Kamu tidak akan memanggilnya Sarai lagi, melainkan Sara — Sarai pun menerima nama baru dan identitas baru

Kejadian 17:15

Janji Allah Mengenai Ishak

Kemudian, Allah berfirman kepada Abraham, “Mengenai istrimu, Sarai, kamu tidak akan memanggilnya Sarai lagi, melainkan Sara, itulah namanya.

Kejadian 17:15 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Kejadian 17:15?

Allah mengganti nama Sarai menjadi Sara, yang berarti 'puteri' atau 'bangsawan'. Ini menandakan perubahan status dan peran Sara dalam rencana Allah: ia akan menjadi ibu dari bangsa-bangsa dan raja-raja. Perubahan nama ini menunjukkan bahwa Allah memanggil Sara untuk peran yang lebih besar.

Latar belakang

Lo tiqre' et shemah Saray ki Sarah shemah — jangan sebut namanya Sarai lagi, karena Sara namanya

Kemudian, Allah berfirman kepada Abraham, 'Mengenai istrimu, Sarai, kamu tidak akan memanggilnya Sarai lagi, melainkan Sara, itulah namanya.' Perubahan nama ini lebih halus dari Abraham (Abram → Abraham, penambahan satu suku kata). Sarai dan Sara keduanya berarti 'putri' atau 'perempuan bangsawan' — dalam Ibrani keduanya hampir identik, hanya perbedaan vokal yang mungkin mencerminkan dialek. Tapi maknanya besar: Allah menyertakan Sarai dalam pembaruan perjanjian. Selama ini Sarai 'hanya' istri Abraham dalam kisah perjanjian — kini Allah secara eksplisit menyebutnya dan memberikan identitas baru yang paralel dengan Abraham. Pasangan perjanjian, bukan hanya pasangan hidup.

Di mana

Kanaan — lokasi penampakan ilahi

Pembaruan identitas Sarai: dari nama lama ke nama baru yang mengandung janji

Kapan

Sekitar 1861 SM — Abraham berumur 99 tahun, Sarai 89 tahun

Pembaruan nama Sarai sebagai bagian dari pembaruan perjanjian

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Konsekuensi bagi yang mengingkari perjanjian: karet (17:14)
Allah menjanjikan anak laki-laki dari Sara dan keturunan yang luar biasa (17:16)
Kamu di sini
A

Yang berbicara

Allah (El Shaddai)

Allah yang memberikan nama baru kepada Sarai — setelah Abraham mendapat nama baru di 17:5, kini Sarai mendapatkan hal yang sama; Allah membarui identitas keduanya sebagai pasangan perjanjian

A

Kepada

Abraham (bukan Sarai yang mendengar langsung)

Abraham yang menerima kabar tentang nama baru istrinya — Allah tidak berbicara kepada Sarai secara langsung dalam pasal ini; Abraham yang harus menyampaikan hal ini kepada Sarai

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

שָׂרַי

Saray · Sarai

Sarai — Saray (bentuk nama yang lebih tua; kemungkinan dari sar = penguasa, pemimpin + sufiks posesif -ay = kuno = perempuan penguasaku/putriku; atau dialek yang berbeda untuk 'ratu/perempuan bangsawan'); nama yang sudah digunakan selama lebih dari 90 tahun — kini digantikan oleh Allah.

שָׂרָה

Sarah · Sara

Sara — Sarah (dari sar = penguasa, pemimpin; feminin saraf (sarah) = perempuan penguasa, putri, ratu; dalam bahasa Ibrani modern: sarah = menteri, pemimpin perempuan; perubahan dari Saray ke Sarah menghapus sufiks posesif lama dan memberikan nama yang lebih universal = perempuan bangsawan yang tidak dimiliki hanya oleh satu pihak tapi menjadi 'ibu bangsa-bangsa').

שְׁמָהּ

shemah · itulah namanya

Namanya — shemah (dari shem = nama + sufiks feminin -ah = miliknya feminin = namanya); frasa 'Sara itulah namanya' menekankan keabsahan nama baru dan kepermanenannya; bukan sekadar nama panggilan tapi identitas yang ditetapkan Allah.

Ve'Elohim vayyomer el Avraham Saray ishtekha lo tiqre' et shemah Saray ki Sarah shemah (Dan Allah berkata kepada Abraham Sarai istrimu tidak akan kamu panggil namanya Sarai karena Sara namanya). Sara. Satu huruf berbeda. Tapi bagi Allah, cukup untuk menandai perubahan identitas. Kini keduanya — Abraham dan Sara — membawa nama yang diberikan Allah, identitas yang mencerminkan panggilan ilahi.

Tahukah kamu

Apa perbedaan antara Sarai dan Sara? Lebih dari sekadar ejaan

Secara linguistik, perbedaan antara שָׂרַי (Sarai) dan שָׂרָה (Sara) adalah perubahan vokal pada akhiran. Ada beberapa interpretasi: (1) Sarai berasal dari bentuk lama yang berarti 'putriku/perempuanku' (sufiks posesif pihak pertama kuno) → Sara adalah bentuk umum = 'perempuan bangsawan, putri, ratu'; (2) Dalam tradisi Ibrani Klasik, penambahan huruf hey (ה) dari nama YHWH kepada Abram → Abraham dan dari Sarai → Sara adalah cara membaca yang populer — Allah menyematkan sebagian nama-Nya dalam nama mereka; (3) Sara dalam bahasa Arab berarti 'perempuan yang murni/bebas.' Yang jelas: perubahan nama menandai status baru sebagai 'ibu bangsa-bangsa' (17:16) — bukan hanya istri Abraham.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Kejadian 17:15

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Kejadian 17:15

✕  Sering dikira

"Sarai dan Sara adalah nama yang sama — tidak ada perubahan bermakna, hanya ejaan dialek yang berbeda."

✓  Yang sebenarnya

Meskipun perbedaan linguistik kecil, Allah sendiri menyatakan bahwa 'Sara itulah namanya' — menegaskan bahwa ini bukan sekadar variasi ejaan. Dalam konteks Alkitab, setiap kali Allah memberikan nama baru, itu menandai perubahan identitas dan panggilan. Setelah 17:15, teks Alkitab secara konsisten menggunakan 'Sara,' bukan 'Sarai,' untuk tokoh yang sama.

✕  Sering dikira

"Bahwa Allah berbicara kepada Abraham tentang nama baru Sara — bukan kepada Sara langsung — menunjukkan Sara tidak penting dalam perjanjian."

✓  Yang sebenarnya

Justru sebaliknya: Allah menyebutkan Sara secara eksplisit ('mengenai istrimu, Sarai') dan memberikan padanya janji yang setara dengan Abraham (17:16). Bahwa Allah berbicara melalui Abraham tidak mengurangi status Sara — ini adalah model komunikasi yang umum dalam keluarga perjanjian kuno.

Renungan

Renungan Singkat Kejadian 17:15

Terkadang Allah mengubah identitas kita atau memberikan kita panggilan baru. Apakah kita terbuka terhadap perubahan yang Allah inginkan dalam hidup kita, bahkan jika itu mengubah cara kita melihat diri sendiri?

Tuhan, bukalah hati kami untuk menerima panggilan baru dari-Mu, dan jadikan kami alat berkat bagi banyak orang, Amin.