Yakub mendirikan tugu batu sebagai memorial
Kejadian 35:14
Pembaruan Nama dan Janji
“Lalu, Yakub mendirikan sebuah tugu di tempat itu, tempat Allah telah berfirman kepadanya, sebuah tugu batu. Lalu, dia mencurahkan persembahan minuman ke atasnya dan dia mencurahkan minyak ke atasnya.”Kejadian 35:14 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Kemudian Yakub mendirikan tugu di tempat itu, yakni tugu batu; ia mempersembahkan korban curahan dan menuangkan minyak di atasnya.”Kejadian 35:14 · TB
Terjemahan Baru
“Di tempat Allah berbicara kepada Yakub, ia menegakkan sebuah batu peringatan. Lalu batu itu dipersembahkannya kepada Allah dengan menuangkan anggur dan minyak zaitun di atasnya.”Kejadian 35:14 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Lalu Yakub mendirikan sebuah batu sebagai peringatan bahwa di tempat itulah Allah sudah berbicara kepadanya. Yakub menuangkan persembahan air anggur dan minyak zaitun di atas batu tersebut.”Kejadian 35:14 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And Jacob set up a pillar in the place where he talked with him, even a pillar of stone: and he poured a drink offering thereon, and he poured oil thereon.”Kejadian 35:14 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kejadian 35:14?
Sebagai respons, Yakub mendirikan tugu batu di tempat Allah berbicara, lalu mencurahkan persembahan minuman dan minyak di atasnya. Tindakan ini adalah cara untuk menguduskan tempat itu dan mengingat perjumpaannya dengan Allah.
Latar belakang
Batu menjadi saksi bisu perjumpaan dengan Allah
Yakub mendirikan tugu batu di tempat Allah berfirman kepadanya. Lalu dia melakukan dua tindakan sakral: mencurahkan persembahan minuman (nesek) dan mengurapi batu itu dengan minyak. Ini ritual kuno yang menandai tempat itu sebagai tempat sakral.
Di mana
Betel, Kanaan
Di Betel · di tempat penampakan Allah
Kapan
~1700 SM
Zaman Bapa Leluhur
Yang berbicara
Musa (penulis)
Nabi dan penulis Taurat, ~1400 SM
Kepada
Bangsa Israel
Umat Israel yang keluar dari Mesir
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
מַצֵּבָה
matzevah · tugu
Batu tegak yang didirikan sebagai memorial atau penanda tempat sakral — tradisi kuno yang tersebar di seluruh Timur Dekat.
נֶסֶךְ
nesech · persembahan minuman
Cairan (anggur atau minyak) yang dicurahkan ke atas mezbah atau tugu sebagai persembahan kepada Allah — bagian integral dari ibadah Israel.
שֶׁמֶן
shemen · minyak
Minyak zaitun — digunakan untuk mengurapi dan menguduskan benda atau orang untuk dikhususkan bagi Allah.
Yakub merespons penampakan Allah dengan tindakan konkret: mendirikan batu dan mempersembahkan minyak dan minuman. Iman yang autentik mengekspresikan diri dalam tindakan nyata, bukan hanya perasaan.
Tahukah kamu
Tugu ini sudah pernah didirikan 20 tahun lalu
Dua puluh tahun sebelumnya Yakub juga sudah mendirikan tugu batu di Betel dan mengurapinya dengan minyak (Kej 28:18). Kali ini dia mengulanginya setelah penampakan kedua — menegaskan kembali kesucian tempat ini.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kejadian 35:14
Kejadian 28:18
tugu batu pertama di Betel
“Yakub bangun pagi-pagi benar dan mengambil batu yang dipakainya sebagai bantal dan mendirikannya sebagai tugu batu dan menuangkan minyak di atasnya.”
Bilangan 28:7
persembahan minuman
“Persembahan minumannya harus seperempat hin untuk setiap domba — di tempat kudus kamu harus mempersembahkan persembahan anggur yang memabukkan kepada TUHAN.”
1 Raja-raja 18:30-32
membangun kembali mezbah
“Kemudian Elia berkata kepada semua orang, 'Mendekatlah kepadaku.' Semua orang mendekat kepadanya dan dia memperbaiki mezbah TUHAN yang sudah runtuh.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kejadian 35:14
✕ Sering dikira
Yakub menyembah batu itu
✓ Yang sebenarnya
Tugu batu adalah penanda memorial — Yakub menyembah Allah yang bertemu dengannya di tempat itu, bukan batunya.
✕ Sering dikira
Ini pertama kalinya Yakub mendirikan tugu di Betel
✓ Yang sebenarnya
Ini pengulangan — Yakub sudah mendirikan tugu di Betel saat pertama kali ke sana (Kejadian 28:18-22).
Renungan
Renungan Singkat Kejadian 35:14
Membangun tugu bisa berarti membuat 'monumen' dalam hidup kita—entah jurnal, foto, atau rutinitas—untuk mengingat karya Tuhan. Ini membantu kita bersyukur dan mengajar generasi berikutnya tentang kesetiaan-Nya.
Tuhan, ajar aku untuk menjadi pribadi yang tidak melupakan perbuatan-perbuatan-Mu yang ajaib dalam hidupku. Amin.