Jubah warna-warni dilucuti
Kejadian 37:23
Yusuf Si Anak Kesayangan
“Inilah yang terjadi ketika Yusuf sampai kepada saudara-saudaranya, mereka melucuti jubahnya, jubah berwarna-warni yang dikenakannya itu.”Kejadian 37:23 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Baru saja Yusuf sampai kepada saudara-saudaranya, merekapun menanggalkan jubah Yusuf, jubah maha indah yang dipakainya itu.”Kejadian 37:23 · TB
Terjemahan Baru
“Ketika Yusuf sampai kepada abang-abangnya, dengan kasar mereka menanggalkan jubah Yusuf yang sangat bagus itu.”Kejadian 37:23 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Maka ketika Yusuf sampai kepada kakak-kakaknya, dengan kasar mereka langsung merenggut jubah Yusuf yang berwarna-warni itu”Kejadian 37:23 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And it came to pass, when Joseph was come unto his brethren, that they stript Joseph out of his coat, his coat of many colours that was on him;”Kejadian 37:23 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kejadian 37:23?
Ketika Yusuf tiba, mereka menyerangnya, melucuti jubah berwarna-warni yang diberikan ayahnya, lalu melemparkannya ke dalam sumur kosong. Jubah itu simbol kasih sayang ayahnya, dan mencabutnya adalah tindakan merendahkan dan menghilangkan identitas Yusuf sebagai anak kesayangan. Ini adalah tindakan penghinaan yang sangat kejam.
Latar belakang
Penghinaan dengan melucuti jubah kasih sayang
Tindakan pertama saudara-saudara bukan membunuh — tapi melucuti jubah Yusuf. Jubah warna-warni yang menjadi simbol kasih sayang Yakub dan status Yusuf sebagai pewaris itu diambil paksa. Ini tindakan simbolis yang kuat: mereka membalikkan 'pernyataan ayah' tentang siapa Yusuf. Bagi Yusuf, kehilangan jubah itu mungkin sama menyakitkannya dengan dilempar ke sumur.
Di mana
Dotan, Kanaan
Di padang Dotan · saat Yusuf tiba di tengah saudaranya
Kapan
~1900 SM
Zaman Para Leluhur
Yang berbicara
Musa (penulis)
Nabi dan penulis Taurat, ~1400 SM
Kepada
Bangsa Israel
Umat Israel di padang gurun Sinai
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
וַיַּפְשִׁיטוּ
wayyafshitu · melucuti
Menanggalkan secara paksa atau melucuti — tindakan kekerasan dan penghinaan yang merendahkan martabat seseorang
כְּתֹנֶת
ketonet · jubah
Tunik atau jubah panjang — kata yang sama dipakai untuk jubah yang Allah buat untuk Adam dan Hawa; pakaian sebagai perlindungan
הַפַּסִּים
ha-passim · berwarna-warni
Yang berwarna-warni atau bersulam indah — kata yang merujuk pada jubah istimewa hadiah Yakub yang menjadi simbol posisi Yusuf
Jubah yang dilucuti adalah jubah yang sama dengan yang diberikan Yakub — simbol kasih ayah yang kini menjadi alat penghinaan. Ironi ini sangat dalam: hadiah kasih sayang berubah menjadi bukti kejahatan. Dan jubah ini nanti akan dipakai untuk menipu Yakub sendiri.
Tahukah kamu
Jubah sebagai identitas dan otoritas
Di dunia kuno, pakaian adalah identitas. Ketika Tamar memakai kerudung pelacur (Kej 38), ketika Yusuf mendapat jubah dari Potifar, ketika Yusuf kemudian diberi jubah linen halus oleh Firaun — setiap perubahan pakaian menandai perubahan status. Melucuti jubah adalah cara paling nyata untuk menghapus identitas seseorang.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kejadian 37:23
Matius 27:28
dilucuti dan direndahkan
“Mereka menanggalkan pakaian-Nya dan mengenakan jubah ungu kepada-Nya.”
Kejadian 41:42
pakaian baru dari otoritas
“Lalu Firaun menanggalkan cincin meterainya dari tangannya dan mengenakannya pada tangan Yusuf. Ia memakaikan kepada Yusuf pakaian lenan halus.”
Lukas 15:22
jubah sebagai pemulihan
“Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke sini jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kejadian 37:23
✕ Sering dikira
Melucuti jubah hanya langkah praktis sebelum melempar ke sumur
✓ Yang sebenarnya
Ini tindakan simbolis yang disengaja — menghapus identitas dan posisi Yusuf sebagai pewaris kasih Yakub
✕ Sering dikira
Jubah itu kemudian dibuang
✓ Yang sebenarnya
Jubah itu disimpan dan dicelupkan darah untuk dipakai menipu Yakub — alat kejahatan yang digunakan secara strategis
Renungan
Renungan Singkat Kejadian 37:23
Kata-kata dan tindakan yang merendahkan orang lain dapat menghancurkan harga diri mereka. Saat kita merasa cemburu atau marah, janganlah mengambil tindakan yang menyakiti perasaan atau martabat orang lain. Ingatlah bahwa setiap orang berharga di mata Tuhan.
Ya Allah, mampukan aku untuk tidak merendahkan atau menyakiti orang lain, tetapi menghargai mereka sebagai ciptaan-Mu yang berharga. Amin.