Berapa Lama Kamu Akan Menolak?
Keluaran 10:3
Belalang dan Kegelapan
“Kemudian, Musa dan Harun menghadap Firaun dan berkata kepadanya, “Inilah firman TUHAN, Allah orang Ibrani, ‘Berapa lama lagi kamu akan menolak untuk merendahkan dirimu di hadapan-Ku? Biarkan umat-Ku pergi supaya mereka dapat melayani Aku!”Keluaran 10:3 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Lalu Musa dan Harun pergi menghadap Firaun dan berkata kepadanya: "Beginilah firman TUHAN, Allah orang Ibrani: Berapa lama lagi engkau menolak untuk merendahkan dirimu di hadapan-Ku? Biarkanlah umat-Ku pergi supaya mereka beribadah kepada-Ku.”Keluaran 10:3 · TB
Terjemahan Baru
“Lalu Musa dan Harun pergi menghadap raja dan berkata kepadanya, "TUHAN, Allah bangsa Ibrani, berkata, 'Sampai kapan engkau tak mau tunduk kepada-Ku? Biarkanlah umat-Ku pergi, supaya mereka dapat beribadat kepada-Ku.”Keluaran 10:3 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Maka Musa dan Harun pergi menghadap raja dan berkata kepadanya, “TUHAN, Allah umat Israel, berkata, ‘Sampai kapankah engkau akan menolak tunduk kepada-Ku? Biarkanlah umat-Ku pergi untuk menyembah-Ku.”Keluaran 10:3 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And Moses and Aaron came in unto Pharaoh, and said unto him, Thus saith the LORD God of the Hebrews, How long wilt thou refuse to humble thyself before me? let my people go, that they may serve me.”Keluaran 10:3 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Keluaran 10:3?
Musa dan Harun menyampaikan firman Tuhan kepada Firaun: berapa lama lagi dia menolak merendahkan diri di hadapan Tuhan? Tuhan meminta agar umat-Nya dibiarkan pergi untuk melayani Dia. Ini menunjukkan pentingnya kerendahan hati dan ketaatan kepada Tuhan.
Latar belakang
Musa kembali menghadap Firaun
Setelah tulah es mereda, Musa dan Harun kembali ke istana dengan ultimatum baru. Pertanyaan 'Berapa lama lagi kamu akan menolak?' bukan pertanyaan basa-basi — ini adalah teguran langsung bahwa Firaun sudah berkali-kali diberi kesempatan dan berkali-kali memilih keras kepala.
Di mana
Istana Firaun, Mesir
Ruang audiensi kerajaan · pagi hari
Kapan
~1446 SM
Tulah-tulah Mesir
Yang berbicara
Musa dan Harun
Nabi dan jubir Allah di hadapan Firaun
Kepada
Firaun
Raja Mesir, penguasa terkuat di dunia saat itu
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
הִכָּנַע
hikkanea · merendahkan
Merendahkan diri, tunduk, menyerah kepada otoritas yang lebih tinggi.
וְיַעַבְדֻנִי
veyaavduni · melayani
Beribadah atau melayani — kata ini mencakup baik kerja maupun ibadah religius.
מֵאַנְתָּ
me'anta · menolak
Menolak dengan keras kepala, terus-menerus menampik meski sudah diberi peringatan.
Firaun 'menolak merendahkan' dirinya agar umat bisa 'melayani' TUHAN — dua postur yang bertolak belakang dan tidak bisa ada bersama sekaligus.
Tahukah kamu
Kata 'merendahkan diri' dalam konteks kerajaan
Kata Ibrani 'anah' (merendahkan) adalah kata yang sama dipakai untuk puasa dan penyesalan. Bagi seorang Firaun yang dianggap dewa, 'merendahkan diri' adalah tindakan yang paling mustahil secara budaya.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Keluaran 10:3
Yakobus 4:10
kerendahan hati
“Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan, dan Ia akan meninggikan kamu.”
Keluaran 5:2
penolakan Firaun
“Tetapi Firaun berkata, 'Siapakah TUHAN yang harus kudengarkan firman-Nya untuk membiarkan Israel pergi? Aku tidak kenal TUHAN...'”
Amsal 29:1
keras kepala berulang
“Orang yang keras kepala meskipun telah mendapat teguran, pada suatu saat akan dihancurkan tanpa dapat dipulihkan lagi.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Keluaran 10:3
✕ Sering dikira
Musa memohon dengan rendah hati
✓ Yang sebenarnya
Ini adalah penyampaian firman TUHAN secara resmi — Musa bertindak sebagai utusan ilahi, bukan pemohon.
✕ Sering dikira
'Melayani' berarti cukup beribadah saja
✓ Yang sebenarnya
Kata 'avad' mencakup totalitas kehidupan — ibadah, loyalitas, dan identitas sebagai umat TUHAN.
Renungan
Renungan Singkat Keluaran 10:3
Apakah ada area dalam hidupku yang masih keras hati dan belum mau tunduk kepada Tuhan? Mari kita introspeksi dan bersedia merendahkan diri di hadapan-Nya, karena melayani Dia adalah tujuan hidup kita.
Tuhan, ampunilah keras kepalaku dan ajarilah aku untuk merendahkan diri di hadapan-Mu, serta melayani-Mu dengan sepenuh hati. Amin.