Para Hamba Memohon Firaun
Keluaran 10:7
Belalang dan Kegelapan
“Hamba-hamba Firaun berkata kepadanya, “Berapa lama orang ini akan menjadi jerat bagi kita? Biarkanlah orang-orang itu pergi supaya mereka dapat melayani TUHAN, Allah mereka. Apakah engkau belum menyadari bahwa Mesir telah binasa?””Keluaran 10:7 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Sesudah itu berkatalah para pegawai Firaun kepadanya: "Berapa lama lagi orang ini akan menjadi jerat kepada kita? Biarkanlah orang-orang itu pergi supaya mereka beribadah kepada TUHAN, Allah mereka. Belumkah tuanku insaf, bahwa Mesir pasti akan binasa?"”Keluaran 10:7 · TB
Terjemahan Baru
“Berkatalah para pejabat kepada raja, "Sampai kapan orang itu harus menyusahkan kita? Biarkanlah semua orang Israel itu pergi untuk beribadat kepada TUHAN, Allah mereka. Lihatlah negeri kita ini sudah hancur!"”Keluaran 10:7 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Para pejabat raja berkata kepadanya, “Baginda, sampai kapankah orang ini akan terus menyusahkan kita? Biarkanlah rakyat itu pergi agar mereka dapat menyembah dewa mereka. Sadarilah, Mesir sudah hancur!””Keluaran 10:7 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And Pharaoh’s servants said unto him, How long shall this man be a snare unto us? let the men go, that they may serve the LORD their God: knowest thou not yet that Egypt is destroyed?”Keluaran 10:7 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Keluaran 10:7?
Para pejabat dan hamba Firaun menyadari bahwa sikap Firaun yang menolak melepaskan orang Israel telah membawa kehancuran bagi Mesir. Mereka mendesak Firaun untuk melepaskan orang Israel agar bisa beribadah kepada TUHAN, karena Mesir sudah binasa akibat tulah belalang yang akan datang.
Latar belakang
Para pejabat Mesir sudah patah
Para hamba Firaun akhirnya angkat bicara. Mereka yang tadinya mendukung penolakan kini memohon agar Israel dilepaskan. Pertanyaan mereka — 'Apakah engkau belum menyadari bahwa Mesir telah binasa?' — adalah akui kekalahan dari dalam istana sendiri. Ini momen di mana Firaun benar-benar sendirian dalam keras kepalanya.
Di mana
Istana Firaun, Mesir
Ruang dewan kerajaan · suasana panik
Kapan
~1446 SM
Tulah-tulah Mesir
Yang berbicara
Hamba-hamba Firaun
Para pejabat dan penasehat kerajaan Mesir
Kepada
Firaun
Raja Mesir yang berkeras kepala
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
אָבְדָה
avdah · binasa
Sudah hancur, musnah — bentuk kata kerja yang menunjukkan kondisi sudah terjadi, bukan ancaman masa depan.
מוֹקֵשׁ
mokesh · jerat
Perangkap atau jerat — para hamba menyebut Musa sebagai jerat yang menjebak Mesir.
הֲטֶרֶם תֵּדַע
hatarem teda · belum menyadari
Apakah kamu belum tahu? — pertanyaan retoris yang mengandung frustrasi dan kengerian.
Para hamba memakai kata 'sudah binasa' (bukan 'akan binasa') — mereka melihat kerusakan yang sudah nyata di depan mata dan memohon penguasa mereka untuk realistis.
Tahukah kamu
Para penasihat Firaun pecah suara
Dalam hierarki Mesir, para 'eved' (hamba/pejabat) Firaun adalah kalangan elite yang biasanya mendukung kebijakan raja. Ketika mereka memprotes secara terbuka, itu adalah sinyal krisis politik internal yang serius.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Keluaran 10:7
Keluaran 1:10
strategi Mesir terhadap Israel
“Mari kita bertindak cerdik terhadap mereka. Jangan sampai mereka berlipat ganda...”
Amsal 11:14
nasihat pejabat
“Jikalau tidak ada pimpinan, jatuhlah bangsa, tetapi jikalau penasihat banyak, keselamatan ada.”
Keluaran 8:19
orang Mesir akui kuasa Allah
“Para ahli sihir itu berkata kepada Firaun, 'Ini adalah jari Allah!'”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Keluaran 10:7
✕ Sering dikira
Para hamba setia mendukung Firaun
✓ Yang sebenarnya
Di sini para hamba justru menentang keputusan Firaun dan memohon ia mengalah demi keselamatan Mesir.
✕ Sering dikira
Mesir baru akan binasa
✓ Yang sebenarnya
Kata Ibrani menunjukkan kondisi yang sudah berjalan — Mesir sudah dalam proses kehancuran dari tulah-tulah sebelumnya.
Renungan
Renungan Singkat Keluaran 10:7
Terkadang orang di sekitar kita lebih jernih melihat kesalahan kita daripada diri kita sendiri. Dengarkanlah nasihat dari orang-orang yang peduli, karena bisa jadi itu adalah suara Tuhan untuk menyelamatkan kita dari kehancuran.
Tuhan, berikanlah aku kerendahan hati untuk mendengarkan teguran dan nasihat dari orang lain, agar aku tidak terus berjalan menuju kebinasaan. Amin.