Abraham bergerak ke selatan — dari Mamre ke Gerar
Kejadian 20:1
Abraham dan Abimelekh
“Dari tempat itu, Abraham berjalan menuju ke selatan dan tinggal di antara Kadesh dan Syur. Kemudian, dia tinggal sementara di Gerar.”Kejadian 20:1 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Lalu Abraham berangkat dari situ ke Tanah Negeb dan ia menetap antara Kadesh dan Syur. Ia tinggal di Gerar sebagai orang asing.”Kejadian 20:1 · TB
Terjemahan Baru
“Abraham pindah dari Mamre ke bagian selatan tanah Kanaan, dan menetap di antara Kades dan Syur. Beberapa waktu kemudian, ketika ia tinggal di Gerar,”Kejadian 20:1 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Lalu Abraham pergi dari tanah milik Mamre ke bagian selatan Kanaan, di wilayah Filistin. Dalam perjalanannya, untuk sementara waktu dia tinggal di suatu tempat di antara Kades dan Syur, kemudian pindah ke Gerar. Sewaktu di Gerar,”Kejadian 20:1 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And Abraham journeyed from thence toward the south country, and dwelled between Kadesh and Shur, and sojourned in Gerar.”Kejadian 20:1 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kejadian 20:1?
Ayat ini menceritakan Abraham berpindah ke wilayah Gerar, yang dikuasai oleh Abimelekh. Ini menunjukkan bahwa Abraham terus mengembara dan bergantung pada Tuhan di tanah asing.
Latar belakang
Vayyissa' misham Avraham artsa hanegev vayeshev ben Qadesh uven Shur vayyagar biGrar — Abraham bergerak dari sana ke tanah Negev dan tinggal antara Kadesh dan Syur dan menetap sementara di Gerar
Dari tempat itu, Abraham berjalan menuju ke selatan dan tinggal di antara Kadesh dan Syur. Kemudian, dia tinggal sementara di Gerar. Narator mencatat perpindahan Abraham dari Mamre ke selatan dengan tiga penanda lokasi: (1) 'artsa hanegev' = ke tanah Negev (wilayah selatan Kanaan); (2) 'ben Qadesh uven Shur' = antara Kadesh dan Syur (dua titik referensi yang mengapit wilayah); (3) 'biGrar' = di Gerar, kota di wilayah yang kemudian menjadi Filistin. Kata 'vayyagar' = tinggal sementara sebagai orang asing, bukan sebagai warga tetap. Gerakan ini mungkin dipicu oleh kepulangan dari Mamre setelah melihat asap Sodom (19:27-28), atau kebutuhan untuk mencari padang rumput baru untuk ternak.
Di mana
Gerar — antara Kadesh dan Syur, wilayah Negev selatan
Antara padang gurun Kadesh dan Syur · Abraham tinggal sementara di Gerar
Kapan
Sekitar 1859 SM — setelah kehancuran Sodom
Abraham berpindah dari Mamre ke wilayah selatan
Yang berbicara
Musa (penulis)
Narator yang memulai pasal baru dengan gerakan geografis Abraham dari Hebron ke selatan, mendekati wilayah Filistin
Kepada
Pembaca yang mengikuti perjalanan Abraham
Pembaca yang berpindah dari drama pasal 18–19 (Sodom, Lot, gua) kembali ke narasi Abraham yang bergerak melanjutkan hidupnya
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
וַיִּסַּע
vayyissa' · bergerak
Dan dia bergerak/berangkat — vayyissa' (dari nasa' = menarik/mencabut tenda untuk bergerak; qal konsekutif imperfek orang ketiga maskulin tunggal = dan dia berangkat); kata teknis untuk gerakan kafilah nomaden: mencabut pasak tenda dan bergerak; digunakan berkali-kali untuk perjalanan Abraham (12:9; 13:11; dll.); Abraham tetap dalam pola hidupnya sebagai pengembara dengan tenda.
וַיָּגָר
vayyagar · tinggal sementara
Dan dia tinggal sementara sebagai orang asing — vayyagar (dari gur = tinggal sementara sebagai orang asing, bermukim tanpa hak warga penuh; qal konsekutif imperfek orang ketiga maskulin tunggal = dan dia bermukim); kata 'ger' (orang asing yang bermukim) yang menjadi dasar hukum perlindungan orang asing dalam Taurat; Abraham sendiri adalah 'ger' di setiap tempat yang dia tinggali.
גְּרָר
Gerar · Gerar
Gerar — Gerar (nama kota; kemungkinan dari garar = menyeret, menarik; akar yang tidak pasti; kota di wilayah Negev/selatan Kanaan yang kemudian masuk dalam wilayah Filistin; diidentifikasi dengan Tel Haror dekat Bersyeba); kota yang menjadi latar dua kisah serupa: Abraham-Abimelekh (pasal 20) dan Ishak-Abimelekh (pasal 26).
Vayyissa' misham Avraham artsa hanegev vayyeshev ben Qadesh uven Shur vayyagar biGrar (Dan Abraham berangkat dari sana ke tanah Negev dan tinggal antara Kadesh dan Syur dan bermukim sementara di Gerar). Vayyissa' — berangkat, gerakan nomaden yang sudah familiar. Vayyagar — bermukim sementara sebagai orang asing, status yang selalu melekat pada Abraham. Gerar — kota baru, ancaman baru yang segera akan terjadi.
Tahukah kamu
Gerar: kota yang muncul dua kali dalam kisah Abraham dan Ishak
Gerar adalah kota yang muncul dua kali dalam Kejadian dalam konteks yang hampir identik: pertama ketika Abraham tinggal di sana dan mengklaim Sara sebagai adiknya kepada Abimelekh (pasal 20), kemudian ketika Ishak melakukan hal yang sama tentang Rebeka kepada Abimelekh yang sama atau penggantinya (Kej. 26). Beberapa penafsir melihat ini sebagai dua laporan yang berbeda dari kisah yang sama, tapi teks mempresentasikannya sebagai dua peristiwa terpisah yang melibatkan ayah dan anak. Gerar secara arkeologis diidentifikasi dengan Tel Haror, sekitar 18 km barat daya Bersyeba. Nama 'Abimelekh' di Gerar mungkin adalah gelar kerajaan (seperti 'Firaun' di Mesir) daripada nama pribadi.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kejadian 20:1
Kejadian 12:10
Abraham yang 'turun ke Mesir untuk tinggal sementara' (12:10) karena kelaparan menggunakan kata 'vagur' yang sama dengan 'vayyagar biGrar' (20:1); pola yang berulang: Abraham bergerak ke negeri asing dan tinggal sementara — dan pola ancaman terhadap Sara yang mengikutinya (12:11-20 dan 20:2-18) juga berulang
“Ketika ada kelaparan di negeri itu, Abram turun ke Mesir untuk tinggal sementara di sana sebab kelaparan itu sangat berat di negeri itu.”
Kejadian 26:1
Ishak yang pergi ke Gerar (Kej. 26:1) mengulang pola ayahnya Abraham yang tinggal di Gerar (20:1); dua generasi, kota yang sama, raja dengan nama yang sama (Abimelekh), dan insiden yang hampir identik (mengklaim istri sebagai adik); narator mempresentasikannya sebagai pola yang berulang dalam keluarga Abraham
“Ada kelaparan di negeri itu, selain dari kelaparan yang pertama yang terjadi di zaman Abraham. Ishak pergi ke Gerar, kepada Abimelekh, raja orang Filistin.”
Ibrani 11:9
Abraham yang selalu 'tinggal sementara' (vayyagar) di setiap tempat, termasuk Gerar (20:1), adalah ekspresi dari apa yang Ibrani 11:9 gambarkan: Abraham yang hidup sebagai orang asing di tanah yang dijanjikan, 'diam dalam kemah' — iman yang tidak mencengkram bumi tapi menunggu kota yang dibangun Allah
“Karena iman ia tinggal di tanah yang dijanjikan itu seolah-olah di tanah asing, dan ia diam dalam kemah...”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kejadian 20:1
✕ Sering dikira
"Abraham pindah ke selatan karena takut setelah melihat kehancuran Sodom."
✓ Yang sebenarnya
Teks tidak memberikan alasan eksplisit untuk perpindahan Abraham ke Gerar. Mungkin karena kebutuhan padang rumput, mungkin karena pengembaran biasa, mungkin karena faktor lain. Narator hanya mencatat gerakan geografisnya tanpa motivasi yang dinyatakan.
✕ Sering dikira
"Gerar adalah bagian dari tanah Kanaan yang Allah janjikan sehingga Abraham memiliki hak atas kota itu."
✓ Yang sebenarnya
Abraham tinggal di Gerar sebagai 'vayyagar' = orang asing yang bermukim sementara, bukan sebagai warga yang memiliki hak. Gerar berada di wilayah yang kemudian menjadi Filistin — tanah yang dalam zaman Abraham belum dimiliki oleh keturunannya. Abraham sadar dengan statusnya sebagai 'ger' di setiap tempat yang dia kunjungi.
Renungan
Renungan Singkat Kejadian 20:1
Ketika kita berpindah atau menghadapi situasi baru, kita juga bisa belajar untuk tetap percaya pada Tuhan, bukan hanya pada lingkungan yang familiar.
Tuhan, ajari aku untuk selalu berserah pada-Mu di setiap langkah kehidupanku, di mana pun aku berada. Amin.