Tujuh kali percikan untuk jemaat
Imamat 4:17
Korban Penghapus Dosa
“dan imam itu harus mencelupkan jarinya ke dalam darah dan memercikkannya tujuh kali di hadapan TUHAN, di depan tirai.”Imamat 4:17 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Imam harus mencelupkan jarinya ke dalam darah itu dan memercikkannya tujuh kali di hadapan TUHAN, di depan tabir.”Imamat 4:17 · TB
Terjemahan Baru
“Di situ ia harus mencelupkan jarinya ke dalam darah itu lalu memercikkannya tujuh kali di depan tirai yang memisahkan Ruang Suci.”Imamat 4:17 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Haruslah dia mencelupkan salah satu jarinya ke dalam darah itu dan memercikkannya tujuh kali ke arah tirai yang memisahkan ruang kudus dan ruang mahakudus.”Imamat 4:17 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And the priest shall dip his finger in some of the blood, and sprinkle it seven times before the LORD, even before the vail.”Imamat 4:17 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Imamat 4:17?
Imam mencelupkan jarinya ke dalam darah dan memercikkannya tujuh kali di hadapan Tuhan di depan tirai. Angka tujuh melambangkan kesempurnaan, menunjukkan bahwa penghapusan dosa dilakukan secara menyeluruh.
Latar belakang
Percikan yang sama, pendamaian yang sama
Ritual percikan tujuh kali di depan tirai ini identik dengan yang dilakukan untuk dosa imam (ayat 6). Ini menegaskan prinsip penting: Allah menyediakan jalan pendamaian yang sama bagi semua — baik imam maupun umat biasa. Tidak ada yang mendapat perlakuan istimewa atau pengurangan dalam hal pendamaian dosa.
Di mana
Padang Gurun Sinai
Di dalam Kemah Pertemuan · di depan tirai kudus
Kapan
~1445 SM
Peristiwa Keluaran
Yang berbicara
TUHAN (melalui Musa)
Allah Israel yang berbicara di Kemah Pertemuan
Kepada
Imam yang Diurapi
Imam besar Israel yang bertanggung jawab atas umat
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
וְטָבַל הַכֹּהֵן אֶת אֶצְבָּעוֹ
vetaval hakohen et etsba'o · mencelupkan jarinya
Imam mencelupkan jarinya — tindakan yang sangat personal dan langsung, menggunakan bagian tubuh sendiri.
וְהִזָּה
vehizzah · memercikkannya
Memercikkan — gerakan cepat dengan jari yang menyebabkan tetesan darah beterbangan ke arah tertentu.
לִפְנֵי יְהוָה
lifnei YHWH · di hadapan TUHAN
Di depan, di hadirat TUHAN — menegaskan bahwa tindakan ini disaksikan langsung oleh Allah, bukan sekadar ritual manusia.
Imam mencelupkan jarinya dan memercikkan 'lifnei YHWH' — di hadapan TUHAN sendiri. Pendamaian ini bukan transaksi rahasia antara manusia — ini terjadi tepat di hadapan Allah yang menyaksikan dan menerima.
Tahukah kamu
Tirai sebagai batas yang bisa ditembus
Tirai (parokhet) memisahkan ruang kudus dari ruang maha kudus. Fakta bahwa percikan darah dilakukan tepat di depan tirai — bukan di kejauhan — menunjukkan bahwa pendamaian membawa manusia sedekat mungkin ke hadirat Allah tanpa melanggar batasnya.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Imamat 4:17
Imamat 4:6
prosedur identik
“...imam itu harus mencelupkan jarinya ke dalam darah itu dan memercikkannya tujuh kali di hadapan TUHAN di depan tirai...”
Imamat 16:15-16
percikan untuk pendamaian umat
“Kemudian dia harus menyembelih kambing untuk kurban penghapus dosa milik rakyat... dan ia harus melakukan hal yang sama seperti yang telah dilakukannya terhadap darah anak lembu.”
Ibrani 10:22
percikan yang memurnikan
“...hendaklah kita menghampiri Allah dengan hati yang tulus ikhlas... hati kita telah diperciki dari hati nurani yang jahat...”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Imamat 4:17
✕ Sering dikira
Percikan ini dilakukan ke arah orang-orang yang berdosa
✓ Yang sebenarnya
Percikan dilakukan ke arah tirai, bukan ke arah jemaat — ini adalah tindakan di hadapan Allah, bukan sekadar ritual pemurnian pada manusia.
✕ Sering dikira
Imam bisa memercik sesukanya asalkan tujuh kali
✓ Yang sebenarnya
Percikan dilakukan secara spesifik 'di hadapan TUHAN di depan tirai' — ada arah dan lokasi yang tepat yang harus diikuti.
Renungan
Renungan Singkat Imamat 4:17
Tuhan tidak setengah-setengah dalam mengampuni. Ketika kita bertobat, pengampunan-Nya sempurna. Mari kita juga belajar mengampuni orang lain secara penuh, tanpa menyimpan sisa-sisa dendam.
Tuhan, terima kasih untuk pengampunan-Mu yang sempurna. Tolong kami untuk mengampuni orang lain sepenuhnya seperti Engkau mengampuni kami. Amin.