Asap membubung dari mazbah — bau harum bagi TUHAN
Imamat 3:5
Kurban Perdamaian: Perjamuan antara Manusia dan Allah
“Kemudian, anak-anak Harun harus membakarnya di mazbah, di atas persembahan bakaran, di atas kayu yang terbakar. Itulah suatu persembahan dengan api, bau harum yang menyenangkan bagi TUHAN.”Imamat 3:5 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Anak-anak Harun harus membakarnya di atas mezbah, yakni di atas korban bakaran yang sedang dibakar di atas api, sebagai korban api-apian yang baunya menyenangkan bagi TUHAN.”Imamat 3:5 · TB
Terjemahan Baru
“Semuanya itu bersama-sama dengan kurban bakaran lainnya, harus dibakar di atas mezbah. Bau kurban makanan itu menyenangkan hati TUHAN.”Imamat 3:5 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Kemudian imam akan membakar bagian-bagian tersebut di atas daging persembahan lain yang sedang dibakar habis di atas mezbah. Bau harum asap persembahan itu akan menyenangkan Aku.”Imamat 3:5 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And Aaron’s sons shall burn it on the altar upon the burnt sacrifice, which is upon the wood that is on the fire: it is an offering made by fire, of a sweet savour unto the LORD.”Imamat 3:5 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Imamat 3:5?
Anak-anak Harun, yaitu para imam, membakar persembahan di atas mezbah, di atas korban bakaran, di atas kayu yang menyala. Ini menghasilkan bau harum yang menyenangkan bagi TUHAN. Persembahan ini adalah cara untuk mendekatkan diri kepada Tuhan dan membangun hubungan yang harmonis.
Latar belakang
Pembakaran di atas persembahan bakaran
Lemak dari kurban pendamaian tidak dibakar di mazbah yang terpisah — ia diletakkan di atas persembahan bakaran yang sudah menyala. Ini bermakna: kurban pendamaian tidak berdiri sendiri tapi 'menempel' pada persembahan bakaran. Pendamaian selalu datang melalui penyerahan total terlebih dahulu.
Di mana
Mazbah Kemah Pertemuan, Sinai
Di mazbah batu · asap lemak membubung ke langit gurun
Kapan
~1446 SM
Peristiwa Keluaran
Yang berbicara
Allah (melalui Musa)
Pemberi hukum Taurat, berbicara di Sinai
Kepada
Bangsa Israel
Umat yang baru keluar dari Mesir, ~1446 SM
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
וְהִקְטִיר
wehiqtir · membakarnya
Membakar sebagai persembahan kepada Allah — berbeda dari sekadar membakar biasa, ini tindakan ritual kudus.
רֵיחַ נִיחוֹחַ
reyach nichoach · bau harum
Harfiah: aroma yang menenangkan atau menyejukkan — ungkapan bahwa Allah berkenan dengan persembahan.
אִשֶּׁה
isheh · persembahan dengan api
Persembahan melalui api; akar katanya mungkin berasal dari esh (api) — sepenuhnya diberikan melalui pembakaran.
Wehiqtir (dibakar ritual) menghasilkan reyach nichoach (aroma yang berkenan) sebagai isheh (persembahan api) — tiga kata yang bersama menggambarkan proses dan hasilnya: tindakan yang menghasilkan penerimaan ilahi.
Tahukah kamu
Bau harum bagi Allah — ungkapan anthropomorfis
Frasa 'bau harum yang menyenangkan bagi TUHAN' (reyach nichoach) muncul lebih dari 40 kali dalam Pentateukh. Ini bukan berarti Allah punya hidung biologis, melainkan ungkapan puitis bahwa persembahan yang tulus diterima dan menyenangkan hati-Nya.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Imamat 3:5
Kejadian 8:21
bau harum pertama kali
“Ketika TUHAN mencium bau yang harum itu, Ia berfirman dalam hati-Nya...”
2 Korintus 2:15
Kristus bau harum
“Sebab bagi Allah kami adalah bau yang harum dari Kristus di tengah-tengah mereka yang diselamatkan dan di antara mereka yang binasa.”
Efesus 5:2
pengorbanan Kristus harum
“...dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus juga telah mengasihi kita dan menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan kurban kepada Allah yang harum.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Imamat 3:5
✕ Sering dikira
"Kurban pendamaian dibakar di mazbah yang berbeda"
✓ Yang sebenarnya
Lemak kurban pendamaian dibakar di atas persembahan bakaran yang sudah ada di mazbah yang sama — bukan di altar terpisah.
✕ Sering dikira
"'Bau harum bagi TUHAN' adalah ungkapan primitif"
✓ Yang sebenarnya
Ini adalah ungkapan teologis kiasan yang kaya makna — Allah berkenan dengan persembahan yang tulus, bukan deskripsi literal bau fisik.
Renungan
Renungan Singkat Imamat 3:5
Setiap kali kita beribadah atau melayani, kita bisa menjadi 'bau harum' bagi Allah dan sesama. Artinya, sikap dan tindakan kita bisa memberikan dampak positif dan menyenangkan. Kita bisa bertanya: apakah kehadiranku membawa damai atau pertengkaran?
Kiranya hidupku menjadi persembahan yang harum bagi-Mu, ya Tuhan. Pakailah aku untuk membawa damai dan kasih ke sekelilingku. Amin.