua yang membuka rahim, yang jantan, tetapi semua anak sulung laki-lakiku, aku tebus.”Keluaran 13:15 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Sebab ketika Firaun dengan tegar menolak untuk membiarkan kita pergi, maka TUHAN membunuh semua anak sulung di tanah Mesir, dari anak sulung manusia sampai anak sulung hewan. Itulah sebabnya maka aku biasa mempersembahkan kepada TUHAN segala binatang jantan yang lahir terdahulu dari kandungan, sedang semua anak sulung di antara anak-anakku lelaki kutebus.”Keluaran 13:15 · TB
Terjemahan Baru
“Ketika raja Mesir berkeras kepala dan tidak mau melepaskan kita pergi, TUHAN membunuh setiap anak laki-laki yang sulung di Mesir, baik anak manusia maupun anak hewan. Itulah sebabnya kita mengurbankan kepada TUHAN setiap ternak jantan yang pertama lahir, tetapi kita tebus anak-anak kita yang sulung.'”Keluaran 13:15 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Ketika raja Mesir dengan keras kepala menolak untuk membiarkan kami pergi, TUHAN membunuh setiap anak sulung yang laki-laki di Mesir, baik manusia maupun binatang. Itulah sebabnya kita mempersembahkan kepada TUHAN setiap ternak jantan yang sulung dan menebus setiap anak laki-laki kita yang sulung.’”Keluaran 13:15 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And it came to pass, when Pharaoh would hardly let us go, that the LORD slew all the firstborn in the land of Egypt, both the firstborn of man, and the firstborn of beast: therefore I sacrifice to the LORD all that openeth the matrix, being males; but all the firstborn of my children I redeem.”Keluaran 13:15 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Keluaran 13:15?
Ayat ini mengulang peristiwa ketika Firaun menolak melepaskan Israel, maka Tuhan membunuh semua anak sulung di Mesir. Karena itu, orang Israel mengurbankan anak sulung binatang dan menebus anak sulung manusia, sebagai tanda pengakuan bahwa hidup mereka milik Tuhan.
Latar belakang
Penolakan Firaun menjadi alasan ketetapan anak sulung
Ini adalah jawaban orang tua kepada anak yang bertanya 'apa artinya ini?'. Anak sulung Israel hidup karena anak sulung Mesir mati. Firaun yang keras kepala menjadi instrumen yang membuat tulah terakhir tak terelakkan — dan pengorbanan anak sulung Israel kepada Allah adalah respons syukur atas kehidupan yang diselamatkan malam itu.
Di mana
Tanah Mesir (kisah historis)
Malam tulah pertama · kesedihan dan kematian di Mesir
Kapan
~1446 SM
Peristiwa Keluaran
Yang berbicara
Musa
Nabi dan pemimpin Israel, ~1400 SM
Kepada
Generasi mendatang Israel
Anak-anak Israel yang akan bertanya tentang adat ini
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
הִחֱזִיק
hicheziaq · bersikeras menolak
Mengeraskan diri, bertahan dengan kuat — menggambarkan Firaun sebagai seseorang yang secara aktif memilih untuk menolak, bukan hanya dibuat keras hati secara pasif.
יַהֲרֹג
yaharog · membunuh
Kata yang kuat untuk pembunuhan — berbeda dari 'mot' (kematian alami). Ini menekankan bahwa tulah pertama adalah tindakan Allah yang aktif dan disengaja, bukan kecelakaan.
זֹבֵחַ
zoveach · mengurbankan
Kata untuk persembahan kurban penyembelihan — berbeda dari 'olah' (kurban bakar). Ini menunjukkan bahwa anak sulung hewan dipersembahkan dengan cara yang spesifik.
Kisah ini mengungkap paradoks teologis: penolakan keras Firaun ('hicheziaq') menjadi latar dari tindakan Allah yang membunuh ('yaharog') anak sulung Mesir. Akibatnya, Israel mengurbankan ('zoveach') anak sulung mereka bukan karena Allah membutuhkan kurban, tapi sebagai respons syukur atas kehidupan yang diselamatkan.
Tahukah kamu
Kata 'bersikeras' — firaun yang memilih kekerasan hatinya sendiri
Kata Ibrani yang diterjemahkan 'bersikeras menolak' adalah 'hichaziq' (memperkuat/mengeraskan). Menariknya, dalam beberapa ayat sebelumnya Allahlah yang mengeraskan hati Firaun, tapi di sini Firaun sendirilah yang aktif mengeraskan hatinya. Kedua hal ini benar secara teologis dan mencerminkan kerumitan hubungan antara kehendak bebas manusia dan kedaulatan Allah.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Keluaran 13:15
Keluaran 4:23
tulah anak sulung diperingatkan
“Aku berfirman kepadamu: Biarkanlah anak-Ku itu pergi supaya ia beribadah kepada-Ku, tetapi engkau menolak membiarkannya pergi. Sebab itu Aku akan membunuh anakmu, anak sulungmu.”
Mazmur 105:36
tulah anak sulung Mesir
“Ia memukul semua anak sulung di negeri mereka, hulu kekuatan mereka.”
Wahyu 6:10
doa minta keadilan Allah
“dan dengan suara nyaring mereka berseru: "Berapa lamakah lagi, ya Penguasa yang kudus dan benar, Engkau tidak menghakimi dan tidak membalaskan darah kami kepada mereka yang diam di bumi?"”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Keluaran 13:15
✕ Sering dikira
"Allah yang sepenuhnya memaksa Firaun bersikap keras"
✓ Yang sebenarnya
Ayat ini justru menunjukkan Firaun sebagai subjek aktif yang 'bersikeras' — ada unsur kehendak bebas Firaun. Kekerasan hatinya adalah pilihannya sendiri, meski Allah menggunakannya untuk tujuan yang lebih besar.
✕ Sering dikira
"Semua anak sulung Israel juga harus dikorbankan/dibunuh"
✓ Yang sebenarnya
Tidak — anak sulung Israel ditebus, bukan dibunuh. Hanya anak sulung hewan yang dipersembahkan; anak sulung manusia selalu ditebus dengan pembayaran (lih. ayat 13).
Renungan
Renungan Singkat Keluaran 13:15
Pengorbanan dan penebusan mengajarkan kita tentang harga yang harus dibayar untuk kebebasan. Dalam hidup, kita dipanggil untuk mengingat pengorbanan Kristus yang menebus kita dan hidup dengan penuh syukur.
Tuhan, mampukan aku untuk menghargai pengorbanan-Mu dengan hidup setia dan bersyukur. Amin.