Menuai dengan Hati
Imamat 23:22
Perayaan: Menemukan Irama Kudus
PerikopHari Raya Pentakosta · Imamat 23:15-22 →“Apabila kamu menuai hasil panen dari tanahmu, janganlah menuainya habis sampai ke tepi-tepi ladangmu. Jangan mengambil gandum yang telah jatuh ke tanah. Tinggalkanlah itu untuk orang miskin dan orang asing di negerimu. Akulah TUHAN, Allahmu.’””Imamat 23:22 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Pada waktu kamu menuai hasil tanahmu, janganlah kausabit ladangmu habis-habis sampai ke tepinya dan janganlah kaupungut apa yang ketinggalan dari penuaianmu, semuanya itu harus kautinggalkan bagi orang Imamat 23.23–29 128 miskin dan bagi orang asing; Akulah TUHAN, Allahmu."”Imamat 23:22 · TB
Terjemahan Baru
“Kalau kamu panen, janganlah memotong gandum yang tumbuh di pinggir-pinggir ladangmu dan jangan kembali untuk mengumpulkan gandum yang tersisa sesudah panen. Biarkan itu untuk orang miskin dan orang asing. TUHAN adalah Allahmu.”Imamat 23:22 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
““Waktu memanen ladang, janganlah kalian memotongnya sampai ke pinggir ladang dan jangan kembali untuk mengumpulkan sisa yang terjatuh. Biarkanlah itu untuk dipungut oleh orang miskin dan pendatang yang ada di antara kalian. Aku, TUHAN Allahmu, menegaskan hal-hal ini.””Imamat 23:22 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And when ye reap the harvest of your land, thou shalt not make clean riddance of the corners of thy field when thou reapest, neither shalt thou gather any gleaning of thy harvest: thou shalt leave them unto the poor, and to the stranger: I am the LORD your God.”Imamat 23:22 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Imamat 23:22?
Saat menuai, orang Israel diperintahkan untuk tidak menuai sampai ke tepi ladang dan tidak memungut gandum yang jatuh, melainkan meninggalkannya bagi orang miskin dan orang asing. Ini adalah perintah untuk menunjukkan kepedulian sosial dan kemurahan hati sebagai wujud pengakuan bahwa Allah adalah pemilik segalanya.
Latar belakang
Aturan Menuai untuk Orang Miskin
Setelah menjelaskan hari-hari raya, Tuhan memberi peraturan tentang panen: jangan menuai sampai ke tepi ladang dan jangan memungut gandum yang jatuh. Ini adalah perintah untuk meninggalkan sebagian hasil panen bagi orang miskin dan orang asing.
Di mana
Gunung Sinai
Di kaki gunung, di padang gurun
Kapan
~1440 SM
Perjalanan di padang gurun
Yang berbicara
Tuhan
Allah Israel, pemberi hukum dan pemelihara umat-Nya
Kepada
Umat Israel
Bangsa pilihan Allah, baru keluar dari Mesir
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
קָצַר
qatsar · menuai
memotong atau mengumpulkan hasil panen
עָנִי
ani · miskin
orang yang tertindas atau kurang mampu
גֵּר
ger · orang asing
pendatang atau orang non-Israel yang tinggal di tengah umat
Kata 'ani' dan 'ger' menunjukkan bahwa Tuhan peduli pada kelompok yang rentan secara sosial dan ekonomi. Perintah ini bukan sekadar amal, tetapi cara hidup yang mengakui bahwa tanah itu milik Tuhan dan harus berbagi.
Tahukah kamu
Tepi ladang adalah 'meja' bagi orang miskin
Dalam tradisi Yahudi, bagian tepi ladang ini disebut 'pe'ah', dan aturannya sangat rinci—misalnya, tidak boleh kurang dari 1/60 dari hasil panen.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Imamat 23:22
Ulangan 24:19-21
Perintah serupa untuk orang marginal
“Apabila engkau menuai hasil ladangmu ... janganlah engkau mengambilnya untuk dirimu; biarkanlah itu bagi orang asing, anak yatim, dan janda.”
Rut 2:2-3
Contoh praktik ini
“Rut memungut gandum di ladang Boas, dan ia mendapat kasih karunia.”
Amsal 19:17
Prinsip memberi kepada miskin
“Siapa memberi kepada orang miskin, meminjamkan kepada TUHAN, dan Ia akan membalas perbuatannya.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Imamat 23:22
✕ Sering dikira
Perintah ini hanya untuk petani zaman dahulu, tidak relevan sekarang.
✓ Yang sebenarnya
Prinsipnya tetap relevan: kita dipanggil untuk berbagi dan tidak serakah terhadap sumber daya yang Tuhan percayakan.
✕ Sering dikira
Orang miskin boleh mengambil apa saja, tanpa batas.
✓ Yang sebenarnya
Ada aturan: mereka boleh memungut, tetapi tidak boleh membawa sabit atau alat untuk menuai dalam jumlah besar.
Renungan
Renungan Singkat Imamat 23:22
Kita dipanggil untuk berbagi dengan mereka yang membutuhkan, bukan hanya dari kelimpahan, tetapi juga dari hasil kerja kita. Perhatikan sekeliling kita; mungkin ada orang yang membutuhkan bantuan praktis hari ini.
Ya Tuhan, buka mataku untuk melihat mereka yang berkekurangan, dan berikan hati yang rela berbagi, karena semua yang kumiliki berasal dari Engkau. Amin.