Musa pergi dari hadapan Firaun dengan marah menyala
Keluaran 11:8
Tulah Terakhir: Kematian Anak Sulung
“Semua hambamu akan bersujud kepadaku dan membungkukkan diri mereka kepadaku sambil berkata: Keluarlah kamu dan seluruh umat yang mengikutimu! Setelah itu, aku baru akan pergi.’” Kemudian, dia pergi dari Firaun dalam kemarahan yang menyala-nyala.”Keluaran 11:8 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Dan semua pegawaimu ini akan datang kepadaku dan sujud kepadaku serta berkata: Keluarlah, engkau dan seluruh rakyat yang mengikut engkau; sesudah itu aku akan keluar." Lalu Musa meninggalkan Firaun dengan marah yang bernyala-nyala.”Keluaran 11:8 · TB
Terjemahan Baru
“Akhirnya Musa berkata, "Semua pejabat Tuanku akan datang dan sujud di depan saya dan minta supaya saya dan bangsa saya meninggalkan negeri ini. Sesudah itu saya akan pergi." Lalu dengan marah sekali Musa meninggalkan raja.”Keluaran 11:8 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Semua pejabatmu akan datang bersujud di hadapan saya untuk memohon, ‘Tolong pergilah bersama seluruh umat Israel.’ Sesudah itu kami akan pergi.” Lalu dengan sangat marah Musa meninggalkan raja.”Keluaran 11:8 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And all these thy servants shall come down unto me, and bow down themselves unto me, saying, Get thee out, and all the people that follow thee: and after that I will go out. And he went out from Pharaoh in a great anger.”Keluaran 11:8 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Keluaran 11:8?
Musa menyampaikan bahwa semua pegawai Firaun akan datang sujud kepadanya dan memohon agar orang Israel keluar. Ini menunjukkan bahwa Tuhan akan membalikkan keadaan: dari budak menjadi bangsa yang dihormati. Musa pergi dengan marah karena Firaun tetap tegar hati.
Latar belakang
Ultimatum terakhir dan pintu yang ditutup
Musa menyampaikan pesan terakhir: setelah tulah ini, hamba-hamba Firaun sendiri akan memohon-mohon agar Israel pergi. Lalu Musa pergi dari hadapan Firaun dengan kemarahan yang menyala — ini adalah putusnya dialog terakhir antara Musa dan Firaun sebelum tulah kesepuluh tiba.
Di mana
Mesir (istana Firaun)
Di istana Firaun · konfrontasi terakhir Musa dan Firaun
Kapan
~1446 SM
Peristiwa Keluaran
Yang berbicara
Musa
Nabi dan pemimpin Israel, berbicara kepada Firaun untuk terakhir kali
Kepada
Firaun Mesir
Raja Mesir yang keras kepala menghadapi tulah terakhir
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
הִשְׁתַּחֲווּ
hishtachavu · bersujud
Sujud menyembah atau berlutut — tanda penghormatan total; Musa bernubuat bahwa para pejabat Firaun akan sujud memohon kepada seorang budak yang mereka hina.
אַף
'aph · kemarahan
Secara harfiah berarti hidung — dalam bahasa Ibrani, kemarahan digambarkan sebagai "lubang hidung yang membara"; kemarahan yang intens dan nyata.
חֹרִי
chori · menyala-nyala
Membara, berkobar — intensitas emosi yang tinggi; "chori aph" = kemarahan yang membara, ungkapan kemarahan paling kuat dalam bahasa Ibrani.
"Chori aph" (kemarahan yang membara) menunjukkan Musa bukan robot tanpa emosi — dia manusia yang frustrasi melihat keangkuhan Firaun yang terus menolak. Paradoksnya, pejabat-pejabat yang kini berdiri sombong nanti akan "hishtachavu" (sujud) memohon kepada Musa.
Tahukah kamu
Kemarahan Musa yang tercatat
Alkitab jarang mencatat emosi manusiawi Musa secara eksplisit. Kemarahan yang "menyala-nyala" ini adalah salah satu dari sedikit momen di mana perasaan Musa dituliskan. Ini bukan kemarahan egois — ini kemarahan nabi yang melihat kekerasan hati yang sia-sia terhadap kebenaran yang sudah jelas.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Keluaran 11:8
Keluaran 12:31-32
hamba Firaun memang memohon
“Pada malam itu Firaun memanggil Musa dan Harun dan berkata: "Bangunlah, keluarlah dari tengah-tengah umatku, baik kamu maupun orang Israel!"”
Bilangan 12:3
karakter Musa yang kelembutan
“Adapun Musa ialah seorang yang sangat lembut hatinya, lebih dari semua manusia yang ada di muka bumi.”
Efesus 4:26
kemarahan bukan dosa
“Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Keluaran 11:8
✕ Sering dikira
"Musa marah dan berbuat dosa"
✓ Yang sebenarnya
Teks tidak mengatakan Musa berdosa di sini — kemarahannya adalah respons emosi yang wajar terhadap kekerasan hati Firaun yang membawa kehancuran bagi bangsanya sendiri.
✕ Sering dikira
"Hamba Firaun yang dimaksud adalah pejabat rendah"
✓ Yang sebenarnya
"Semua hambamu" mencakup seluruh lapisan pejabat istana — artinya orang-orang paling berpengaruh di Mesir yang tadinya meremehkan Musa akan berbalik memohon-mohon.
Renungan
Renungan Singkat Keluaran 11:8
Tuhan sanggup mengubah posisi kita dari yang direndahkan menjadi dihormati. Kita tidak perlu membalas kejahatan dengan amarah, karena Tuhan sendiri yang akan membela kita pada waktu-Nya.
Tuhan, beri kami kesabaran ketika menghadapi penolakan, dan percaya bahwa Engkau akan membela kami. Amin.