Saudara-saudara menyebut Yusuf yang "sudah tidak ada"
Kejadian 42:13
Saudara-Saudara Yusuf ke Mesir
“Mereka berkata, “Hamba-hambamu ini adalah dua belas bersaudara, anak-anak dari seorang laki-laki di tanah Kanaan. Pada saat ini, yang bungsu ada bersama dengan ayah kami, tetapi yang seorang tidak ada lagi.””Kejadian 42:13 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Lalu jawab mereka: "Hamba- hambamu ini dua belas orang, kami bersaudara, anak dari satu ayah di tanah Kanaan, tetapi yang bungsu sekarang ada pada ayah kami, dan seorang sudah tidak ada lagi."”Kejadian 42:13 · TB
Terjemahan Baru
“Jawab mereka, "Kami ini dua belas bersaudara, Tuanku, kami anak dari satu ayah di negeri Kanaan. Seorang dari kami telah meninggal dan yang bungsu sekarang ada bersama ayah kami."”Kejadian 42:13 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Mereka kembali menjawab, “Kami datang dari Kanaan, anak dari satu ayah. Kami ini kakak beradik, semuanya ada dua belas laki-laki. Satu sudah meninggal dan adik kami yang bungsu ada bersama ayah kami.””Kejadian 42:13 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And they said, Thy servants are twelve brethren, the sons of one man in the land of Canaan; and, behold, the youngest is this day with our father, and one is not.”Kejadian 42:13 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kejadian 42:13?
Kakak-kakak Yusuf menjelaskan bahwa mereka dua belas bersaudara, anak dari satu ayah di Kanaan. Yang bungsu tinggal bersama ayah, dan satu sudah tidak ada. Ini jujur, tapi Yusuf belum percaya.
Latar belakang
Mereka bicara tentang Yusuf tanpa tahu Yusuf mendengarnya
Ini salah satu momen paling dramatis dalam cerita ini. Saudara-saudara menyebutkan Yusuf sebagai 'yang seorang sudah tidak ada lagi' — sementara Yusuf berdiri tepat di hadapan mereka, mendengar mereka berbicara tentang dirinya sendiri.
Di mana
Mesir (sekitar Memphis)
Balai distribusi gandum · momen dramatis yang hanya Yusuf sadari
Kapan
~1876 SM
Zaman Leluhur Israel
Yang berbicara
Saudara-saudara Yusuf
Sepuluh kakak Yusuf yang datang membeli gandum
Kepada
Yusuf (dalam samaran)
Gubernur Mesir yang mendengar tentang dirinya sendiri
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
שְׁנֵים עָשָׂר עֲבָדֶיךָ
sheneim asar 'avadecha · dua belas bersaudara
Dua belas hamba-hambamu; mereka menyatakan identitas lengkap mereka sebagai satu kesatuan keluarga besar.
אֵינֶנּוּ
'einenu · sudah tidak ada lagi
Dia tidak ada, dia sudah tiada; ungkapan yang biasa dipakai untuk kematian atau kehilangan — kata yang tepat menggambarkan Yusuf di mata saudara-saudaranya.
הַקָּטֹן
haqqaton · bungsu
Yang paling kecil/termuda; menunjuk pada Benyamin, yang kini menjadi pusat perhatian Yusuf.
'Dua belas' (sheneim asar) saudara, salah satu 'tidak ada' ('einenu), dan 'si bungsu' (haqqaton) ada bersama ayah — tiga fakta yang Yusuf hati-hati dengarkan untuk memahami situasi keluarganya.
Tahukah kamu
Dua belas suku dalam narasi kuno
Pernyataan 'kami dua belas bersaudara' adalah proklamasi identitas nasional Israel di masa awal. Angka dua belas akan menjadi fondasi dua belas suku Israel yang berlanjut sepanjang sejarah biblika.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kejadian 42:13
Kejadian 37:20
mereka yang buat Yusuf 'tidak ada'
“Maka sekarang, marilah kita bunuh dia dan melemparkan dia ke dalam salah satu sumur...”
Wahyu 7:5-8
dua belas suku tetap signifikan
“Dari suku Yehuda dua belas ribu...”
Lukas 15:32
yang dikira mati ternyata hidup
“Kita harus bersukacita dan bergembira karena adikmu ini sudah mati dan kembali hidup...”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kejadian 42:13
✕ Sering dikira
Mereka bohong soal Yusuf untuk menutupi kejahatan mereka
✓ Yang sebenarnya
Mereka benar-benar percaya Yusuf sudah mati — mereka tidak tahu bahwa ayah mereka ditipu dengan jubah berdarah, dan Yusuf masih hidup.
✕ Sering dikira
Si 'bungsu' yang mereka maksud adalah Yusuf
✓ Yang sebenarnya
Si bungsu yang mereka sebut adalah Benyamin — Yusuf sudah mereka anggap mati.
Renungan
Renungan Singkat Kejadian 42:13
Kejujuran penting, tapi orang lain mungkin butuh waktu untuk percaya. Jangan cepat tersinggung jika kebenaranmu diragukan; biarkan waktu membuktikan.
Tuhan, ajarku untuk tetap jujur dan sabar ketika orang lain meragukan kata-kataku. Amin.