Di mazbah pertama Abraham memanggil nama TUHAN — kembalinya iman setelah episode Mesir
Kejadian 13:4
Abram dan Lot Berpisah
“tempat dia mendirikan mazbah untuk pertama kalinya. Di sana, Abram memanggil nama TUHAN.”Kejadian 13:4 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“ke tempat mezbah yang dibuatnya dahulu di sana; di situlah Abram memanggil nama TUHAN.”Kejadian 13:4 · TB
Terjemahan Baru
“dan mendirikan mezbah. Di situ ia menyembah TUHAN.”Kejadian 13:4 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“(13:3)”Kejadian 13:4 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Unto the place of the altar, which he had made there at the first: and there Abram called on the name of the LORD.”Kejadian 13:4 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kejadian 13:4?
Di tempat itu, Abram memanggil nama TUHAN, menunjukkan tindakan penyembahan yang nyata. Ini menegaskan bahwa Abram selalu mengutamakan hubungan dengan Allah di setiap persinggahannya.
Latar belakang
Mazbah pertama, nama TUHAN dipanggil lagi — pemulihan bukan hanya geografis tapi spiritual
Tempat dia mendirikan mazbah untuk pertama kalinya. Di sana, Abram memanggil nama TUHAN. Kalimat ini melanjutkan kalimat sebelumnya (13:3) yang terputus. Penulis membagi satu informasi menjadi dua ayat untuk menekankan: Abraham kembali ke TEMPAT yang sama (13:3) DAN IBADAH yang sama (13:4). Dua elemen pemulihan: lokasi dan spiritualitas. 'Memanggil nama TUHAN' (qara' beshem YHWH) — formula yang sama dengan 12:8. Setelah episode Mesir di mana Abraham tidak tercatat memanggil nama TUHAN atau berdoa, kini dia kembali. Tidak ada doa pengakuan dosa yang tercatat, tidak ada korban khusus — hanya 'memanggil nama TUHAN.' Kadang pemulihan dimulai dengan kembali ke praktik dasar yang dulu pernah dilakukan.
Di mana
Di antara Betel dan Ai — tempat mazbah pertama Abraham di Kanaan
Pemulihan ibadah Abraham · memanggil nama TUHAN di tempat yang sama dengan pertama kalinya
Kapan
Sekitar 1876 SM
Pemulihan spiritual Abraham setelah kembali dari Mesir
Yang berbicara
Musa (penulis)
Narator yang mencatat momen pemulihan spiritual: Abraham kembali ke mazbah pertamanya dan memanggil nama TUHAN — ibadah yang melanjutkan apa yang terputus oleh episode Mesir
Kepada
Israel di padang gurun
Umat yang merasakan relief: setelah kebohongan dan kelemahan di Mesir, Abraham kembali ke ibadah yang benar
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
בָּרִאשֹׁנָה
barishonah · untuk pertama kalinya
Pada awalnya, pertama kali — ba (pada); rishonah (pertama, awal; feminin dari rishon; dari rosh = kepala, awal); penekanan bahwa ini mazbah pertama yang Abraham dirikan di Kanaan (di 12:7 di Sikhem); 13:4 mengingatkan bahwa mazbah ini sudah ada sebelum Mesir — Abraham kembali ke apa yang sudah ada.
וַיִּקְרָא שָׁם אַבְרָם בְּשֵׁם יְהוָה
vayyiqra' sham Avram beshem YHWH · memanggil nama TUHAN
Dan Abraham memanggil di sana dalam nama TUHAN — vayyiqra' (dan dia memanggil); sham (di sana); Avram (Abraham, subjek); beshem (dalam nama, dengan penekanan); YHWH (nama Allah Israel); formula ibadah yang identik dengan 12:8 — ini bukan kebetulan tapi kesengajaan naratif: Abraham kembali ke praktik ibadah yang sama.
שָׁם
sham · Di sana
Di sana — kata petunjuk tempat yang sederhana; sham menghubungkan tindakan 'memanggil nama TUHAN' dengan lokasi spesifik: di antara Betel dan Ai, di tempat mazbah yang sudah ada; ibadah Abraham tidak mobile secara random tapi terikat pada tempat-tempat spesifik yang bersejarah baginya.
El-maqom hamizbeakh asher asah sham barishonah vayyiqra' sham Avram beshem YHWH (Ke tempat mazbah yang dia buat di sana pada awalnya, dan Abraham memanggil di sana nama TUHAN). Kembali ke mazbah pertama. Memanggil nama yang sama. Bukan perjalanan ke depan tapi ke belakang — ke akar yang benar. Pemulihan sering terasa seperti mundur sebelum bisa maju ke tempat yang lebih baik.
Tahukah kamu
'Memanggil nama TUHAN' — formula ibadah tertua dalam Alkitab
Formula 'memanggil nama TUHAN' (qara' beshem YHWH) pertama kali muncul di Kejadian 4:26 — di zaman Enos cucu Adam. Abraham memakai formula yang sama di 12:8 dan 13:4. Ishak juga memakai formula ini di 26:25. Abraham tidak menciptakan cara baru beribadah — dia bergabung dengan tradisi ibadah yang sudah ada sejak hampir awal peradaban manusia. Ada kesinambungan penyembahan kepada Allah dari Enos → Abraham → Ishak → dan seterusnya, di tengah dunia yang menyembah banyak dewa. Garis tipis tapi tidak putus.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kejadian 13:4
Kejadian 12:8
formula identik dengan 13:4 — Abraham di 12:8 mendirikan mazbah dan memanggil nama TUHAN; di 13:4 dia kembali ke mazbah itu dan memanggil nama yang sama; siklus yang ditutup dengan ibadah
“Di sana, dia mendirikan mazbah bagi TUHAN dan memanggil nama TUHAN.”
Kejadian 4:26
'memanggil nama TUHAN' di 13:4 adalah formula yang pertama kali muncul di 4:26 — Abraham meneruskan tradisi ibadah yang dimulai sejak zaman cucu Adam
“Set juga mendapat seorang anak laki-laki dan menamai anaknya itu Enos. Pada waktu itu, orang mulai memanggil nama TUHAN.”
Yoel 2:32
formula 'memanggil nama TUHAN' yang Abraham lakukan di 13:4 menjadi dasar dari janji keselamatan yang dikutip Petrus di Kisah Para Rasul 2:21 dan Paulus di Roma 10:13
“Barangsiapa yang memanggil nama TUHAN, akan diselamatkan...”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kejadian 13:4
✕ Sering dikira
"Abraham mendirikan mazbah baru di Betel saat kembali dari Mesir."
✓ Yang sebenarnya
Teks secara eksplisit menyebut ini adalah mazbah 'pertama kali' yang sudah ada (barishonah) — ini mazbah yang sama yang didirikan di 12:8. Abraham kembali ke mazbah yang sudah ada, bukan mendirikan yang baru. Ini memperkuat tema 'kembali ke asal.'
✕ Sering dikira
"'Memanggil nama TUHAN' berarti Abraham membuat pengakuan dosa formal atas apa yang terjadi di Mesir."
✓ Yang sebenarnya
Teks tidak mencatat pengakuan dosa atau konfesi yang spesifik. 'Memanggil nama TUHAN' adalah formula ibadah umum — berdoa, memuja, memanggil. Apakah di dalamnya ada pengakuan dosa tidak bisa diketahui dari teks. Teks hanya mencatat bahwa Abraham kembali ke ibadah.
Renungan
Renungan Singkat Kejadian 13:4
Dalam rutinitas harian, jadikan momen untuk berdoa dan menyembah Tuhan sebagai prioritas. Berhentilah sejenak dan serukan nama-Nya, sekalipun sibuk.
Tuhan, mampukan aku untuk selalu memanggil nama-Mu dalam setiap keadaan, sebagai ungkapan penyembahanku. Amin.