Mereka bangun pagi-pagi sekali dan saling bersumpah — Ishak melepas mereka dan mereka pergi dalam damai
Kejadian 26:31
Perjanjian Ishak dengan Abimelekh
“Mereka bangun pagi-pagi sekali dan saling bersumpah. Kemudian, Ishak melepas orang-orang itu dan mereka pergi darinya dalam damai.”Kejadian 26:31 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Keesokan harinya pagi-pagi bersumpah-sumpahanlah mereka. Kemudian Ishak melepas mereka, dan mereka meninggalkan dia dengan damai.”Kejadian 26:31 · TB
Terjemahan Baru
“Keesokan harinya pagi-pagi masing-masing mengucapkan janji yang disahkan dengan sumpah. Lalu Ishak mengucapkan selamat jalan kepada mereka dan berpisahlah mereka sebagai sahabat.”Kejadian 26:31 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Keesokan paginya, Abimelek dan Isak mengesahkan perjanjian damai dengan bersumpah satu sama lain. Sesudah itu, Abimelek pamit pulang, dan Isak mengucapkan selamat jalan kepada mereka.”Kejadian 26:31 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And they rose up betimes in the morning, and sware one to another: and Isaac sent them away, and they departed from him in peace.”Kejadian 26:31 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kejadian 26:31?
Ayat ini menggambarkan puncak rekonsiliasi antara Ishak dan Abimelekh. Setelah sebelumnya terjadi konflik, mereka saling bersumpah dan berpisah dalam damai. Ini menunjukkan bahwa konflik dapat diselesaikan dengan cara yang baik dan saling menghormati.
Latar belakang
Vayyishave'u ish le'achihu vayyeshallechem Yitzchaq vayyелchu beshalom: sumpah saudara-saudara dan kepergian damai
'Vayyashkimu vaboker vayyishave'u ish le'achihu vayyeshallechem Yitzchaq vayyелchu me'itto beshalom' — dan mereka bangun pagi-pagi sekali dan bersumpah seorang kepada saudaranya dan Ishak melepas mereka dan mereka pergi dari padanya dalam damai. Dua detail yang menarik: (1) 'vayyashkimu vaboker' = bangun pagi-pagi sekali menunjukkan keseriusan; (2) 'ish le'achihu' = seorang kepada saudaranya — istilah 'ach' (saudara) digunakan untuk menggambarkan relasi yang terbentuk antara pihak-pihak yang bersumpah, bukan hanya mitra transaksional.
Di mana
Bersyeba
Pagi setelah jamuan makan — sumpah resmi dibuat dan para pihak berpisah dalam damai
Kapan
Sekitar 1800 SM
Penyelesaian perjanjian — akhir dari seri konflik Ishak-Filistin
Yang berbicara
Narator
Yang mencatat penyelesaian perjanjian: sumpah bilateral di pagi hari, dan kepergian dalam damai
Kepada
Pembaca narasi
Yang menyaksikan konflik panjang antara Ishak dan Filistin diselesaikan melalui sumpah yang saling mengikat
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
וַיַּשְׁכִּימוּ בַבֹּקֶר
vayyashkimu vaboker · bangun pagi-pagi sekali
Dan mereka bangun pagi-pagi sekali di pagi hari — vayyashkimu (dari shakam = bangun pagi-pagi, pergi pagi-pagi; hifil konsekutif imperfek jamak = dan mereka bangun pagi-pagi sekali; 'shakam' selalu menunjukkan tindakan yang dilakukan dengan kesegeraan dan keseriusan; bangun pagi dalam Alkitab sering menandai momen penting: Abraham bangun pagi ke Moria 22:3, hamba Abraham bangun pagi 24:54); vaboker (di pagi hari; dari boker = pagi).
וַיִּשָּׁבְעוּ אִישׁ לְאָחִיו
vayyishave'u ish le'achihu · saling bersumpah
Dan mereka bersumpah seorang kepada saudaranya — vayyishave'u (dari shava' = bersumpah; nifal konsekutif imperfek jamak = dan mereka bersumpah; nifal menunjukkan tindakan yang bersifat timbal balik = saling bersumpah; ini adalah sumpah bilateral, bukan sepihak); ish le'achihu (seorang kepada saudaranya; dari ish = laki-laki/orang + le'achihu = kepada saudaranya; idiom untuk 'satu sama lain'; kata 'ach' = saudara menunjukkan relasi yang telah berubah menjadi 'bersaudara' melalui perjanjian).
בְּשָׁלוֹם
beshalom · dalam damai
Dalam damai, dengan selamat — beshalom (dari be = dalam + shalom = damai, keutuhan, kesejahteraan; 'beshalom' menggambarkan kepergian yang dalam keadaan damai, tidak ada permusuhan; shalom dalam Ibrani lebih dari sekadar 'tidak ada perang' — ini adalah keutuhan, kesejahteraan, dan hubungan yang utuh; kepergian 'beshalom' menandai bahwa rekonsiliasi ini nyata dan lengkap).
Vayyashkimu vaboker vayyishave'u ish le'achihu vayyeshallechem Yitzchaq vayyелchu me'itto beshalom (dan mereka bangun pagi-pagi dan bersumpah seorang kepada saudaranya dan Ishak melepas mereka dan mereka pergi dari padanya dalam damai). Vayyashkimu vaboker — keseriusan dan urgensi. Ish le'achihu — kata 'ach' (saudara) menandai transformasi status: dari musuh ke mitra perjanjian. Beshalom — kepergian yang mengakhiri seri konflik dengan kedamaian penuh.
Tahukah kamu
Ish le'achihu: saling menyebut 'saudara' dalam sumpah perjanjian — bahasa yang mengubah status relasi
'Ish le'achihu' (seorang kepada saudaranya) = mereka saling bersumpah sebagai 'saudara'. Kata 'ach' (saudara) dalam bahasa Ibrani mencakup: saudara kandung, sesama anggota suku, dan juga mitra perjanjian. Ketika perjanjian dibuat, pihak-pihak yang sebelumnya adalah 'orang asing' atau bahkan 'musuh' menjadi 'ach' (saudara) dalam ikatan perjanjian. Transformasi status yang luar biasa: Abimelekh yang mengusir Ishak ('sene'tem oti', 26:27) kini bersumpah kepada Ishak sebagai 'saudara' perjanjian.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kejadian 26:31
Kejadian 21:27-31
Abraham membuat perjanjian dengan Abimelekh di Bersyeba (21:27-31) dan kini Ishak membuat perjanjian dengan Abimelekh di Bersyeba juga (26:31); dua generasi pewaris perjanjian membuat perjanjian dengan raja Filistin di tempat yang sama; kesinambungan yang menunjukkan bahwa berkat dan kewibawaan perjanjian diteruskan
“Abraham mengambil domba dan lembu dan memberikannya kepada Abimelekh, dan keduanya mengadakan perjanjian. Abraham memisahkan tujuh ekor domba betina... Itulah sebabnya tempat itu dinamai Bersyeba, karena di sanalah keduanya bersumpah.”
Matius 5:9
Ishak yang merespons konflik dengan kemunduran damai (26:17-22) dan akhirnya membuat perjanjian shalom (26:31) adalah gambaran hidup dari Sabda Bahagia 'berbahagialah orang yang membawa damai'; Ishak yang memilih beshalom dalam setiap situasi konflik akhirnya disebut 'berukh YHWH' (26:29) oleh musuhnya sendiri
“Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.”
Roma 12:20-21
Ishak yang mengadakan jamuan makan bagi Abimelekh (26:30) dan berdamai dengannya (26:31) mencontohkan Roma 12:20-21 'berilah musuhmu makan... jangan dikalahkan kejahatan tapi kalahkanlah dengan kebaikan'; respons Ishak terhadap pengusiran dan konflik sumur berakhir dengan mengubah musuh menjadi mitra perjanjian
“Tetapi jika seterumu lapar, berilah dia makan; jika ia haus, berilah dia minum! Dengan berbuat demikian, engkau menimbun bara api di atas kepalanya. Janganlah kamu dikalahkan oleh kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kejadian 26:31
✕ Sering dikira
"'Saling bersumpah' (ish le'achihu) berarti hanya pihak Ishak yang bersumpah untuk tidak menyerang Filistin — sumpah yang tidak menguntungkan Ishak."
✓ Yang sebenarnya
'Ish le'achihu' adalah idiom timbal balik: seorang kepada saudaranya = keduanya bersumpah satu kepada yang lain. Ini adalah sumpah bilateral. Isi yang diusulkan Abimelekh (26:29: tidak akan menyakitimu) menunjukkan bahwa Abimelekh yang utamanya meminta jaminan dari Ishak, tapi sumpah dibuat secara mutual — keduanya terikat.
✕ Sering dikira
"Kepergian 'dalam damai' (beshalom) berarti Abimelekh dan Ishak menjadi teman akrab setelah itu."
✓ Yang sebenarnya
'Beshalom' menggambarkan kepergian yang damai dan relasi yang tertata — tidak ada permusuhan. Tapi ini bukan jaminan persahabatan yang hangat. Perjanjian ini adalah pengaturan diplomatik untuk hidup berdampingan tanpa saling merugikan. Narasi tidak melanjutkan cerita dengan persahabatan Ishak-Abimelekh yang erat — ini adalah perjanjian non-agresi yang efektif.
Renungan
Renungan Singkat Kejadian 26:31
Kita bisa belajar dari Ishak yang mau berdamai dan mengadakan perjanjian dengan orang yang pernah memusuhinya. Damai itu butuh usaha: ada jamuan, ada sumpah, dan ada pelepasan. Dalam hidup kita, mari berani mengambil langkah konkret untuk berdamai dengan orang lain, bukan hanya berharap tanpa tindakan.
Tuhan, ajarkan kami untuk menjadi pembawa damai, berani mengambil langkah nyata untuk berdamai dengan sesama, seperti Ishak. Amin.