Aturan imam yang najis
Imamat 22:4
Kekudusan dalam Persembahan
“Tidak seorang pun dari keturunan Harun yang sakit kusta atau sedang najis boleh makan persembahkan kudus, sebelum dia menjadi tahir. Jika seseorang menyentuh sesuatu yang najis karena terkena mayat, atau jika dia mengeluarkan mani,”Imamat 22:4 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Seseorang dari keturunan Harun yang sakit kusta atau yang mengeluarkan lelehan, janganlah memakan persembahan-persembahan kudus, sebelum ia menjadi tahir; dan orang yang kena kepada sesuatu yang najis karena orang mati atau orang yang tertumpah maninya”Imamat 22:4 · TB
Terjemahan Baru
“Seorang keturunan Harun yang menderita penyakit kulit yang berbahaya, atau yang sakit kelamin sehingga mengeluarkan lelehan, dilarang makan persembahan suci kalau ia belum dinyatakan bersih. Seorang imam menjadi najis kalau ia menyentuh sesuatu yang najis karena kena mayat. Ia juga najis kalau maninya keluar,”Imamat 22:4 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
““Seorang imam yang menderita penyakit kulit menular, atau penyakit kelamin yang menyebabkan tubuhnya mengeluarkan cairan, tidak boleh memakan makanan yang sudah diperpersembahkan kepada-Ku sebelum dia sembuh dan tidak najis lagi. Imam juga akan menjadi najis jika menyentuh jenazah, atau mengeluarkan air mani,”Imamat 22:4 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“What man soever of the seed of Aaron is a leper, or hath a running issue; he shall not eat of the holy things, until he be clean. And whoso toucheth any thing that is unclean by the dead, or a man whose seed goeth from him;”Imamat 22:4 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Imamat 22:4?
Ayat ini menjelaskan bahwa imam yang sakit kusta atau mengalami keluarnya mani tidak boleh makan persembahan kudus sampai ia tahir. Ini menunjukkan bahwa ritual penyucian diperlukan untuk memulihkan hubungan dengan Tuhan. Kusta sering dianggap sebagai gambaran dosa yang memisahkan manusia dari Allah.
Latar belakang
Larangan makan persembahan kudus dalam keadaan najis
Allah memberikan aturan tambahan kepada imam-imam: mereka tidak boleh makan persembahan kudus jika dalam keadaan najis. Ini termasuk mereka yang menderita kusta atau menyentuh mayat, serta pria yang mengalami keluarnya mani.
Di mana
Gunung Sinai
Kemah Pertemuan, di padang gurun
Kapan
~1445 SM
Perjalanan ke Kanaan
Yang berbicara
TUHAN
Allah Israel, pemberi hukum
Kepada
Musa
Pemimpin Israel, perantara Allah
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
צָרַעַת
tsara'at · kusta
penyakit kulit yang membuat seseorang najis ritual
טָמֵא
tame · najis
tercemar, tidak layak untuk hal kudus
טָהוֹר
tahor · tahir
bersih, layak secara ritual
Ketiga kata ini menggambarkan perbedaan status ritual yang sangat penting: najis menghalangi seseorang mendekat kepada Allah, sedangkan tahir memungkinkan. Ini mengajarkan pentingnya kesucian dalam ibadah.
Tahukah kamu
Kusta dalam Alkitab
Istilah 'kusta' dalam bahasa Ibrani bisa merujuk pada berbagai penyakit kulit, bukan hanya penyakit Hansen modern.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Imamat 22:4
Imamat 15:31
menghindari najis
“Demikianlah kamu harus menjauhkan orang Israel dari kenajisannya, supaya mereka jangan mati karena kenajisan itu.”
Bilangan 19:20
kenajisan fatal
“Tetapi orang yang menjadi najis dan tidak mengadakan pendamaian bagi dirinya, orang itu harus dilenyapkan dari tengah-tengah jemaah.”
Ulangan 24:8
kusta dan najis
“Berhati-hatilah dalam hal penyakit kusta.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Imamat 22:4
✕ Sering dikira
Menganggap kusta di sini hanya penyakit kusta modern.
✓ Yang sebenarnya
Ini mencakup berbagai penyakit kulit, bukan hanya kusta Hansen.
✕ Sering dikira
Mengira keluarnya mani hanya karena hubungan seksual.
✓ Yang sebenarnya
Bisa juga karena mimpi basah atau kondisi lain, dan najisnya sementara.
Renungan
Renungan Singkat Imamat 22:4
Dosa, sekecil apa pun, dapat memisahkan kita dari persekutuan dengan Tuhan. Kita perlu menyadari ketika kita berdosa dan segera datang kepada Tuhan untuk pengampunan dan penyucian.
Tuhan, ampuni dosa-dosaku dan sucikan aku, agar aku dapat menikmati persekutuan dengan-Mu kembali. Amin.