Tangan diletakkan, darah dipercikkan ke mazbah
Imamat 3:2
Kurban Perdamaian: Perjamuan antara Manusia dan Allah
“Dia harus meletakkan tangannya di atas kepala persembahan itu dan menyembelihnya di pintu tenda pertemuan. Kemudian, anak-anak Harun, yaitu para imam, harus memercikkan darah hewan itu di sekeliling mazbah.”Imamat 3:2 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Lalu ia harus meletakkan tangannya di atas kepala persembahannya itu, dan menyembelihnya di depan pintu Kemah Imamat 3.3–8 8 Pertemuan, lalu anak-anak Harun, imam-imam itu haruslah menyiramkan darahnya pada mezbah sekelilingnya.”Imamat 3:2 · TB
Terjemahan Baru
“Orang yang mempersembahkannya harus meletakkan tangannya di atas kepala binatang itu lalu menyembelihnya di depan pintu Kemah TUHAN. Imam-imam keturunan Harun harus menyiramkan darah sapi itu pada keempat sisi mezbah.”Imamat 3:2 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Bawalah persembahan itu ke depan mezbah-Ku dan letakkan tanganmu di atas kepala hewan itu sebelum menyembelihnya. Lalu imam yang bertugas akan menampung darah kurban itu dengan wadah dan menyiramkannya pada keempat sisi mezbah.”Imamat 3:2 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And he shall lay his hand upon the head of his offering, and kill it at the door of the tabernacle of the congregation: and Aaron’s sons the priests shall sprinkle the blood upon the altar round about.”Imamat 3:2 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Imamat 3:2?
Orang yang membawa persembahan harus meletakkan tangannya di atas kepala hewan tersebut sebelum disembelih. Ini adalah simbol identifikasi dan pemindahan dosa. Darah kemudian dipercikkan di sekeliling mezbah oleh para imam, menandakan penebusan dan pemurnian. Ini menunjukkan bahwa pendekatan kepada Tuhan harus dengan pengakuan dosa dan penyerahan diri.
Latar belakang
Gestur tangan — bukan sekadar formalitas
Meletakkan tangan di atas kepala hewan bukan sekadar prosedur. Ini adalah gestur identifikasi: si pemberi menyatakan bahwa hewan ini mewakili dirinya di hadapan Allah. Lalu imam memercikkan darah mengelilingi mazbah — tanda bahwa nyawa hewan itu diserahkan kepada Allah, bukan ke arah altar saja tapi di sekelilingnya, menyeluruh.
Di mana
Pintu Kemah Pertemuan, Sinai
Ambang pintu kemah suci · ritual pagi hari yang khidmat
Kapan
~1446 SM
Peristiwa Keluaran
Yang berbicara
Allah (melalui Musa)
Pemberi hukum Taurat, berbicara di Sinai
Kepada
Bangsa Israel
Umat yang baru keluar dari Mesir, ~1446 SM
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
וְסָמַךְ
wesamakh · meletakkan tangannya
Menyandarkan, mengidentifikasikan diri — tindakan ritual penyerahan diri melalui hewan kurban.
וְשָׁחַט
weshahat · menyembelihnya
Menyembelih dengan pisau tajam secara ritual — bukan sekadar membunuh tapi tindakan sakral.
וְזָרְקוּ
wezarqu · memercikkan darah
Melempar atau memercikkan darah ke sisi-sisi mazbah — tindakan imam yang menyucikan persembahan.
Tiga tindakan berurutan — menyerahkan diri (wesamakh), menyembelih (weshahat), dan memercikkan (wezarqu) — membentuk satu ritual yang utuh: dari identifikasi pemberi, kematian hewan, hingga pengudusan darah di mazbah.
Tahukah kamu
Makna 'memercikkan darah sekeliling mazbah'
Dalam tradisi Timur Tengah kuno, mengelilingi sesuatu dengan darah adalah tanda pengudusan dan perlindungan. Memercikkan ke sekeliling mazbah (bukan hanya di satu titik) menandakan bahwa persembahan itu lengkap dan diterima sepenuhnya.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Imamat 3:2
Imamat 1:4
ritual tangan di kepala
“Dia harus meletakkan tangannya di atas kepala persembahan bakaran itu dan hal itu akan diterima baginya sebagai pendamaian untuknya.”
Ibrani 9:22
darah dan pengampunan
“Dan hampir segala sesuatu, menurut hukum Taurat, disucikan dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan.”
Roma 6:10
satu kali selamanya
“Sebab kematian-Nya adalah kematian terhadap dosa, satu kali dan untuk selama-lamanya, dan kehidupan-Nya adalah kehidupan bagi Allah.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Imamat 3:2
✕ Sering dikira
"Meletakkan tangan berarti memberkati hewan"
✓ Yang sebenarnya
Gestur ini berarti identifikasi — si pemberi 'memindahkan' representasi dirinya ke hewan itu, bukan memberkati hewannya.
✕ Sering dikira
"Darah dipercikkan ke dalam api mazbah"
✓ Yang sebenarnya
Darah dipercikkan di sekeliling mazbah (bukan ke dalam api) — di dinding-dinding batu mazbah yang mengelilinginya.
Renungan
Renungan Singkat Imamat 3:2
Meletakkan tangan bisa diartikan sebagai menyerahkan beban dan dosa kita kepada Tuhan. Sebelum beribadah atau berdoa, kita bisa mengakui dosa dan memohon pengampunan, agar hati kita bersih dan layak di hadapan-Nya. Cobalah luangkan waktu untuk introspeksi hari ini.
Ya Bapa, aku datang dengan rendah hati, menyerahkan segala dosa dan kekuranganku kepada-Mu. Ampunilah aku dan ubahlah hatiku, Amin.