Siapakah laki-laki itu? — Dialah tuanku. Lalu Ribka mengambil cadarnya dan menutupi dirinya
Kejadian 24:65
Mencari Istri bagi Ishak
“Dia bertanya kepada hamba itu, “Siapakah laki-laki yang sedang berjalan di ladang untuk menemui kita?” Hamba itu menjawab, “Dialah tuanku.” Lalu, Ribka mengambil cadarnya dan menutupi dirinya.”Kejadian 24:65 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Katanya kepada hamba itu: "Siapakah laki-laki itu yang berjalan di padang ke arah kita?" Jawab hamba itu: "Dialah tuanku itu." Lalu Ribka mengambil telekungnya dan bertelekunglah ia.”Kejadian 24:65 · TB
Terjemahan Baru
“dan bertanya kepada hamba Abraham itu, "Siapa orang laki-laki di ladang itu yang datang ke arah kita?" "Dia tuan saya," jawab hamba itu. Lalu Ribka mengambil selendangnya dan menutupi wajahnya.”Kejadian 24:65 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“dan bertanya kepada pelayan Abraham, “Siapakah pria yang di padang itu, yang sedang berjalan ke arah kita?” Jawab pelayan itu, “Dialah anak tuanku.” Lalu Ribka mengambil kain penutup kepala dan menutupi wajahnya.”Kejadian 24:65 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“For she had said unto the servant, What man is this that walketh in the field to meet us? And the servant had said, It is my master: therefore she took a vail, and covered herself.”Kejadian 24:65 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kejadian 24:65?
Ribka bertanya kepada hamba Abraham tentang laki-laki yang berjalan di ladang itu. Ketika tahu itu Ishak, ia menutup dirinya dengan cadar, sebagai tanda kesopanan dan mungkin juga untuk menutupi wajahnya pada pertemuan pertama. Ini menunjukkan adat dan kerendahan hatinya.
Latar belakang
Mi ha'ish hallaze — hu adoni: siapakah laki-laki itu — dialah tuanku
'Vatomer el ha'eved mi ha'ish hallaze haholekh basadeh liqratenu vatomer ha'eved hu adoni vattiqach hatzamif vatkhis' — dia berkata kepada hamba: siapakah laki-laki itu yang berjalan di ladang untuk menemui kita? Hamba menjawab: dialah tuanku. Ribka mengambil cadarnya dan menutupi dirinya. Jawaban hamba hanya tiga kata: 'hu adoni' (dialah tuanku). Respons Ribka adalah segera mengambil cadar. Pengambilan cadar oleh perempuan ketika bertemu calon suaminya adalah ekspresi budaya yang melambangkan kesopanan dan penyerahdirian — Ribka mengakui status Ishak dengan tindakan fisik.
Di mana
Di ladang dekat Negeb
Momen identifikasi · Ribka yang bertanya dan hamba yang menjawab · cadar yang diambil
Kapan
Sekitar 1840-1835 SM
Ribka mengetahui identitas Ishak dan merespons dengan mengambil cadar
Yang berbicara
Ribka dan hamba Abraham
Ribka yang bertanya dan hamba yang menjawab dengan satu kalimat yang mengubah segalanya
Kepada
Satu sama lain — Ribka kepada hamba, hamba kepada Ribka
Yang pertukaran katanya singkat tapi berdampak besar: setelah jawaban hamba, Ribka mengambil cadar
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
מִי הָאִישׁ הַלָּזֶה
mi ha'ish hallaze · siapakah laki-laki itu
Siapakah laki-laki itu — mi (siapa; kata tanya orang); ha'ish (laki-laki itu; dengan artikel); hallaze (ini, itu; dari hallaz = ini [demonstratif yang sedikit jauh jaraknya]; 'ish hallaze' = laki-laki itu/ini); pertanyaan yang mengungkapkan bahwa Ribka tidak mengenali Ishak — dia hanya melihat seseorang berjalan di ladang menuju mereka; pertanyaan yang wajar dan tulus bukan kepura-puraan.
הוּא אֲדֹנִי
hu adoni · dialah tuanku
Dialah tuanku — hu (dia; kata ganti orang ketiga maskulin = dia, dialah); adoni (tuanku; dari adon = tuan + sufiks orang pertama = tuanku); tiga kata (hu adoni) yang mengkonfirmasi identitas Ishak kepada Ribka; perubahan kata yang hamba gunakan: sepanjang pasal 24 dia selalu menyebut Ishak sebagai 'anak tuanku' (ben adoni); kini untuk pertama kali dan satu-satunya kali, dia menyebut Ishak sebagai 'tuanku' — pengalihan kepemimpinan yang halus.
וַתִּקַּח הַצָּעִיף וַתִּתְכָּס
vattiqqach hatzamif vattitkhas · mengambil cadarnya dan menutupi dirinya
Dan dia mengambil cadar dan menutupi dirinya — vattiqqach (dari laqach = mengambil; qal konsekutif imperfek feminin = dan dia mengambil); hatzamif (cadar itu; dari tzamif = kerudung, cadar + artikel = cadar itu); vattitkhas (dari kasah = menutupi; hitpael konsekutif imperfek feminin = dan dia menutupi dirinya; hitpael menunjukkan tindakan yang dilakukan kepada diri sendiri = menutupi dirinya sendiri); tindakan yang bermakna secara budaya dan simbolik.
Vatomer el ha'eved mi ha'ish hallaze haholekh basadeh liqratenu vatomer ha'eved hu adoni vattiqach hatzamif vatkhis (dan dia berkata kepada hamba siapakah laki-laki itu yang berjalan di ladang untuk menemui kita dan hamba berkata dialah tuanku dan dia mengambil cadar dan menutupi dirinya). Mi ha'ish hallaze — siapakah laki-laki itu, pertanyaan yang menunjukkan Ribka belum mengenal Ishak. Hu adoni — dialah tuanku, jawaban tiga kata yang mengubah semuanya. Vattiqqach hatzamif vattitkhas — dan dia mengambil cadar dan menutupi dirinya, respons fisik yang menandai transisi status Ribka.
Tahukah kamu
Hatzamif: cadar atau kerudung sebagai simbol transisi status
'Hatzamif' adalah kata yang hanya muncul dua kali dalam Alkitab Ibrani: di sini (24:65) dan dalam Kejadian 38:14 ketika Tamar memakai cadar untuk berperan sebagai perempuan penghibur. Artinya persis tidak pasti — bisa jadi kerudung, selendang, atau kain yang dipakai untuk menutupi wajah. Yang jelas dari konteks: ini adalah tindakan yang bermakna secara simbolik. Ribka yang 'menemukan' cadarnya dan mengenakannya menandai transisinya dari 'gadis dalam perjalanan' menjadi 'perempuan yang akan menikah' — sebuah pergeseran identitas yang ditandai oleh pakaian.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kejadian 24:65
Kejadian 38:14
'hatzamif' (cadar) yang Ribka kenakan (24:65) adalah kata yang sama yang digunakan Tamar di Kej. 38:14; meskipun konteksnya sangat berbeda, keduanya adalah penggunaan cadar sebagai penanda identitas atau perubahan peran; kata yang jarang ini menghubungkan dua narasi perempuan yang keduanya berkaitan dengan garis keturunan perjanjian
“dia menanggalkan pakaian jandanya, lalu menutupi dirinya dengan cadar dan berselubung...”
Rut 3:9
pertanyaan identitas dalam konteks pertemuan yang membawa pada pernikahan perjanjian muncul juga di Rut 3:9 — 'siapakah engkau?'; Ribka bertanya 'siapakah laki-laki itu?' (24:65) dan Boaz bertanya 'siapakah engkau?'; keduanya adalah pertanyaan identitas yang menjadi jembatan menuju pernikahan
“Lalu kata Boaz: 'Siapakah engkau?' Jawabnya: 'Akulah Rut, hambamu; rentangkanlah kiranya sayapmu melindungi hambamu ini, sebab engkaulah seorang yang wajib menebus.'”
Efesus 5:33
Ribka yang mengambil cadar saat mengetahui laki-laki itu adalah Ishak (24:65) adalah tindakan yang mengandung penghormatan — 'hormat' yang Ef. 5:33 sebutkan sebagai komponen penting dalam pernikahan; tindakan pertama Ribka setelah mengetahui identitas calon suaminya adalah tindakan hormat yang spontan
“Bagaimanapun juga, bagi kamu masing-masing berlaku: kasihilah istrimu seperti dirimu sendiri dan istri hendaklah menghormati suaminya.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kejadian 24:65
✕ Sering dikira
"Ribka mengambil cadar karena dia malu atau takut bertemu Ishak untuk pertama kali."
✓ Yang sebenarnya
Ribka baru saja membuat keputusan tegas 'aku akan pergi' (24:58) dan menempuh perjalanan panjang dari Mesopotamia ke Kanaan. Perempuan seperti ini tidak digambarkan sebagai penakut. Pengambilan cadar adalah tindakan budaya yang bermakna — penanda kesopanan dan kehormatan dalam pertemuan pertama dengan calon suami, bukan ekspresi rasa takut.
✕ Sering dikira
"'Dialah tuanku' (hu adoni) yang dikatakan hamba menunjukkan Ishak sudah menjadi tuan hamba sejak awal perjalanan, menggantikan Abraham."
✓ Yang sebenarnya
Sepanjang pasal 24, hamba menyebut Ishak sebagai 'anak tuanku' (ben adoni) — bukan 'tuanku'. Penggunaan 'hu adoni' di 24:65 adalah satu-satunya kali hamba menyebut Ishak sebagai 'tuanku' langsung, dan itu terjadi tepat saat Ribka melihatnya — menandai momen peralihan: Ishak yang sekarang mengambil peran sebagai 'tuan' dalam konteks ini.
Renungan
Renungan Singkat Kejadian 24:65
Dalam perjumpaan yang baru, penting untuk menjaga sopan santun dan sikap rendah hati. Tuham melihat hati kita, bukan hanya penampilan luar.
Bapa, tolong aku untuk selalu rendah hati dan sopan dalam setiap perjumpaan, terutama dengan orang-orang yang Engkau kirim. Amin.