Imam pengganti Harun meneruskan persembahan harian
Imamat 6:22
Hukum Persembahan dan Kejujuran
“Yang harus melakukannya adalah imam dari antara anak-anak Harun yang telah diurapi untuk menggantikannya. Ini adalah ketetapan yang berlaku selama-lamanya untuk TUHAN, dan itu harus dibakar seluruhnya.”Imamat 6:22 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Dan imam dari antara anak-anaknya yang diurapi sebagai penggantinya, haruslah mengolahnya; itulah suatu ketetapan untuk selamanya. Seluruhnya haruslah dibakar bagi TUHAN.”Imamat 6:22 · TB
Terjemahan Baru
“Untuk selama-lamanya setiap keturunan Harun yang ditahbiskan menjadi Imam Agung harus mempersembahkan kurban itu. Seluruhnya harus dibakar untuk persembahan bagi TUHAN.”Imamat 6:22 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Setiap keturunan Harun yang ditahbiskan untuk menjadi imam harus memberikan persembahan gandum-ganduman seperti ini kepada-Ku. Persembahan itu harus dibakar habis seluruhnya. Peraturan ini berlaku selama-lamanya.”Imamat 6:22 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And the priest of his sons that is anointed in his stead shall offer it: it is a statute for ever unto the LORD; it shall be wholly burnt.”Imamat 6:22 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Imamat 6:22?
Ayat ini menegaskan bahwa persembahan sajian dari imam harus dibakar seluruhnya dan tidak boleh dimakan. Ini menunjukkan bahwa persembahan imam adalah kudus dan khusus bagi Tuhan, tidak boleh dinikmati oleh manusia.
Latar belakang
Kewajiban ini turun ke pengganti Harun
Kewajiban persembahan harian ini tidak berakhir ketika Harun meninggal. Imam dari antara anak-anak Harun yang menggantikannya harus melanjutkan kewajiban yang sama. Ini menetapkan sebuah institusi yang berkelanjutan — bukan hanya aturan untuk satu orang.
Kapan
~1446 SM
Peristiwa Keluaran
Yang berbicara
TUHAN (melalui Musa)
Allah Israel yang memberi instruksi liturgi kepada Musa
Kepada
Harun dan anak-anaknya
Para imam Israel, keturunan Lewi yang diurapi
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
תַּחְתָּיו
takhtav · menggantikannya
Sebagai pengganti atau penerusnya — menekankan kesinambungan jabatan, bukan sekadar tugas pribadi seseorang.
חֹק עוֹלָם
khoq olam · ketetapan yang berlaku selama-lamanya
Peraturan abadi — hukum yang tidak terbatas waktu, berlaku tanpa batas generasi.
כָּלִיל
kalil · dibakar seluruhnya
Sepenuhnya, seluruhnya — persembahan imam dibakar habis, tidak ada yang tersisa untuk dimakan.
Khoq olam (ketetapan abadi) yang berlaku takhtav (bagi penggantinya) menunjukkan bahwa Allah merancang sistem imam sebagai institusi permanen, bukan proyek sementara. Setiap imam besar baru mewarisi kewajiban yang sama persis.
Tahukah kamu
Keberlanjutan jabatan imam dalam sejarah Israel
Jabatan imam besar Israel berlanjut dari Harun melalui anaknya Eleazar, kemudian Pinehas, dan seterusnya hingga Bait Suci dihancurkan pada tahun 70 M. Selama lebih dari 1400 tahun, kewajiban persembahan ini terus dilanjutkan dari generasi ke generasi — persis seperti yang diperintahkan ayat ini.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Imamat 6:22
Bilangan 20:28
Eleazar menggantikan Harun
“Musa menanggalkan pakaian Harun dan mengenakannya pada Eleazar, anaknya, dan Harun meninggal di sana di puncak gunung itu.”
Ibrani 7:23-24
Imam terus berganti, Yesus kekal
“Adapun yang dulu menjadi imam sangat banyak jumlahnya karena oleh kematian mereka tidak dapat tetap menjabat. Tetapi Yesus memegang imamat-Nya untuk selama-lamanya.”
Imamat 16:32
Imam pengganti melanjutkan tugas
“Dan imam yang diurapi dan yang dikuduskan untuk menjadi imam menggantikan ayahnya harus mengadakan pendamaian.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Imamat 6:22
✕ Sering dikira
Kewajiban persembahan ini berhenti setelah Harun meninggal
✓ Yang sebenarnya
Ayat ini dengan jelas menetapkan bahwa imam pengganti harus melanjutkan kewajiban yang sama — ini adalah ketetapan abadi.
✕ Sering dikira
Imam baru boleh memodifikasi prosedur persembahan
✓ Yang sebenarnya
Teks menetapkan prosedur yang harus diikuti persis — tidak ada ruang untuk modifikasi berdasarkan selera atau kreativitas imam baru.
Renungan
Renungan Singkat Imamat 6:22
Terkadang kita perlu mengorbankan hal-hal yang nyaman atau menyenangkan bagi kita demi Tuhan. Ini mengingatkan kita bahwa pengorbanan yang sejati adalah memberi tanpa mengharapkan balasan.
Tuhan, ajar aku untuk mengorbankan keinginanku dan memberikan yang terbaik untuk-Mu, meski itu tidak mudah. Amin.