Anggota Tubuh yang Patah
Imamat 21:19
Kekudusan Para Imam
“orang yang kaki atau tangannya patah,”Imamat 21:19 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“orang yang patah kakinya atau tangannya,”Imamat 21:19 · TB
Terjemahan Baru
“yang lumpuh tangannya atau timpang kakinya,”Imamat 21:19 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“kecacatan pada kaki atau tangan,”Imamat 21:19 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Or a man that is brokenfooted, or brokenhanded,”Imamat 21:19 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Imamat 21:19?
Ayat ini mendaftar cacat fisik yang melarang seorang imam mendekat untuk mempersembahkan kurban. Ini menunjukkan bahwa pelayanan di hadapan Allah menuntut kesempurnaan fisik sebagai gambaran kekudusan Allah, namun bukan berarti Allah menolak orang cacat secara rohani.
Latar belakang
Kaki atau tangan yang patah juga menghalangi pelayanan mazbah
Daftar kondisi fisik berlanjut: kaki atau tangan yang patah. Ini menarik karena berbeda dari kondisi bawaan lahir — patah tulang bisa terjadi kapan saja dalam hidup seseorang. Teks tidak menjelaskan apakah ini kondisi permanen atau sementara — tapi logisnya, selama kondisi itu ada, pelayanan di mazbah tidak bisa dilakukan.
Di mana
Gurun Sinai
Di kaki Gunung Sinai · suasana serius di depan Kemah Suci
Kapan
~1445 SM
Peristiwa Keluaran
Yang berbicara
Musa
Nabi dan pemimpin Israel, ~1400 SM
Kepada
Harun (Imam Besar)
Imam Besar pertama Israel, kakak Musa
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
רֶגֶל
regel · kaki
Kaki atau tungkai — dipakai juga secara eufemistis dalam beberapa konteks Alkitab; di sini harafiah sebagai anggota tubuh yang patah.
יָד
yad · tangannya
Tangan atau lengan — juga bisa berarti 'kekuatan' atau 'otoritas' secara kiasan; di sini harafiah sebagai anggota tubuh yang patah.
שְׁבֶר
shever · patah
Dari 'shavar' — patah atau hancur; kata yang sama dipakai untuk 'kehancuran' dalam konteks teologis (seperti kehancuran hati dalam Mazmur 51:17).
Regel (kaki) dan yad (tangan) yang mengalami shever (patah) — dua anggota tubuh yang paling aktif digunakan dalam pelayanan ritual di mazbah. Ketidakmampuan fisik yang nyata ini adalah alasan praktis sekaligus simbolis mengapa kondisi ini menghalangi pelayanan.
Tahukah kamu
Apakah patah tulang berarti permanen dikecualikan?
Para rabi Yahudi kemudian membedakan antara cacat yang permanen (bawaan lahir atau akibat kecelakaan yang tidak bisa sembuh) dan cacat sementara. Imam yang patah tulang akibat kecelakaan bisa kembali melayani setelah sembuh — berbeda dari cacat kongenital yang permanen.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Imamat 21:19
Mazmur 51:17
kata 'patah' dalam konteks rohani
“Korban sembelihan bagi Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.”
Imamat 22:22
persembahan hewan pun tidak boleh cacat/patah
“Hewan yang buta, tulangnya patah, cacat, pincang, terluka, atau berpenyakit kulit, semua itu tidak boleh kamu persembahkan.”
Yohanes 19:36
tubuh Yesus yang tidak patah
“Sebab hal ini terjadi supaya genaplah firman Kitab Suci: Tidak ada tulang-Nya yang akan dipatahkan.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Imamat 21:19
✕ Sering dikira
"Imam yang pernah patah tulang tidak boleh melayani selamanya"
✓ Yang sebenarnya
Tradisi penafsiran Yahudi menunjukkan kondisi sementara seperti patah tulang yang sembuh tidak serta merta mendiskualifikasi secara permanen.
✕ Sering dikira
"Allah menghukum imam yang mengalami kecelakaan"
✓ Yang sebenarnya
Ini bukan hukuman — ini adalah pedoman praktis tentang kapabilitas fisik untuk menjalankan tugas ritual yang spesifik di mazbah.
Renungan
Renungan Singkat Imamat 21:19
Jangan merasa minder atau tidak layak melayani Tuhan karena keterbatasan fisik atau kekurangan lainnya. Allah melihat hati, bukan penampilan luar. Namun, tetaplah berusaha memberikan yang terbaik untuk Tuhan dalam setiap pelayanan.
Tuhan, terima kasih karena Engkau menerima aku apa adanya, dan tolong aku untuk tetap setia melayaniMu dengan segenap hatiku. Amin.