Darah yang Dibawa ke Kemah
Imamat 6:30
Hukum tentang Korban Penghapus Dosa
“Akan tetapi, persembahan penghapus dosa, yang darahnya dibawa masuk ke tenda pertemuan untuk mengadakan pendamaian di tempat kudus, tidak boleh dimakan, melainkan harus dibakar dengan api.’””Imamat 6:30 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Tetapi setiap korban penghapus dosa, yang dari darahnya dibawa sebagian ke dalam Kemah Pertemuan untuk mengadakan pendamaian di dalam tempat kudus, janganlah dimakan, melainkan dibakar habis dengan api." Imamat 7.1–7 28”Imamat 6:30 · TB
Terjemahan Baru
“Binatang untuk upacara pengampunan dosa yang diambil sebagian darahnya untuk dibawa ke Ruang Suci, harus dibakar habis dan tak boleh dimakan.”Imamat 6:30 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Setiap daging kurban penghapus dosa yang darahnya dibawa ke dalam ruang kudus di kemah-Ku untuk memulihkan hubungan umat dengan-Ku tidak boleh dimakan, tetapi harus dibakar habis.””Imamat 6:30 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And no sin offering, whereof any of the blood is brought into the tabernacle of the congregation to reconcile withal in the holy place, shall be eaten: it shall be burnt in the fire.”Imamat 6:30 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Imamat 6:30?
Jika darah korban dibawa ke dalam Kemah Pertemuan untuk pendamaian, maka korban itu tidak boleh dimakan, melainkan dibakar habis. Ini menunjukkan bahwa korban untuk pendamaian di hadapan Allah harus diserahkan sepenuhnya.
Latar belakang
Korban Khusus Dibakar Habis
Ayat ini menutup bagian tentang korban penghapus dosa dengan aturan: jika darah korban dibawa ke dalam tenda pertemuan untuk pendamaian di tempat kudus, maka dagingnya tidak boleh dimakan, melainkan harus dibakar habis dengan api. Ini berlaku untuk korban yang dipersembahkan bagi imam atau jemaat.
Di mana
Gunung Sinai
Di padang gurun Sinai, di luar kemah pertemuan
Kapan
~1440 SM
Perjalanan di padang gurun
Yang berbicara
TUHAN
Allah Israel, memberi hukum melalui Musa di gunung Sinai.
Kepada
Musa
Pemimpin Israel, perantara antara Allah dan umat.
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
דָּם
dam · darah
darah, sering melambangkan kehidupan dan digunakan untuk pendamaian.
כָּפַר
kafar · pendamaian
menutupi, mengadakan pendamaian, menghapus dosa.
שָׂרַף
saraf · dibakar
dibakar habis dengan api, melambangkan pemusnahan total.
Kombinasi darah yang dibawa ke tempat kudus dan pembakaran daging menunjukkan bahwa korban ini sangat kudus dan tidak boleh dimakan. Ini menekankan keseriusan dosa dan kebutuhan akan pendamaian yang total.
Tahukah kamu
Korban untuk imam tidak dimakan
Biasanya imam makan korban penghapus dosa, tetapi jika itu untuk imam sendiri atau jemaat, darahnya dibawa ke dalam, sehingga dagingnya tidak boleh dimakan. Ini menunjukkan kekudusan ekstra dan mencegah imam memakan korban yang menguntungkan dirinya sendiri.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Imamat 6:30
Imamat 4:12
Korban jemaat dibakar
“yaitu lembu jantan itu dibawanya ke luar perkemahan, dan dibakarnya habis sebagaimana ia membakar lembu jantan yang pertama; itulah korban penghapus dosa bagi jemaah.”
Imamat 16:27
Pendamaian di tempat kudus
“Dan lembu jantan dan kambing jantan korban penghapus dosa, yang darahnya telah dibawa masuk untuk mengadakan pendamaian di dalam tempat kudus, harus dibawa ke luar perkemahan, dan kulitnya, dagingnya, dan kotorannya harus dibakar habis dengan api.”
Ibrani 13:11
Digenapi dalam Kristus
“Karena tubuh binatang-binatang yang darahnya dibawa masuk ke tempat kudus oleh Imam Besar sebagai korban penghapus dosa, dibakar di luar perkemahan.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Imamat 6:30
✕ Sering dikira
Semua korban penghapus dosa tidak boleh dimakan.
✓ Yang sebenarnya
Hanya yang darahnya dibawa ke kemah (untuk imam/jemaat) yang tidak boleh dimakan; yang lain boleh.
✕ Sering dikira
Pembakaran daging berarti korban itu sia-sia.
✓ Yang sebenarnya
Membakar habis adalah cara mempersembahkan seluruhnya kepada Allah, menunjukkan keseriusan dosa.
Renungan
Renungan Singkat Imamat 6:30
Ada saatnya kita harus menyerahkan sepenuhnya kepada Tuhan—tidak setengah-setengah. Belajarlah untuk melepaskan hal-hal yang perlu dikorbankan demi ketaatan kepada-Nya.
Tuhan, ajari kami untuk menyerahkan seluruh hidup kami sebagai korban yang berkenan kepada-Mu. Amin.