Memang Benar-Benar Bersalah di Hadapan TUHAN
Imamat 5:19
Dosa yang Tak Disadari, Jalan Pemulihan
“Itulah kurban penebus salah karena dia memang benar-benar bersalah di hadapan TUHAN.””Imamat 5:19 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Itulah korban penebus salah; orang itu sungguh bersalah terhadap TUHAN."”Imamat 5:19 · TB
Terjemahan Baru
“Itulah kurban ganti rugi untuk kesalahan yang dilakukannya terhadap TUHAN.”Imamat 5:19 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Demikianlah aturan untuk menebus kesalahan di hadapan Aku, TUHAN.””Imamat 5:19 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“It is a trespass offering: he hath certainly trespassed against the LORD.”Imamat 5:19 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Imamat 5:19?
Ayat ini menegaskan bahwa kurban penebus salah diberikan karena seseorang benar-benar bersalah di hadapan TUHAN, bahkan jika ia tidak menyadari kesalahannya. Ini menunjukkan bahwa Allah memperhitungkan dosa yang tidak disengaja dan menyediakan jalan pengampunan.
Latar belakang
Penegasan penutup yang kuat
Ayat terakhir pasal 5 adalah penegasan yang tegas: 'Itulah kurban penebus salah karena dia memang benar-benar bersalah di hadapan TUHAN.' Frasa 'asham asham' dalam Ibrani adalah bentuk penguatan — terjemahan harfiahnya adalah 'bersalah, sungguh bersalah'. Ini bukan hanya format kalimat penutup — ini adalah deklarasi teologis bahwa dosa tidak sengaja pun membawa kondisi bersalah yang nyata di hadapan Allah yang kudus.
Di mana
Padang Gurun Sinai
Di Tenda Pertemuan · penutup tegas pasal 5
Kapan
~1446 SM
Peristiwa Keluaran
Yang berbicara
TUHAN (melalui Musa)
Allah Israel, berbicara dari Tenda Pertemuan
Kepada
Bangsa Israel
Umat yang baru keluar dari Mesir, belajar hidup kudus
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
אָשֹׁם אָשָׁם
ashom asham · memang benar-benar bersalah
Pengulangan akar kata 'asham' sebagai penekanan — tidak ada keraguan, tidak ada pengecualian: kondisi bersalah adalah nyata
אָשָׁם
asham · kurban penebus salah
Korban yang secara khusus menyelesaikan status bersalah ini — kata yang sama digunakan untuk dosa dan untuk korannya, menunjukkan kesesuaian sempurna
לַיהוָה
LAYHWH · di hadapan TUHAN
Kepada/di hadapan YHWH — ini bukan hanya masalah sosial atau hukum manusia; ini adalah kondisi di hadapan Allah yang maha tahu
Pengulangan 'asham asham' memberi sinyal kuat: kondisi bersalah di hadapan TUHAN adalah realitas yang tidak bisa diminimalisir. Tapi yang indah adalah bahwa hukum ini hadir bukan untuk mengutuk tapi untuk menyediakan jalan keluar yang pasti.
Tahukah kamu
Asham asham: penekanan ganda yang jarang diperhatikan
Bahasa Ibrani sering menggunakan pengulangan kata untuk penekanan kuat, seperti 'kadosh kadosh kadosh' (kudus kudus kudus) di Yesaya 6. 'Asham asham' di sini adalah salah satu contoh — terjemahan Indonesia sering tidak menangkap nuansa ini dengan menyederhanakan jadi 'memang bersalah'.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Imamat 5:19
Roma 1:18-20
tidak ada alasan untuk tidak tahu
“Sebab murka Allah nyata dari sorga atas segala kefasikan dan kelaliman manusia, yang menindas kebenaran dengan kelaliman... mereka tidak dapat berdalih.”
Yesaya 53:10
Yesus sebagai asham sempurna
“Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai kurban penebus salah (asham), ia akan melihat keturunannya.”
1 Petrus 1:19
korban sempurna tanpa cacat
“...melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Imamat 5:19
✕ Sering dikira
"Ayat penutup ini hanya ringkasan yang tidak penting"
✓ Yang sebenarnya
Deklarasi 'asham asham' adalah penegasan teologis yang kuat — bukan formalitas, tapi pernyataan prinsip tentang kekudusan Tuhan yang tidak berkompromi
✕ Sering dikira
"Kurban penebus salah ini untuk dosa sengaja"
✓ Yang sebenarnya
Seluruh konteks ayat 17-19 jelas tentang 'tidak mengetahuinya' — asham di sini secara khusus untuk pelanggaran tidak sengaja terhadap perintah Tuhan
Renungan
Renungan Singkat Imamat 5:19
Kita mungkin sering melakukan kesalahan tanpa menyadarinya, tetapi Tuhan tetap melihat dan peduli. Mari kita belajar untuk peka terhadap dosa-dosa tersembunyi dalam hidup kita dan segera meminta pengampunan, bukan menunggu sampai disadari atau diketahui orang lain.
Tuhan, ampuni aku atas dosa-dosa yang kusadari maupun yang tidak kusadari, dan bimbinglah aku untuk hidup kudus di hadapan-Mu. Amin.