Daftar Cacat yang Menghalangi Pelayanan
Imamat 21:18
Kekudusan Para Imam
“Sebab, orang yang cacat tidak boleh mendekat: orang buta, orang lumpuh, orang yang mempunyai cacat pada wajahnya, orang yang mempunyai anggota tubuh terlalu panjang,”Imamat 21:18 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“karena setiap orang yang bercacat badannya tidak boleh datang mendekat: orang buta, orang timpang, orang yang bercacat mukanya, orang yang terlalu panjang anggotanya,”Imamat 21:18 · TB
Terjemahan Baru
“Orang yang mempersembahkan kurban tak boleh cacat badannya, yaitu orang buta atau lumpuh, orang yang cacat mukanya atau anggota badannya,”Imamat 21:18 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Seorang imam tidak boleh mempunyai satu pun cacat tubuh berikut ini: lumpuh atau pincang, tuna netra, bibir sumbing atau kelainan apapun pada wajah, kelainan pada anggota badan,”Imamat 21:18 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“For whatsoever man he be that hath a blemish, he shall not approach: a blind man, or a lame, or he that hath a flat nose, or any thing superfluous,”Imamat 21:18 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Imamat 21:18?
Ayat ini merinci beberapa cacat fisik yang menghalangi seseorang mendekat untuk mempersembahkan kurban, seperti buta, lumpuh, atau cacat wajah. Aturan ini menekankan bahwa persembahan kepada Allah haruslah yang terbaik dan tanpa cacat.
Latar belakang
Daftar spesifik kondisi fisik yang mendiskualifikasi pelayanan di mazbah
Allah memberikan daftar konkret: buta, lumpuh, wajah yang cacat, anggota tubuh terlalu panjang. Daftar ini sangat praktis — ini bukan teori abstrak tapi panduan yang bisa diterapkan. Imam bertugas melakukan tindakan-tindakan fisik yang sangat spesifik di mazbah; cacat tertentu memang bisa secara praktis menghalangi pelaksanaan tugas itu.
Di mana
Gurun Sinai
Di kaki Gunung Sinai · suasana serius di depan Kemah Suci
Kapan
~1445 SM
Peristiwa Keluaran
Yang berbicara
Musa
Nabi dan pemimpin Israel, ~1400 SM
Kepada
Harun (Imam Besar)
Imam Besar pertama Israel, kakak Musa
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
עִוֵּר
iver · buta
Orang yang tidak bisa melihat — satu dari beberapa kondisi yang dikecualikan; dalam Alkitab, 'buta' sering dipakai secara kiasan untuk ketidakmampuan mengerti, tapi di sini harafiah.
פִּסֵּחַ
pisseach · lumpuh
Orang yang tidak bisa berjalan normal — dari akar yang sama dengan kata 'pesakh' (Paskah); beberapa penafsir melihat ironi bahwa 'pincang' (pesach) terhubung etimologis dengan 'Pesakh' (Paskah).
חָרֻם
charum · wajahnya
Cacat pada wajah atau hidung — kata yang tidak sering muncul dan diperdebatkan artinya; bisa merujuk pada kelainan kongenital pada wajah.
Iver (buta), pisseach (lumpuh), charum (cacat wajah) — semua ini adalah kondisi yang nyata dalam komunitas kuno. Daftar ini menunjukkan Allah berbicara tentang realitas kehidupan manusia, bukan konsep abstrak, saat menetapkan standar pelayanan ritual.
Tahukah kamu
Apa artinya 'cacat pada wajah'?
Teks Ibrani 'chatum' bisa berarti 'cacat pada hidung' atau 'wajah yang tidak proporsional'. Beberapa penafsir Yahudi kuno mengartikannya sebagai hidung yang terlalu kecil atau terlalu besar. Beberapa teks kuno juga mengartikannya sebagai 'sumbing' atau bibir yang tidak terbentuk sempurna.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Imamat 21:18
2 Samuel 5:8
buta dan lumpuh dikecualikan dari tempat tertentu
“Daud berkata pada hari itu: Setiap orang yang hendak memukul orang Yebus, harus melalui saluran air... Dan sesungguhnya orang buta dan lumpuh tidak boleh masuk ke istana.”
Lukas 14:13-14
Yesus mengundang yang dikecualikan
“Tetapi apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang miskin, orang cacat, orang lumpuh dan orang buta.”
Yesaya 35:5-6
pemulihan eskatologis yang akan datang
“Pada waktu itu mata orang-orang buta akan terbuka... dan kaki orang lumpuh akan melompat seperti rusa.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Imamat 21:18
✕ Sering dikira
"Allah membenci orang cacat"
✓ Yang sebenarnya
Allah justru memberi perintah khusus untuk melindungi orang cacat (Imamat 19:14). Aturan ini soal fungsi ritual spesifik, bukan penilaian moral atau nilai seseorang.
✕ Sering dikira
"Semua orang cacat dikecualikan dari hadirat Allah"
✓ Yang sebenarnya
Hanya dari tugas spesifik di mazbah — mereka masih bisa hadir beribadah, makan persembahan kudus, dan hidup sebagai bagian dari komunitas Allah.
Renungan
Renungan Singkat Imamat 21:18
Dalam memberi kepada Tuhan, kita harus memberi yang terbaik, bukan sisa. Evaluasi bagaimana kita beribadah dan memberi—apakah kita sudah memberikan yang terbaik bagi Dia yang telah memberikan segalanya?
Tuhan, mampukan aku untuk memberi yang terbaik dalam ibadah dan pelayananku, sebagai ungkapan syukur atas kebaikan-Mu. Amin.