Firaun menanyai bidan yang membangkang
Keluaran 1:18
Ketika Janji Jadi Ancaman
“Oleh sebab itu, Raja Mesir memanggil para bidan itu dan berkata kepada mereka, “Mengapa kalian melakukan hal ini dan membiarkan bayi laki-laki tetap hidup?””Keluaran 1:18 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Lalu raja Mesir memanggil bidan- bidan itu dan bertanya kepada mereka: "Mengapakah kamu berbuat demikian membiarkan hidup bayi-bayi itu?"”Keluaran 1:18 · TB
Terjemahan Baru
“Maka raja memanggil kedua bidan itu dan bertanya, "Mengapa kamu membiarkan anak-anak lelaki hidup?"”Keluaran 1:18 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Maka raja Mesir memanggil kedua bidan itu dan berkata, “Berani-beraninya kalian sengaja melanggar perintah raja dengan membiarkan semua bayi laki-laki hidup!””Keluaran 1:18 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And the king of Egypt called for the midwives, and said unto them, Why have ye done this thing, and have saved the men children alive?”Keluaran 1:18 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Keluaran 1:18?
Raja Mesir menegur para bidan karena tidak melaksanakan perintahnya. Ini menunjukkan bahwa ketidaktaatan mereka tidak luput dari perhatian, tetapi mereka tetap teguh pada keputusan yang benar.
Latar belakang
Interogasi yang mengandung risiko nyawa
Firaun memanggil Sifra dan Pua untuk mempertanggungjawabkan ketidaktaatan mereka. Ini adalah momen berbahaya — membangkang perintah raja bisa berarti hukuman mati. Tapi kedua bidan ini tidak gemetar; mereka sudah memilih mana yang lebih mereka takuti.
Di mana
Mesir (istana Firaun)
Ruang penghakiman istana · dua bidan diinterogasi raja
Kapan
~1400 SM
Bidan menghadapi konsekuensi
Yang berbicara
Firaun (raja Mesir)
Raja Mesir yang tidak mengenal Yusuf, ~1400 SM
Kepada
Sifra dan Pua
Dua bidan pemberani yang menolak perintah genosida
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
וַיִּקְרָא
vayikra · memanggil
"Memanggil" — kata yang sama dipakai untuk Allah memanggil nabi; di sini Firaun memanggil bidan untuk dihakimi, tapi justru Firaun yang akan dihakimi sejarah.
מַדּוּעַ
madua · mengapa
"Mengapa" — pertanyaan yang mengharapkan justifikasi; Firaun tidak percaya mereka punya alasan yang valid; tapi jawabannya akan membuatnya tidak berdaya.
וַתְּחַיֶּיןָ
vate'chayyen · membiarkan
"Kalian membiarkan hidup" — Firaun menggunakan kata yang sama yang digunakan narator untuk memuji bidan; dia menyatakan tindakan mereka dengan tepat tapi dengan maksud yang berbeda.
Firaun yang memanggil (vayikra) untuk menghakimi justru memperlihatkan kelemahan dirinya. Pertanyaan "mengapa" (madua) dari penguasa paling kuat di bumi dijawab oleh dua perempuan yang tidak punya kuasa — tapi yang takut kepada Allah.
Tahukah kamu
Interogasi atau persidangan?
Dalam sistem hukum Mesir kuno, dipanggil menghadap Firaun dalam konteks seperti ini mirip dengan sidang pengadilan. Firaun adalah hakim tertinggi. Tapi di sini yang menginterogasi justru yang bersalah — ironi moral yang besar.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Keluaran 1:18
Lukas 21:12-15
diinterogasi penguasa
“Mereka akan menyeret kamu ke hadapan raja-raja dan penguasa-penguasa... Aku sendiri akan memberikan kepadamu kata-kata hikmat, sehingga kamu tidak dapat disangkal atau dibantah oleh seorangpun yang melawan kamu.”
1 Raja-raja 18:17
penguasa menuduh orang benar
“Ketika Ahab melihat Elia, berkatalah Ahab kepadanya: "Engkaukah itu, yang mendatangkan malapetaka atas Israel?"”
Mazmur 119:46
berani di hadapan raja
“Aku hendak berbicara tentang peringatan-peringatan-Mu di hadapan raja-raja dan tidak akan malu.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Keluaran 1:18
✕ Sering dikira
"Firaun tanya dengan sopan dan memberi kesempatan menjelaskan"
✓ Yang sebenarnya
Ini interogasi yang penuh ancaman; dipanggil ke istana Firaun untuk menjelaskan ketidaktaatan adalah situasi yang mengancam nyawa.
✕ Sering dikira
"Bidan ketakutan dan minta ampun"
✓ Yang sebenarnya
Teks tidak menunjukkan bidan gemetar — mereka memberikan jawaban yang tenang dan cerdas.
Renungan
Renungan Singkat Keluaran 1:18
Ketika kamu ditegur atau dikritik karena memilih jalan yang benar, jangan goyah. Teguran bisa datang, tetapi ingatlah bahwa pujian dari Tuhan lebih berharga daripada persetujuan manusia.
Tuhan, ketika aku menghadapi teguran karena melakukan yang benar, kuatkan hatiku untuk tetap berpegang pada kebenaran-Mu. Amin.