Abraham menjelaskan ketakutannya — aku pikir rasa takut akan Allah tidak ada di sini

Kejadian 20:11

Abraham dan Abimelekh

Kata Abraham, “Pikirku, sesungguhnya rasa takut akan Allah tidak ada dalam tempat ini sehingga mereka akan membunuhku karena istriku.

Kejadian 20:11 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Kejadian 20:11?

Abraham menjelaskan bahwa ia takut tidak ada rasa takut akan Allah di tempat itu, sehingga ia khawatir akan dibunuh demi Sara. Ini mengungkapkan bahwa Abraham lebih mengandalkan akal dan ketakutannya daripada mempercayai perlindungan Allah yang telah ia alami sebelumnya.

Latar belakang

Vayyomer Avraham ki amarti raq en yir'at Elohim bamaqom hazeh vaharaguni al devar ishti — Abraham berkata karena aku berkata sesungguhnya tidak ada rasa takut akan Allah di tempat ini dan mereka akan membunuhku karena istriku

Kata Abraham, 'Pikirku, sesungguhnya rasa takut akan Allah tidak ada dalam tempat ini sehingga mereka akan membunuhku karena istriku.' Abraham mengungkapkan alasan di balik strateginya: ketakutan akan kematian yang didasarkan pada asumsi bahwa penduduk Gerar tidak memiliki yir'at Elohim (rasa takut akan Allah). Ironi besar: Abraham salah besar tentang asumsi ini. Abimelekh yang baru saja berbicara langsung dengan Allah dalam mimpi, merespons dengan serius, dan bertindak dengan 'betom levav' (ketulusan hati) adalah bukti nyata bahwa 'yir'at Elohim' ada di Gerar — mungkin bahkan lebih dari yang Abraham tunjukkan dengan strateginya.

Di mana

Gerar — hadapan Abimelekh

Konfrontasi yang berlanjut · Abraham menjelaskan asumsi yang ternyata salah

Kapan

Sekitar 1859 SM

Abraham mengungkap asumsinya yang keliru tentang Gerar

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Abimelekh bertanya tentang motivasi Abraham (20:10)
Abraham menjelaskan bahwa Sara memang setengah adiknya (20:12)
Kamu di sini
A

Yang berbicara

Abraham

Yang akhirnya memberikan penjelasan jujur tentang motivasi di balik strateginya: ketakutan akan kematian karena asumsi bahwa orang Gerar tidak memiliki rasa takut akan Allah

A

Kepada

Abimelekh

Yang mendengar penjelasan Abraham — sebuah ironi besar mengingat Abimelekh baru saja berinteraksi dengan Allah dalam mimpi dan merespons dengan sangat serius

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

יִרְאַת אֱלֹהִים

yir'at Elohim · rasa takut akan Allah

Rasa takut akan Allah — yir'at (dari yara' = takut; kata benda konstruktus feminin = rasa takut akan/dari); Elohim (Allah; kata benda jamak yang digunakan sebagai nama tunggal untuk Allah); 'yir'at Elohim' = rasa takut yang hormat kepada Allah, standar moral yang membuat seseorang tidak melakukan kejahatan; frasa yang berulang dalam Kejadian dan Keluaran sebagai ukuran moral universal.

וַהֲרָגוּנִי

vaharaguni · mereka akan membunuhku

Dan mereka akan membunuhku — vaharaguni (dari harag = membunuh; qal konsekutif imperfek orang ketiga maskulin jamak + sufiks orang pertama = dan mereka akan membunuh aku); ketakutan Abraham diungkapkan dengan kata kerja spesifik: dibunuh, bukan sekadar dirugikan; kekhawatiran akan nyawa yang mendorong strategi perlindungan diri dengan mengorbankan kebenaran.

בַּמָּקוֹם הַזֶּה

bamaqom hazeh · di tempat ini

Di tempat ini — bamaqom (di tempat; dari maqom = tempat; dengan ba = di + artikel = di tempat itu); hazeh (ini; demonstratif = ini); 'bamaqom hazeh' merujuk ke Gerar; Abraham membuat generalisasi tentang seluruh tempat ini berdasarkan asumsi tentang penduduknya — asumsi yang terbukti salah di ayat 3-6 ketika Abimelekh justru merespons peringatan Allah dengan serius.

Vayyomer Avraham ki amarti raq en yir'at Elohim bamaqom hazeh vaharaguni 'al devar ishti (Abraham berkata karena aku berkata sesungguhnya tidak ada rasa takut akan Allah di tempat ini dan mereka akan membunuh aku karena istriku). Yir'at Elohim — rasa takut akan Allah, standar moral universal yang Abraham asumsikan tidak ada. Vaharaguni — mereka akan membunuhku, ketakutan eksistensial yang mendorong strategi. Bamaqom hazeh — di tempat ini, generalisasi tentang Gerar yang ternyata keliru.

Tahukah kamu

Yir'at Elohim: rasa takut akan Allah sebagai standar moral universal, bukan eksklusif Israel

Frasa 'yir'at Elohim' (rasa takut akan Allah) yang Abraham asumsikan tidak ada di Gerar adalah konsep yang muncul berulang dalam narasi Kejadian sebagai standar moral universal. Bidan Mesir yang menolak membunuh bayi Israel dalam Keluaran 1:17 bertindak karena 'takut akan Allah' — meskipun mereka bukan Israel. Di Kejadian 42:18, Yusuf (menyamar sebagai orang Mesir) berkata kepada saudaranya 'aku takut akan Allah.' Dalam banyak konteks, 'yir'at Elohim' adalah penanda bahwa seseorang memiliki standar moral dasar yang tidak akan melakukan kejahatan. Ironi pasal 20: Abraham mengasumsikan tidak ada yir'at Elohim di Gerar, padahal Abimelekh menunjukkan yir'at Elohim yang lebih konkret dari Abraham sendiri.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Kejadian 20:11

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Kejadian 20:11

✕  Sering dikira

"Abraham benar bahwa orang Gerar tidak memiliki yir'at Elohim, karena mereka mau mengambil istri orang lain."

✓  Yang sebenarnya

Ayat 3-6 menunjukkan sebaliknya: Abimelekh bertindak dalam ketidaktahuan (karena Abraham berbohong), bukan karena tidak memiliki standar moral. Allah sendiri mengakui 'ketulusan hati' Abimelekh (20:6). Abimelekh yang berinteraksi dengan Allah dalam mimpi dan merespons dengan serius adalah bukti konkret adanya yir'at Elohim di Gerar.

✕  Sering dikira

"Strategi Abraham adalah bijaksana karena dia mempertimbangkan keselamatan dirinya."

✓  Yang sebenarnya

Strategi Abraham dibangun di atas asumsi yang salah (tidak ada yir'at Elohim) dan menggunakan cara yang salah (menyesatkan orang yang tidak bersalah). Bahwa Allah harus turun tangan untuk menyelamatkan Sara — bukan karena Abraham memiliki rencana yang baik, tapi meskipun Abraham memiliki rencana yang keliru — adalah catatan yang serius dalam narasi ini.

Renungan

Renungan Singkat Kejadian 20:11

Ketakutan bisa membuat kita mengambil jalan pintas yang tidak benar, bahkan melupakan pengalaman pemeliharaan Tuhan di masa lalu. Mari kita periksa motivasi kita: apakah kita bertindak karena takut atau karena iman?

Tuhan, ampunilah aku ketika aku bertindak karena takut dan bukan karena iman. Perkuat keyakinanku akan perlindungan-Mu yang setia. Amin.