Tujuh Hari Kurban Bakaran
Imamat 23:36
Kalender Perayaan Tuhan
“Selama tujuh hari, kamu harus mempersembahkan kurban bakaran kepada TUHAN. Pada hari kedelapan, kamu harus mengadakan pertemuan kudus yang lain dan mempersembahkan kurban bakaran kepada TUHAN. Itu adalah pertemuan raya. Jangan melakukan pekerjaan berat pada hari itu.’””Imamat 23:36 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Tujuh hari lamanya kamu harus mempersembahkan korban api- Imamat 23.37–39 130 apian kepada TUHAN, dan pada hari yang kedelapan kamu harus mengadakan pertemuan kudus dan mempersembahkan korban api- apian kepada TUHAN. Itulah hari raya perkumpulan, janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan berat.”Imamat 23:36 · TB
Terjemahan Baru
“(23:35)”Imamat 23:36 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Selama tujuh hari itu, setiap harinya kalian akan mempersembahkan berbagai kurban di mezbah-Ku. Pada hari kedelapan kalian akan berkumpul lagi untuk beribadah bersama dan mempersembahkan kurban. Janganlah melakukan pekerjaan sehari-hari.””Imamat 23:36 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Seven days ye shall offer an offering made by fire unto the LORD: on the eighth day shall be an holy convocation unto you; and ye shall offer an offering made by fire unto the LORD: it is a solemn assembly; and ye shall do no servile work therein.”Imamat 23:36 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Imamat 23:36?
Ayat ini merangkum semua perayaan yang ditetapkan Tuhan. Ini adalah kalender ibadah yang harus diumumkan sebagai pertemuan kudus, dengan berbagai kurban sesuai ketetapan. Ini menunjukkan bahwa semua aspek kehidupan umat diatur oleh Tuhan.
Latar belakang
Persembahan Harian dan Hari Kedelapan
Selama tujuh hari perayaan, umat harus mempersembahkan kurban bakaran kepada TUHAN. Hari kedelapan juga menjadi pertemuan kudus dengan kurban bakaran, menandai penutupan perayaan dengan ibadah yang khidmat.
Di mana
Gunung Sinai
Di kaki gunung, di tengah perjalanan menuju Kanaan
Kapan
±1440 SM
Perjanjian Lama
Yang berbicara
TUHAN
Allah Israel, pemberi hukum dan pengajar
Kepada
Musa
Pemimpin Israel, perantara antara Allah dan umat
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
עֹלָה
olah · kurban bakaran
kurban yang dibakar seluruhnya di atas altar, melambangkan penyerahan total kepada Allah
שִׁבְעַת יָמִים
shiv'at yamim · tujuh hari
periode tujuh hari, angka yang sering melambangkan kesempurnaan atau kelengkapan
עֲצֶרֶת
atzeret · pertemuan raya
pertemuan khidmat atau perhimpunan yang khusus, menandai akhir perayaan
Olah menunjukkan pengabdian total kepada Tuhan, bukan sekadar ritual. Tujuh hari menunjukkan kelengkapan ibadah, dan 'atzeret' pada hari kedelapan menekankan bahwa perayaan diakhiri dengan fokus pada Tuhan, bukan sekadar aktivitas.
Tahukah kamu
Shemini Atzeret
Hari kedelapan ini disebut 'Shemini Atzeret', yang berarti 'perhimpunan agung' dalam tradisi Yahudi, dan dianggap sebagai hari raya tersendiri yang mengakhiri Sukkot.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Imamat 23:36
Imamat 23:8
Pola tujuh hari
“Selama tujuh hari kamu harus mempersembahkan kurban bakaran kepada TUHAN. Pada hari ketujuh, kamu harus mengadakan pertemuan kudus.”
Bilangan 29:35
Hari kedelapan
“Pada hari yang kedelapan, kamu harus mengadakan pertemuan raya, dan janganlah kamu melakukan pekerjaan berat.”
Nehemia 8:18
Perayaan dirayakan
“Setiap hari ia membacakan kitab Taurat Allah, sejak hari pertama sampai hari terakhir. Mereka merayakan hari raya itu tujuh hari lamanya, dan pada hari yang kedelapan ada pertemuan raya sesuai dengan peraturan.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Imamat 23:36
✕ Sering dikira
Kurban bakaran berarti membakar hewan untuk menenangkan Tuhan yang marah.
✓ Yang sebenarnya
Kurban bakaran adalah simbol penyerahan diri dan ibadah, bukan untuk melunakkan Tuhan, tetapi untuk menyatakan pengabdian umat.
✕ Sering dikira
Hari kedelapan hanya formalitas, tidak penting seperti hari-hari sebelumnya.
✓ Yang sebenarnya
Hari kedelapan adalah pertemuan raya yang khusus, yang menutup perayaan dengan khusyuk, dan diperintahkan untuk tidak bekerja.
Renungan
Renungan Singkat Imamat 23:36
Tuhan peduli pada seluruh ritme hidup kita, tidak hanya hari Minggu. Marilah kita melihat kalender kita sebagai kesempatan untuk merayakan kebaikan-Nya dan menghormati-Nya dalam setiap musim.
Tuhan, terima kasih karena Engkau memberi kami waktu-waktu khusus untuk bertemu dengan-Mu. Tolong aku menghargainya. Amin.