Abraham melihat domba jantan di semak — dan mempersembahkannya menggantikan anaknya
Kejadian 22:13
Iman Abraham Diuji
“Kemudian, Abraham mengangkat wajahnya dan melihat seekor domba jantan yang tanduknya tersangkut di semak belukar. Lalu, Abraham pergi untuk mengambil domba jantan itu dan mempersembahkannya sebagai kurban bakaran menggantikan anaknya.”Kejadian 22:13 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Lalu Abraham menoleh dan melihat seekor domba jantan di belakangnya, yang tanduknya tersangkut dalam belukar. Abraham mengambil domba itu, lalu mengorbankannya sebagai korban bakaran pengganti anaknya.”Kejadian 22:13 · TB
Terjemahan Baru
“Lalu Abraham memandang ke sekitarnya dan melihat seekor domba jantan yang tanduknya tersangkut dalam semak-semak. Abraham mengambil domba itu lalu mempersembahkannya kepada TUHAN sebagai kurban bakaran pengganti anaknya.”Kejadian 22:13 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Ketika Abraham menoleh ke belakang, dia melihat seekor domba jantan yang tersangkut tanduknya pada semak belukar. Dia mengambil domba jantan itu, menyembelihnya, dan mempersembahkannya kepada TUHAN sebagai kurban yang dibakar habis. Jadi, domba itulah yang disembelih menggantikan Isak.”Kejadian 22:13 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And Abraham lifted up his eyes, and looked, and behold behind him a ram caught in a thicket by his horns: and Abraham went and took the ram, and offered him up for a burnt offering in the stead of his son.”Kejadian 22:13 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kejadian 22:13?
Setelah Abraham diperintahkan untuk menghentikan pengorbanan Ishak, ia melihat seekor domba jantan yang tanduknya tersangkut di semak. Domba itu menjadi pengganti Ishak, menunjukkan bahwa Allah menyediakan pengganti untuk kurban. Ini mengajarkan bahwa Allah selalu menyediakan jalan keluar dan pengganti bagi umat-Nya.
Latar belakang
Allah yang menyediakan — persis seperti yang dijanjikan Abraham
Abraham mengangkat pandangannya dan melihat seekor domba jantan yang tanduknya tersangkut di semak. 'Vayyissa et einav' — dia mengangkat pandangannya — frasa yang sama digunakan di 22:4 ketika Abraham melihat tempat itu dari jauh. Dua kali 'mengangkat pandangan': pertama melihat tujuan yang menakutkan, kedua melihat penyelamatan yang ajaib. Dan narator secara eksplisit mencatat: Abraham mempersembahkannya 'tahhat beno' — menggantikan anaknya. Satu kata Ibrani yang merangkum seluruh teologi substitusi.
Di mana
Gunung Moria
Penyediaan ilahi yang tepat waktu · domba yang menggantikan anak
Kapan
Sekitar 1845-1850 SM
Resolusi ujian — Ishak diselamatkan, domba jantan dipersembahkan
Yang berbicara
Musa (penulis)
Narator yang merekam penyediaan ilahi: domba jantan yang tanduknya tersangkut di semak menjadi korban pengganti bagi Ishak
Kepada
Pembaca yang menyaksikan janji 'Elohim yireh' (22:8) digenapi
Yang melihat jawaban Abraham kepada Ishak di 22:8 terbukti benar: Allah memang menyediakan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
וַיִּשָּׂא אֶת עֵינָיו
vayyissa et einav · mengangkat pandangannya
Dan dia mengangkat matanya — pengulangan frasa identik dari 22:4; di 22:4 Abraham mengangkat pandangan dan melihat 'tempat itu' yang menakutkan dari jauh; di 22:13 dia mengangkat pandangan dan melihat domba jantan — penyelamatannya; dua pengangkatan pandangan yang membingkai seluruh ujian: awal (melihat tujuan) dan akhir (melihat penyelamatan).
אַיִל
ayil · domba jantan
Domba jantan — ayil (kata benda maskulin = domba jantan, kambing jantan; yang kuat dan dewasa); yang tersangkut di semak bukan anak domba (seh/kebes) yang Ishak tanyakan di 22:7, tapi 'ayil' — domba jantan yang lebih besar dan lebih kuat; Allah menyediakan lebih dari yang diminta (Ishak tanya tentang 'seh', Allah menyediakan 'ayil'); ketersediaan yang melampaui pertanyaan.
תַּחַת בְּנוֹ
tahhat beno · menggantikan anaknya
Menggantikan anaknya — tahhat (dari tachat = di bawah, sebagai ganti dari, menggantikan; preposisi = sebagai pengganti, menggantikan); beno (anaknya; dari ben = anak + sufiks = anaknya); 'tahhat beno' adalah dua kata yang mengandung seluruh teologi substitusi: sesuatu mati sebagai pengganti seseorang yang lain; domba jantan 'tahhat beno' = domba jantan menggantikan anaknya; ekspresi teologis paling eksplisit tentang kurban penebus dalam Kejadian.
Vayyissa Avraham et einav vayyar vehineh ayil achar ne'echaz basevakh beqarnav vayyeiekh Avraham vayyiqqach et ha'ayil vayyaalehu le'olah tahhat beno (Abraham mengangkat pandangannya dan melihat seekor domba jantan di belakangnya tersangkut di semak pada tanduknya dan Abraham pergi dan mengambil domba jantan itu dan mempersembahkannya sebagai kurban bakaran menggantikan anaknya). Vayyissa et einav — mengangkat pandangan, paralel dengan 22:4, penglihatan yang berubah dari ujian ke penyelamatan. Ayil — domba jantan, lebih dari yang Ishak tanyakan. Tahhat beno — menggantikan anaknya, kata yang menjadi fondasi teologi substitusi.
Tahukah kamu
Tahhat beno: satu kata yang mengubah sejarah teologi
Kata 'tahhat' (תַּחַת) secara harfiah berarti 'di bawah, sebagai ganti dari, menggantikan'. Dalam 22:13, 'tahhat beno' = menggantikan anaknya. Ini adalah penggunaan konsep substitusi yang paling eksplisit dalam seluruh Perjanjian Lama — sesuatu yang mati sebagai pengganti seseorang yang lain. Domba jantan di semak menggantikan Ishak. Teologi substitusi yang kemudian menjadi jantung dari sistem kurban Imamat, dan pada akhirnya — dalam pandangan Perjanjian Baru — jantung dari Injil: 'Kristus mati untuk kita' (Rm. 5:8), 'Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita' (2 Kor. 5:21).
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kejadian 22:13
Roma 5:8
'Tahhat beno' (menggantikan anaknya, 22:13) menjadi tipologi dari Rm. 5:8: Kristus yang 'mati untuk kita' (hyper hemon = demi kita, menggantikan kita); domba jantan yang menggantikan Ishak mengantisipasi Anak Domba Allah yang menggantikan manusia berdosa; pola substitusi yang bergerak dari Moria ke Golgota
“Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.”
Imamat 16:21-22
domba jantan di semak yang menggantikan Ishak (22:13) mengantisipasi teologi kambing jantan Yom Kippur (Im. 16:21-22) yang 'menanggung kesalahan' — keduanya adalah hewan yang menggantikan manusia dalam konteks ritual pengurbanan; ritual Yom Kippur adalah ekspansi liturgis dari prinsip 'tahhat' yang pertama terjadi di Moria
“Dan Harun harus meletakkan kedua tangannya ke atas kepala kambing jantan yang hidup itu dan mengakui di atasnya segala kesalahan orang Israel... kambing jantan itu akan menanggung segala kesalahan mereka ke tanah yang tandus.”
Yohanes 1:29
domba jantan di Moria yang menjawab pertanyaan Ishak 'di mana domba?' (22:7, 13) dan 'tahhat beno' (menggantikan) mendapat penggenapan tipologis tertinggi dalam seruan Yohanes Pembaptis 'lihatlah Anak Domba Allah' (Yoh. 1:29); dari 'di mana domba?' di lereng Moria ke 'lihatlah Anak Domba Allah' di tepi Sungai Yordan adalah perjalanan teologi sepanjang satu perjanjian
“Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kejadian 22:13
✕ Sering dikira
"Domba jantan ditemukan Abraham secara kebetulan karena tanduknya tersangkut di semak."
✓ Yang sebenarnya
Narator menempatkan penemuan ini tepat setelah malaikat menghentikan Abraham dan melarangnya menyembelih Ishak — koneksi yang menyiratkan penyediaan ilahi, bukan kebetulan. Nama yang Abraham berikan pada tempat itu ('YHWH Yireh', 22:14) mengkonfirmasi: ini bukan kebetulan tapi penyediaan Allah yang dia janjikan di 22:8.
✕ Sering dikira
"'Tahhat beno' berarti domba itu setara nilainya dengan Ishak — substitusi yang adil."
✓ Yang sebenarnya
Secara teologis, tidak ada hewan yang 'setara nilainya' dengan manusia yang dibuat menurut gambar Allah. 'Tahhat' tidak menyiratkan kesetaraan nilai tapi penggantian posisi — sesuatu yang mati di posisi yang seharusnya ditempati yang lain. Keadekuatan substitusi datang dari konteks perjanjian dan kehendak Allah, bukan dari nilai intrinsik domba jantan.
Renungan
Renungan Singkat Kejadian 22:13
Dalam hidup, kita mungkin menghadapi situasi yang tampaknya mustahil, tetapi Allah dapat menyediakan solusi yang tidak kita duga. Saat kita taat dan percaya, Dia akan menunjukkan jalan keluar dan menyediakan kebutuhan kita tepat pada waktunya.
Tuhan, terima kasih karena Engkau selalu menyediakan kebutuhan kami, bahkan di tengah kesulitan. Amin.