Firaun menanya pekerjaan para saudara
Kejadian 47:3
Keluarga Yakub Menetap di Gosyen
“Lalu, Firaun berkata kepada saudara-saudaranya, “Apa pekerjaan kalian?” Mereka berkata kepada Firaun, “Kami, baik hamba-hambamu ini maupun nenek moyang kami, menggembalakan kawanan kambing domba.””Kejadian 47:3 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Firaun bertanya kepada saudara- saudara Yusuf itu: "Apakah pekerjaanmu?" Jawab mereka kepada Firaun: "Hamba-hambamu ini gembala domba, baik kami maupun nenek moyang kami."”Kejadian 47:3 · TB
Terjemahan Baru
“Raja bertanya kepada mereka, "Apa pekerjaanmu?" Mereka menjawab, "Kami ini gembala seperti leluhur kami.”Kejadian 47:3 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Kemudian raja bertanya, “Apa mata pencaharian kalian?” Jawab mereka, “Kami gembala ternak turun temurun, sejak zaman nenek moyang kami.”Kejadian 47:3 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And Pharaoh said unto his brethren, What is your occupation? And they said unto Pharaoh, Thy servants are shepherds, both we, and also our fathers.”Kejadian 47:3 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kejadian 47:3?
Ketika Firaun bertanya tentang pekerjaan mereka, saudara-saudara Yusuf menjawab bahwa mereka adalah gembala, seperti nenek moyang mereka. Jawaban ini mengakui profesi yang sering dipandang rendah di Mesir, tetapi mereka menyampaikannya dengan jujur.
Latar belakang
Pertanyaan krusial tentang identitas
Firaun langsung menanya soal pekerjaan mereka. Saudara-saudara Yusuf jujur bahwa mereka penggembala — profesi yang dihina orang Mesir. Tapi justru kejujuran ini adalah kunci: dengan mengaku gembala, mereka mengklaim hak untuk tinggal di Gosyen yang memang disiapkan untuk penggembala.
Di mana
Istana Firaun, Mesir
Di balai audiensi · siang hari resmi
Kapan
~1875 SM
Masa Patriark di Mesir
Yang berbicara
Firaun dan Saudara-saudara Yusuf
Raja Mesir dan anak-anak Israel, ~1875 SM
Kepada
Istana Firaun
Para pejabat dan Firaun sendiri
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
מַעֲשֶׂה
ma'aseh · pekerjaan
Pekerjaan atau profesi — pertanyaan Firaun menunjukkan ia ingin tahu status dan kegunaan tamu-tamunya.
רֹעֵה
ro'eh · menggembalakan
Gembala atau penggembalaan — kata yang sama dipakai untuk "gembala" Israel yang sering menjadi gambaran pemimpin.
אֲבוֹתֵינוּ
avoteinu · nenek moyang
Leluhur atau bapak-bapak kita — menegaskan bahwa menggembalakan adalah identitas turun-temurun mereka.
Jawaban "menggembalakan" bukan sekadar deskripsi pekerjaan — ini pernyataan identitas yang sudah menjadi warisan "nenek moyang" mereka, identitas yang Allah pakai untuk menempatkan mereka di Gosyen.
Tahukah kamu
Gembala dianggap hina oleh orang Mesir
Kejadian 46:34 sudah mewanti-wanti bahwa semua gembala adalah kekejian bagi orang Mesir. Tapi ini justru strategis: orang Mesir tidak akan mau tinggal di Gosyen, sehingga wilayah itu aman dan eksklusif untuk keluarga Israel.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kejadian 47:3
Kejadian 46:34
strategi pengakuan gembala
“Kamu harus berkata, "Kami, hamba-hambamu ini, sudah menggembalakan ternak sejak kecil sampai sekarang, kami maupun nenek moyang kami," supaya kamu dapat tinggal di tanah Gosyen, sebab semua gembala adalah kekejian bagi orang Mesir.”
Mazmur 23:1
Allah Gembala Israel
“TUHAN adalah Gembalaku; aku tidak akan kekurangan.”
Yohanes 10:11
gembala sebagai panggilan mulia
“Akulah Gembala yang baik. Gembala yang baik menyerahkan nyawanya bagi domba-dombanya.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kejadian 47:3
✕ Sering dikira
Saudara-saudara menyembunyikan pekerjaan mereka
✓ Yang sebenarnya
Mereka justru terang-terangan mengaku sebagai gembala, sesuai instruksi Yusuf di Kejadian 46:34.
✕ Sering dikira
Firaun tidak tahu mereka gembala
✓ Yang sebenarnya
Firaun menanya sendiri dan mereka menjawab jujur — transparansi ini bagian dari rencana Yusuf.
Renungan
Renungan Singkat Kejadian 47:3
Kejujuran tentang siapa kita dan apa pekerjaan kita adalah fondasi kepercayaan. Kita tidak perlu malu dengan pekerjaan kita jika itu halal; yang penting kita melakukannya dengan integritas di hadapan Allah dan manusia.
Tuhan, mampukan aku untuk selalu jujur tentang kehidupanku, seperti saudara-saudara Yusuf yang menyatakan profesi mereka tanpa rasa malu. Amin.