Lari! Jangan menoleh ke belakang, jangan berhenti di lembah — lari ke pegunungan
Kejadian 19:17
Kehancuran Sodom
“Ketika mereka sudah membawa Lot dan keluarganya ke luar kota, salah satu dari mereka berkata, “Lari! Selamatkan nyawamu! Jangan menoleh ke belakang, jangan berhenti di mana pun di lembah, dan larilah ke pegunungan, atau kamu juga akan dibinasakan!””Kejadian 19:17 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Sesudah kedua orang itu menuntun mereka sampai ke luar, berkatalah seorang: "Larilah, selamatkanlah nyawamu; janganlah menoleh ke belakang, dan janganlah berhenti di manapun juga di Lembah Yordan, larilah ke pegunungan, supaya engkau jangan mati lenyap."”Kejadian 19:17 · TB
Terjemahan Baru
“Sesudah itu seorang dari malaikat itu berkata, "Larilah, selamatkan nyawamu! Jangan menoleh ke belakang dan jangan berhenti di lembah. Larilah ke pegunungan, supaya kalian jangan mati!"”Kejadian 19:17 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Sesampainya mereka di luar kota, salah satu malaikat itu berkata, “Larilah untuk menyelamatkan nyawamu! Jangan menoleh ke belakang! Jangan berhenti di lembah! Larilah ke daerah perbukitan supaya kalian tidak mati!””Kejadian 19:17 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And it came to pass, when they had brought them forth abroad, that he said, Escape for thy life; look not behind thee, neither stay thou in all the plain; escape to the mountain, lest thou be consumed.”Kejadian 19:17 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kejadian 19:17?
Setelah membawa mereka keluar, malaikat memerintahkan Lot untuk lari ke pegunungan dan jangan menoleh ke belakang serta jangan berhenti di lembah, agar tidak binasa. Ini adalah perintah untuk fokus ke depan dan tidak kembali ke masa lalu.
Latar belakang
Himalet al nafshekha al tabbit aharekha ve'al ta'amod bekhol hakkikkar hahar himalet pen tissafeh — Selamatkan nyawamu jangan menoleh ke belakang jangan berhenti di seluruh lembah lari ke pegunungan atau kamu akan dibinasakan
Ketika mereka sudah membawa Lot dan keluarganya ke luar kota, salah satu dari mereka berkata, 'Lari! Selamatkan nyawamu! Jangan menoleh ke belakang, jangan berhenti di mana pun di lembah, dan larilah ke pegunungan, atau kamu juga akan dibinasakan!' Tiga larangan dan satu perintah: (1) Jangan menoleh ke belakang; (2) Jangan berhenti di mana pun di lembah (ki hor hakkikkar); (3) Larilah ke pegunungan. 'Himalet al nafshekha' = selamatkan nyawamu (harfiah: loloskan dirimu untuk jiwamu). Larangan 'jangan menoleh ke belakang' yang akan dilanggar oleh istri Lot (19:26) adalah instruksi yang paling terkenal dari seluruh cerita Sodom — dan paling sering disalahmengerti.
Di mana
Di luar tembok Sodom
Fajar — tepat sebelum kehancuran dimulai, Lot berdiri di luar kota
Kapan
Sekitar 1860 SM — fajar hari kehancuran Sodom
Instruksi pelarian terakhir — sebelum belerang turun
Yang berbicara
Salah satu malaikat
Yang memberikan tiga larangan dan satu perintah kepada Lot dan keluarganya setelah membawa mereka keluar dari kota
Kepada
Lot dan keluarganya
Yang kini berdiri di luar Sodom dan menerima instruksi pelarian terakhir — yang tidak semuanya akan ditaati
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
הִמָּלֵט עַל נַפְשֶׁךָ
himalet al nafshekha · selamatkan nyawamu
Selamatkan dirimu / loloskan dirimu — himalet (dari malat = lolos, selamat; niphal imperatif = selamatkan dirimu, jadikan dirimu selamat); al (tentang, untuk; preposisi); nafshekha (jiwamu; dari nefesh = jiwa, diri, kehidupan; dengan sufiks orang kedua maskulin = jiwamu); bersama: 'selamatkanlah dirimu untuk jiwamu' atau 'loloskan dirimu demi nyawamu'; ungkapan urgensi keselamatan diri yang total.
אַל תַּבִּיט אַחֲרֶיךָ
'al tabbit 'aharekha · jangan menoleh ke belakang
Janganlah kamu melihat ke belakangmu — 'al (jangan; partikel negasi untuk larangan sementara atau spesifik); tabbit (dari nabat = melihat, memandang; hiphil imperfek orang kedua maskulin tunggal = kamu akan melihat; dengan 'al = janganlah melihat); 'aharekha (ke belakangmu; dari 'ahar = belakang + sufiks = belakangmu); larangan yang akan dilanggar oleh istri Lot (19:26) dengan konsekuensi fatal.
הָהָרָה הִמָּלֵט
haharah himalet · larilah ke pegunungan
Larilah ke pegunungan — haharah (ke gunung/pegunungan; dari har = gunung, pegunungan + arah = ke pegunungan); himalet (selamatkan dirimu; niphal imperatif dari malat; pengulangan dari awal kalimat = tekanan ganda pada keselamatan); perintah yang Lot akan negosiasikan di 19:18-20: bukan ke pegunungan tapi ke kota kecil Zoar.
Vayehi kehhotsi'am otam hahhutsah vayyomer himalet al nafshekha al tabbit 'aharekha ve'al ta'amod bekhol hakkikkar haharah himalet pen tissafeh (Ketika mereka membawa mereka ke luar seseorang berkata selamatkan nyawamu jangan menoleh ke belakang jangan berhenti di seluruh lembah ke pegunungan selamatkanlah jangan sampai tersapu). Himalet al nafshekha — selamatkan nyawamu, urgensi total. 'Al tabbit 'aharekha — jangan menoleh ke belakang, instruksi yang akan dilanggar istri Lot. Haharah himalet — larilah ke pegunungan, tujuan yang akan dinegosiasikan Lot.
Tahukah kamu
Jangan menoleh ke belakang: perintah keselamatan, bukan larangan untuk bersedih
'Al tabbit aharekha' (jangan menoleh ke belakang) bukan larangan untuk bersedih atau bernostalgia — ini adalah instruksi keselamatan yang praktis dan teologis sekaligus. Praktis: berlari sambil terus menoleh ke belakang memperlambat pelarian dan membuat seseorang rentan terjatuh. Teologis: menoleh ke belakang berarti orientasi hati yang masih terhubung dengan yang harus ditinggalkan. Dalam narasi Lot, Sodom bukan hanya kota yang harus ditinggalkan secara fisik tapi komitmen hati yang harus diputuskan. Istri Lot yang menoleh menjadi tiang garam (19:26) adalah tanda kehilangan jiwa yang gagal melepaskan apa yang seharusnya ditinggalkan. Yesus mengacu pada kisah ini secara eksplisit: 'Ingatlah istri Lot!' (Lukas 17:32).
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kejadian 19:17
Lukas 17:31-32
Yesus secara eksplisit mengacu pada larangan 'jangan menoleh ke belakang' (19:17) dan contoh istri Lot (19:26) dalam pengajarannya tentang kesiapan eskatologis (Luk. 17:31-32); 'ingatlah istri Lot!' adalah peringatan yang Yesus ambil langsung dari narasi ini sebagai pelajaran tentang orientasi hati
“Pada hari itu, siapapun yang ada di atas atap rumah dan barang-barangnya ada di dalam rumah, janganlah ia turun untuk mengambilnya. Dan begitu pula orang yang ada di ladang, janganlah ia berpaling ke belakang. Ingatlah istri Lot!”
Filipi 3:13-14
'Jangan menoleh ke belakang' (19:17) sebagai prinsip keselamatan dan orientasi ke depan menemukan analoginya dalam Paulus (Fil. 3:13-14): 'melupakan yang di belakang dan mengarahkan diri ke depan'; keduanya menggambarkan bahwa keselamatan dan pertumbuhan memerlukan pemutusan dengan yang harus ditinggalkan
“...aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah.”
Keluaran 14:13
Lot diperintahkan 'lari selamatkan nyawamu' (19:17) sementara Israel diperintahkan 'berdirilah tetap' (Kel. 14:13) — dua respons berbeda untuk dua situasi berbeda; dalam kedua kasus, keselamatan datang dari TUHAN; konteks menentukan apakah yang dibutuhkan adalah berlari atau diam
“Tetapi Musa berkata kepada bangsa itu, 'Janganlah kamu takut, berdirilah tetap dan lihatlah keselamatan dari TUHAN, yang akan diberikan-Nya hari ini kepadamu...'”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kejadian 19:17
✕ Sering dikira
"Larangan 'jangan menoleh ke belakang' berarti Lot dilarang merasa sedih atau berduka atas kehilangan rumahnya."
✓ Yang sebenarnya
Teks tidak berbicara tentang perasaan internal Lot. Larangan itu adalah instruksi keselamatan yang praktis dan teologis: berlari sambil menoleh memperlambat pelarian; dan menoleh kembali menunjukkan orientasi hati yang masih terikat pada yang harus ditinggalkan. Yesus menggunakannya dalam konteks eskatologis (Luk. 17:32) sebagai peringatan tentang orientasi, bukan tentang larangan berduka.
✕ Sering dikira
"'Larilah ke pegunungan' adalah satu-satunya tujuan yang diizinkan dan Lot salah karena negosiasi ke Zoar."
✓ Yang sebenarnya
Teks menunjukkan bahwa Lot bernegosiasi dengan salah satu malaikat untuk diizinkan lari ke Zoar (19:18-22) dan permintaan itu dikabulkan ('aku juga akan mengabulkan permintaanmu ini', 19:21). Para malaikat cukup fleksibel untuk menyesuaikan rencana pelarian — instruksi awal ('ke pegunungan') bukan mandat kaku yang tidak bisa dinegosiasi.
Renungan
Renungan Singkat Kejadian 19:17
Ketika Tuhan membebaskan kita dari dosa, jangan menoleh ke belakang dengan menyesali atau merindukan kehidupan lama. Fokuslah pada panggilan Tuhan untuk maju.
Tuhan, berikan aku kekuatan untuk tidak menoleh ke belakang dan untuk terus berjalan maju dalam mengikut-Mu. Amin.