Aturan Hukum Penghujatan

Imamat 24:15

Hukum tentang Penghujatan dan Pembalasan

Katakanlah kepada umat Israel: ‘Siapa pun yang menghujat Allah, dia harus menanggung dosanya.

Imamat 24:15 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Imamat 24:15?

Siapa pun yang menghujat Allah harus menanggung dosanya sendiri. Ini berarti bahwa hukuman atas dosa tidak dapat dipikulkan kepada orang lain; setiap orang bertanggung jawab di hadapan Tuhan.

Latar belakang

Hukum Umum tentang Penghujatan

Tuhan memberikan hukum permanen kepada umat Israel: siapa pun yang menghujat Allah harus menanggung dosanya. Ini menjadi prinsip dasar yang berlaku bagi semua orang.

Di mana

Gunung Sinai

Di hadapan Musa di Kemah Pertemuan

Kapan

~1440 SM

Perjalanan di padang gurun

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Instruksi eksekusi
Penerapan hukum
Kamu di sini
T

Yang berbicara

TUHAN

Allah Israel, pemberi hukum

M

Kepada

Musa

Nabi dan pemimpin Israel

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

קָלַל

qalal · menghujat

mengutuk atau merendahkan

אֱלֹהִים

Elohim · Allah

sebutan untuk Allah

נָשָׂא

nasa · menanggung

memikul atau membawa

Kata 'qalal' berarti 'menganggap ringan' atau 'mengutuk', menunjukkan bahwa menghujat adalah serius karena merendahkan Allah. 'Nasa' berarti memikul beban, jadi menanggung dosa berarti memikul konsekuensi.

Tahukah kamu

Istilah 'menanggung dosa'

Dalam bahasa Ibrani, 'menanggung dosa' berarti bertanggung jawab atas kesalahan, yang sering kali berakibat pada hukuman.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Imamat 24:15

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Imamat 24:15

✕  Sering dikira

Hukuman ini hanya untuk orang Israel

✓  Yang sebenarnya

Ayat 16 menyatakan bahwa orang asing juga dihukum, menunjukkan universalitas hukum.

✕  Sering dikira

Menghujat berarti hanya mengucapkan kata-kata kotor

✓  Yang sebenarnya

Dalam Alkitab, menghujat mencakup mengutuk atau merendahkan nama Allah.

Renungan

Renungan Singkat Imamat 24:15

Kita tidak bisa menyalahkan orang lain atas dosa kita sendiri. Penting untuk mengakui kesalahan kita dan meminta pengampunan Tuhan, serta menghindari perkataan yang merendahkan Tuhan.

Ya Tuhan, ampuni aku jika aku telah menghujat Engkau dan bantu aku untuk hidup dalam pertobatan. Amin.