Perjanjian pertama dalam Alkitab — Allah berjanji kepada Nuh
Kejadian 6:18
Nuh dan Air Bah
“Akan tetapi, Aku akan menetapkan perjanjian-Ku denganmu, dan kamu akan masuk ke dalam bahtera; kamu, anak-anakmu, istrimu, dan para istri anak-anakmu.”Kejadian 6:18 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Tetapi dengan engkau Aku akan mengadakan perjanjian-Ku, dan engkau akan masuk ke dalam bahtera itu: engkau bersama-sama dengan anak-anakmu dan isterimu dan isteri anak-anakmu.”Kejadian 6:18 · TB
Terjemahan Baru
“tetapi dengan engkau Aku hendak membuat perjanjian. Masuklah ke dalam kapal itu bersama-sama dengan istrimu, dan anak-anakmu serta istri-istri mereka.”Kejadian 6:18 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Namun, sekarang Aku mengadakan perjanjian denganmu. Kamu, istrimu, ketiga putramu, dan ketiga menantumu akan selamat di dalam kapal itu.”Kejadian 6:18 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“But with thee will I establish my covenant; and thou shalt come into the ark, thou, and thy sons, and thy wife, and thy sons’ wives with thee.”Kejadian 6:18 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kejadian 6:18?
Allah menetapkan perjanjian-Nya dengan Nuh, berjanji untuk menyelamatkan dia dan keluarganya di dalam bahtera. Ini adalah awal dari perjanjian yang menunjukkan kesetiaan Allah untuk menyelamatkan umat-Nya.
Latar belakang
Berit — kata perjanjian yang pertama kali muncul dalam Alkitab
'Akan tetapi, Aku akan menetapkan perjanjian-Ku denganmu.' Kata 'perjanjian' (berit) muncul pertama kali dalam Alkitab di sini. Ini bukan sekadar janji biasa — ini komitmen yang mengikat secara formal antara dua pihak. Allah yang memulai inisiatif: bukan Nuh yang meminta perjanjian, tapi Allah yang menawarkannya. Berit yang akan dikonfirmasi setelah air bah (9:9-17) adalah fondasi dari seluruh teologi perjanjian Alkitab yang akan berlanjut hingga Perjanjian Baru.
Di mana
Bumi pra-air bah
Allah menetapkan perjanjian pertama yang tercatat dalam Alkitab — sebelum air bah terjadi
Kapan
Menjelang air bah
Perjanjian pertama Allah dengan manusia
Yang berbicara
Allah (Elohim)
Allah yang memulai tradisi perjanjian (covenant) — hubungan berdasarkan komitmen yang diikat secara formal
Kepada
Nuh
Manusia pertama yang menerima perjanjian formal dari Allah — pola yang akan diulang untuk Abraham, Musa, Daud, dan akhirnya dalam Yesus
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
אֶת בְּרִיתִי
et beriti · perjanjian-Ku
Perjanjian-Ku — berit adalah kata pertama kalinya muncul dalam Alkitab; dari akar yang mungkin berarti 'memotong' (perjanjian dikukuhkan dengan memotong hewan) atau dari kata 'makan bersama'. Ini hubungan yang mengikat secara formal.
וַהֲקִמֹתִי
vahaqimoti · Aku akan menetapkan
Dan Aku akan menegakkan/menetapkan — hiqim (menegakkan, membuat berdiri); Allah yang menjadi inisiator: Dia yang memulai dan menegakkan perjanjian, bukan Nuh yang mengajukannya.
אִתָּךְ
'ittakh · denganmu
Denganmu — preposisi 'im (dengan, bersama) + kamu (Nuh); perjanjian ini personal dan relasional — Allah berkomitmen kepada satu orang spesifik, yang kemudian menjadi pola untuk semua.
Vahaqimoti (Aku akan menetapkan/menegakkan) et beriti (perjanjian-Ku) ittakh (denganmu). Kata berit pertama dalam Alkitab. Allah yang berinisiatif. Nuh yang menerima. Dan dalam perjanjian ini, seluruh keluarga Nuh ikut diselamatkan. Ini pola untuk semua perjanjian Allah yang mengikutinya: anugerah Allah, respons iman, dan berkat yang melampaui individu ke keluarga dan komunitas.
Tahukah kamu
Berit — pola perjanjian yang terus berulang: Nuh, Abraham, Musa, Daud, dan Yesus
Setelah berit pertama dengan Nuh (9:9-17), pola berlanjut: berit dengan Abraham (15:18, 17:2), berit di Sinai dengan Israel (Kel. 19-24), berit dengan Daud (2 Sam. 7), dan akhirnya berit baru (berith khadashah, Yer. 31:31) yang digenapi dalam Yesus. Setiap perjanjian lebih inklusif dan lebih mendalam dari yang sebelumnya. Berit Nuh adalah yang pertama — dan yang paling inklusif: 'dengan kamu dan keturunanmu dan semua makhluk hidup' (9:10).
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kejadian 6:18
Kejadian 9:9-11
konfirmasi dan detail perjanjian yang dijanjikan di sini — setelah air bah
“Aku akan menetapkan perjanjian-Ku dengan kamu... dan tidak akan ada air bah lagi untuk memusnahkan bumi.”
Yeremia 31:31-33
berit khadashah (perjanjian baru) yang merupakan puncak dari pola perjanjian yang dimulai di sini dengan Nuh
“Sesungguhnya, akan datang waktunya, demikian firman TUHAN, Aku akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel...”
Lukas 22:20
perjanjian baru dalam Yesus — penggenapan akhir dari pola berit yang dimulai Kejadian 6:18
“Demikian juga dibuat-Nya dengan cawan sesudah makan; kata-Nya: 'Cawan ini adalah perjanjian baru oleh darah-Ku, yang ditumpahkan bagi kamu.'”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kejadian 6:18
✕ Sering dikira
"Perjanjian ini adalah kontrak di mana Nuh harus melakukan sesuatu agar Allah mau menyelamatkannya."
✓ Yang sebenarnya
Urutan dalam teks: Nuh sudah mendapat kasih karunia (6:8) dan sudah diperintahkan membangun bahtera (6:14-16) sebelum perjanjian ini disebutkan. Keselamatan Nuh bukan karena perjanjian — perjanjian adalah konfirmasi atas keselamatan yang sudah Allah inisiasi melalui kasih karunia.
✕ Sering dikira
"'Perjanjian-Ku' berarti ini perjanjian yang sudah ada sebelumnya dan tinggal dikonfirmasi."
✓ Yang sebenarnya
Ini adalah kemunculan pertama kata berit dalam Alkitab. Tidak ada referensi ke perjanjian sebelumnya dengan Nuh atau leluhurnya. Allah memulai perjanjian baru ini — hubungan formal yang sebelumnya tidak pernah ada dalam bentuk ini.
Renungan
Renungan Singkat Kejadian 6:18
Perjanjian Allah dengan Nuh adalah gambaran dari perjanjian keselamatan yang kita miliki melalui Kristus. Kita bisa berdiri tegak dalam janji Tuhan, tahu bahwa Dia selalu memegang firman-Nya. Mari kita hidup sebagai orang yang berpegang pada janji-Nya.
Tuhan, kami bersyukur untuk perjanjian-Mu yang teguh. Bantu kami untuk hidup setia seperti Nuh, agar kami dan keluarga kami mengalami keselamatan-Mu. Amin.