Saksi Palsu dan Hukuman Mati
1 Raja-raja 21:10
Kebun Anggur Nabot
“Dudukkanlah dua orang keturunan orang dursila di hadapannya dan mereka harus bersaksi terhadap dia dengan berkata, ‘Kamu telah mengutuki Allah dan raja.’ Bawalah dia keluar dan lemparilah dengan batu sampai mati.””1 Raja-raja 21:10 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Suruh jugalah dua orang dursila duduk menghadapinya, dan mereka harus naik saksi terhadap dia, dengan mengatakan: Engkau telah mengutuk Allah dan raja. Sesudah itu bawalah dia ke luar dan lemparilah dia dengan batu sampai mati."”1 Raja-raja 21:10 · TB
Terjemahan Baru
“Suruhlah dua orang jahat duduk menghadapnya dan menuduh dia bahwa ia telah mengutuk Allah dan raja. Lalu bawalah dia ke luar kota, dan lemparilah dia dengan batu sampai mati!"”1 Raja-raja 21:10 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Bayarlah dua orang berandalan untuk duduk di depannya. Kemudian di tengah acara itu, mereka harus menuduh Nabot dengan berkata, ‘Dia tadi menghina Allah dan raja!’ Kemudian bawalah Nabot ke luar kota dan lempari dia dengan batu sampai mati.””1 Raja-raja 21:10 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And set two men, sons of Belial, before him, to bear witness against him, saying, Thou didst blaspheme God and the king. And then carry him out, and stone him, that he may die.”1 Raja-raja 21:10 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 1 Raja-raja 21:10?
Izebel mengatur dua orang dursila untuk bersaksi palsu bahwa Nabot telah mengutuk Allah dan raja. Ini adalah fitnah yang keji, memanfaatkan sistem hukum untuk menghukum orang yang tidak bersalah. Akibatnya, Nabot dihukum mati dengan dilempari batu.
Latar belakang
Perintah Izebel untuk Mengadili Nabot
Izebel, istri Ahab, menulis surat atas nama raja kepada tua-tua dan pemuka kota Nabot. Ia memerintahkan mereka untuk mengadakan puasa dan mendudukkan Nabot di depan rakyat, sebagai persiapan untuk tuduhan palsu.
Di mana
Yizreel
Di kota Yizreel, tempat Nabot tinggal
Kapan
~850 SM
Kerajaan Terpecah (Israel Utara)
Yang berbicara
Penulis 1 Raja-raja
Narator sejarah, mencatat peristiwa dalam terang firman TUHAN.
Kepada
Pembaca
Umat Tuhan yang membaca sejarah umat Israel.
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
בְּלִיַּעַל
beliyya'al · dursila
orang yang tidak berguna atau jahat, sering dipakai untuk orang yang melanggar hukum.
עָנָה
'anah · bersaksi
memberikan kesaksian, di sini dipakai untuk tuduhan palsu.
בָּרַךְ
barak · mengutuki
secara harfiah berarti 'memberkati', tetapi dalam konteks ini adalah eufemisme untuk 'mengutuk'.
Kata 'dursila' (beliyya'al) dan 'mengutuki' (barak yang dipelintir) menunjukkan kejahatan yang terselubung dalam istilah agama, mengingatkan kita untuk waspada terhadap manipulasi rohani.
Tahukah kamu
Puasa yang Dikorup
Puasa biasanya adalah tanda pertobatan, tetapi di sini digunakan sebagai setting untuk pengadilan palsu, menunjukkan manipulasi agama untuk kejahatan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 1 Raja-raja 21:10
Keluaran 23:1
Larangan saksi palsu
“Janganlah engkau menyebarkan kabar bohong; janganlah engkau bertindak sebagai saksi yang jahat dengan merugikan sesamamu.”
Mazmur 27:12
Saksi dusta menyerang
“Janganlah menyerahkan aku kepada nafsu lawanku, sebab saksi-saksi dusta bangkit melawan aku, dan orang-orang yang bernafaskan kekerasan.”
1 Raja-raja 21:13
Kesaksian palsu
“Lalu dua orang dursila itu datang dan duduk di hadapan Nabot. Mereka bersaksi melawan dia di depan rakyat, katanya: 'Nabot telah mengutuki Allah dan raja.'”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 1 Raja-raja 21:10
✕ Sering dikira
Puasa di sini adalah tanda kesalehan yang murni.
✓ Yang sebenarnya
Puasa dipakai sebagai alat untuk membuat pengadilan tampak religius, tetapi tujuannya jahat.
✕ Sering dikira
Pengadilan ini sah karena ada saksi dan proses hukum.
✓ Yang sebenarnya
Saksi-saksi itu disuruh, bukan saksi yang benar, dan tuduhan palsu. Ini adalah parodi keadilan.
Renungan
Renungan Singkat 1 Raja-raja 21:10
Saksi palsu dan fitnah adalah dosa serius yang dapat menghancurkan kehidupan orang lain. Dalam hidup sehari-hari, kita harus menjaga perkataan kita dan tidak menyebarkan berita palsu, baik di dunia nyata maupun di media sosial. Kejujuran harus menjadi dasar dalam setiap interaksi kita.
Tuhan, tolong aku untuk selalu berkata benar dan membela keadilan, tidak menjadi alat untuk menjatuhkan orang lain melalui kata-kata dusta. Amin.