Simeon dan Lewi menjawab: haruskah dia memperlakukan adik perempuan kami seperti perempuan sundal?
Kejadian 34:31
Dina di Sikhem
“Namun, mereka berkata, “Haruskah dia memperlakukan adik perempuan kami seperti perempuan sundal?””Kejadian 34:31 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Tetapi jawab mereka: "Mengapa adik kita diperlakukannya sebagai seorang perempuan sundal!"”Kejadian 34:31 · TB
Terjemahan Baru
“Tetapi mereka menjawab, "Kami tidak dapat membiarkan adik kami diperlakukan sebagai pelacur."”Kejadian 34:31 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Tetapi jawab Simeon dan Lewi, “Pantaskah dia memperlakukan adik kita seperti pelacur?””Kejadian 34:31 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And they said, Should he deal with our sister as with an harlot?”Kejadian 34:31 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kejadian 34:31?
Simeon dan Lewi membela kehormatan adik mereka, Dina, dengan membalas dendam atas pemerkosaan yang dialaminya. Mereka marah karena Sikhem memperlakukan Dina seperti perempuan sundal, padahal tindakan itu sangat merendahkan. Ayat ini menunjukkan kemarahan yang membara dan keinginan untuk menegakkan keadilan bagi keluarga.
Latar belakang
Pertanyaan terakhir yang tidak dijawab narasi
Pasal 34 berakhir dengan satu pertanyaan dari Simeon dan Lewi: 'Haruskah dia memperlakukan adik perempuan kami seperti perempuan sundal?' Pertanyaan ini langsung merespons kritik politis Yakub dengan argumen moral: Yakub khawatir tentang keselamatan politik, tapi kami mempertahankan kehormatan adik kami. Teks tidak memberikan jawaban Yakub. Tidak ada resolusi. Pasal berakhir dengan pertanyaan yang menggantung — dan pembaca dibiarkan merasakannya sendiri.
Di mana
Kamp keluarga Yakub setelah meninggalkan Sikhem
Konfrontasi terakhir antara Yakub dan dua anaknya — berakhir dengan pertanyaan retoris yang menggantung
Kapan
~1737 SM
Peristiwa Dina di Sikhem
Yang berbicara
Simeon dan Lewi
Dua kakak Dina yang menutup pasal dengan satu pertanyaan yang tak terjawab
Kepada
Yakub — dan pembaca
Yang mendengar pertanyaan ini menggantung tanpa jawaban sampai akhir pasal
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
כַּזּוֹנָה
kazonah · seperti perempuan sundal
Seperti seorang sundal/pelacur — ka (seperti; partikel perbandingan); zonah (dari zanah = berzinah, menjadi sundal; qal partisip feminin = seorang yang melakukan prostitusi/perempuan sundal; 'zonah' adalah kata yang kuat dan merendahkan untuk perempuan yang melakukan hubungan seksual di luar batas yang diakui; dalam konteks ini Simeon dan Lewi menggunakannya untuk menggambarkan bagaimana Sikhem memperlakukan Dina — bukan dengan hormat dan proses yang benar tapi seperti 'menggunakan' tanpa penghargaan; mengambil untuk kepuasan sesaat dan tanpa tanggung jawab)
הֲכְזוֹנָה
hakhezonah · haruskah
Apakah seperti sundal? / Haruskah seperti perempuan sundal — ha (partikel pertanyaan; membuka kalimat sebagai pertanyaan retoris yang mengharapkan jawaban 'tidak'); khezonah (seperti sundal; sama dengan 'kazonah' tapi dengan partikel pertanyaan); pertanyaan retoris ini adalah pernyataan: 'tentu tidak seharusnya adik kami diperlakukan seperti itu'; mereka tidak meminta jawaban Yakub tapi menegaskan bahwa tindakan mereka adalah respons yang sah atas penghinaan yang tidak dapat diterima
אֲחוֹתֵנוּ
achotenu · adik perempuan kami
Adik perempuan kami — achotenu (dari achot = adik perempuan; sufiks orang pertama jamak = adik perempuan kami; kata yang diulang sepanjang pasal [34:13, 14, 27] dan kini muncul untuk terakhir kalinya; 'achotenu' adalah cara Simeon dan Lewi mengklaim Dina sebagai bagian dari diri mereka — bukan hanya anggota keluarga tapi bagian yang tidak terpisahkan yang penghinaannya adalah penghinaan terhadap diri mereka juga)
'Hakhezonah ya'aseh et achotenu' (haruskah adik perempuan kami diperlakukan seperti sundal?). 'Kazonah' — seperti sundal: kata yang paling merendahkan; Sikhem memperlakukan Dina bukan dengan hormat tapi seperti menggunakan dan membuang. 'Achotenu' — adik perempuan kami: tiga kata yang merangkum seluruh motivasi mereka dan menutup pasal dengan pertanyaan yang tidak dijawab.
Tahukah kamu
Pasal 34 adalah satu-satunya pasal di Kejadian yang berakhir dengan pertanyaan retoris yang tidak dijawab
Sebagian besar pasal narasi Kejadian berakhir dengan kesimpulan yang jelas atau transisi ke peristiwa berikutnya. Pasal 34 berakhir berbeda: dengan pertanyaan dari Simeon dan Lewi yang tidak dijawab Yakub, tidak dijawab Allah, dan tidak dijawab narasi. Ketidak-jawaban ini adalah bagian dari kekuatan teks: pasal yang penuh dengan ketidakadilan dan ambiguitas moral dibiarkan tanpa resolusi yang mudah. Pembaca dipanggil untuk bergulat.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kejadian 34:31
2 Samuel 13:12
Tamar yang memohon agar tidak diperlakukan seperti sundal — persis seperti yang Dina alami
“Tetapi ia berkata kepadanya: Jangan, abangku, jangan perkosa aku, sebab orang tidak berbuat seperti itu di Israel. Janganlah lakukan perbuatan nista ini!”
Hosea 2:5
kata 'zanah' dalam konteks penghinaan seksual
“Sebab ibu mereka telah bersundal, dan dia yang mengandung mereka telah berlaku memalukan...”
Ulangan 22:21
'zonah' sebagai istilah hukum untuk pelanggaran seksual yang memalukan
“...sebab ia telah berbuat zinah di antara orang Israel dengan melakukan sundal di rumah ayahnya. Demikianlah harus kau hapuskan yang jahat itu dari tengah-tengahmu.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kejadian 34:31
✕ Sering dikira
"Pertanyaan Simeon dan Lewi membenarkan semua tindakan mereka termasuk pembantaian massal dan penjarahan."
✓ Yang sebenarnya
Pertanyaan mereka memiliki validitas moral: Dina memang tidak seharusnya diperlakukan seperti sundal. Tapi validitas pertanyaan ini tidak otomatis membenarkan semua yang mereka lakukan sebagai respons. Narasi mempertahankan ambiguitas — baik Yakub maupun Simeon-Lewi tidak sepenuhnya benar atau sepenuhnya salah.
✕ Sering dikira
"Karena pasal berakhir dengan pertanyaan mereka, narasi menyetujui tindakan Simeon dan Lewi."
✓ Yang sebenarnya
Berakhir dengan pertanyaan bukan berarti menyetujui. Narasi sengaja tidak memberikan resolusi — pembaca diundang untuk bergulat. Kejadian 49:5-7 kemudian menunjukkan Yakub mengutuk kemarahan Simeon dan Lewi pada ranjang kematiannya — teks kemudian memberikan penilaian yang tidak diberikan di sini.
Renungan
Renungan Singkat Kejadian 34:31
Kita bisa belajar untuk membela keluarga dan orang yang kita kasihi ketika mereka diperlakukan tidak adil. Namun, penting untuk diingat bahwa pembalasan yang didasari amarah bisa berujung pada kekerasan yang tidak proporsional. Kita perlu mencari cara yang bijaksana dan penuh kasih untuk menyelesaikan konflik, bukan dengan balas dendam yang menghancurkan.
Tuhan, ajarlah kami untuk membela kebenaran tanpa dikuasai amarah, dan berikan kami hikmat dalam menanggapi ketidakadilan. Amin.