Larangan menikahi istri saudara kandung
Imamat 20:21
Hukum Kekudusan dan Akibatnya
“Jika seseorang mengambil istri saudaranya, itu adalah suatu aib bagi saudaranya. Mereka tidak akan memiliki anak.”Imamat 20:21 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Bila seorang laki-laki mengambil isteri saudaranya, itu suatu kecemaran, karena ia melanggar hak saudaranya laki-laki, dan mereka akan tidak beranak.”Imamat 20:21 · TB
Terjemahan Baru
“Apabila seorang laki-laki merampas istri saudaranya, ia menghina saudaranya dan melakukan perbuatan yang tidak senonoh. Sampai mati mereka tidak mendapat anak."”Imamat 20:21 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Jika seorang laki-laki mengambil istri saudaranya, itu merupakan perbuatan hina. Dia sudah melecehkan saudaranya. Sampai mati mereka tidak akan mempunyai keturunan.””Imamat 20:21 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And if a man shall take his brother’s wife, it is an unclean thing: he hath uncovered his brother’s nakedness; they shall be childless.”Imamat 20:21 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Imamat 20:21?
Ayat ini melarang seorang laki-laki menikahi istri saudaranya, karena itu dianggap menajiskan saudaranya sendiri. Konsekuensinya adalah mereka tidak akan memiliki anak, yang merupakan aib besar dalam budaya Israel kuno.
Latar belakang
Menikahi istri saudara kandung dalam hukum Israel
Ada ketegangan menarik di sini dengan hukum levirat (Ulangan 25:5) yang justru MEWAJIBKAN seorang laki-laki menikahi janda saudara kandungnya yang mati tanpa anak. Imamat 20:21 melarangnya jika saudara masih hidup; Ulangan 25 mewajibkannya jika saudara sudah mati.
Di mana
Gurun Sinai
Di perkemahan Israel · padang gurun
Kapan
~1440 SM
Peristiwa Keluaran
Yang berbicara
TUHAN
Allah Israel, pemberi Taurat
Kepada
Umat Israel
Bangsa perjanjian yang baru keluar dari Mesir
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
נִדָּה הִיא
nidah hi · aib bagi saudaranya
Nidah biasanya berarti kenajisan haid — di sini dipakai secara metaforis untuk 'kenajisan/aib' dalam konteks pernikahan.
עֲרִירִים יִהְיוּ
ararim yihyu · tidak akan memiliki anak
Mereka akan menjadi tanpa anak — hukuman yang sama seperti ayat 20, tanpa keturunan.
לָקַח אֵשֶׁת אָחִיו
laqach eshet achiv · mengambil istri saudaranya
Mengambil istri saudaranya — tindakan yang melanggar ikatan persaudaraan dan kepercayaan.
Pemakaian 'nidah' (biasanya untuk haid) sebagai metafora aib menunjukkan betapa kuatnya pelanggaran ini dipandang — setara dengan kenajisan ritual terberat.
Tahukah kamu
Yohanes Pembaptis dan Herodes
Ini persis kasus Herodes Antipas yang menikahi Herodias, istri saudara kandungnya (yang masih hidup). Yohanes Pembaptis menegurnya berdasarkan hukum ini (Markus 6:17-18) dan akhirnya kehilangan kepalanya.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Imamat 20:21
Ulangan 25:5-6
hukum levirat yang kontras
“Apabila saudara-saudara tinggal bersama dan salah seorang dari mereka meninggal tanpa meninggalkan anak, janda orang itu tidak boleh menikah dengan orang lain...”
Markus 6:17-18
kasus historis Perjanjian Baru
“Herodes telah menyuruh orang menangkap Yohanes dan membelenggunya di dalam penjara karena Herodias, istri saudaranya Filipus...”
Imamat 18:16
larangan yang sama
“Jangan mengadakan hubungan seksual dengan istri saudaramu...”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Imamat 20:21
✕ Sering dikira
Ini bertentangan dengan hukum levirat di Ulangan
✓ Yang sebenarnya
Keduanya konsisten: Imamat 20:21 melarang jika saudara masih hidup; Ulangan 25 mewajibkan jika saudara sudah mati tanpa keturunan. Konteksnya berbeda.
✕ Sering dikira
Herodes tidak bisa dihukum karena dia bukan orang Israel
✓ Yang sebenarnya
Herodes adalah raja Yahudi yang tunduk pada hukum Taurat — itulah mengapa Yohanes Pembaptis menegurnya.
Renungan
Renungan Singkat Imamat 20:21
Hargai pernikahan dan keintiman orang lain. Jangan merusak hubungan keluarga dengan tindakan yang tidak menghormati batasan yang Allah tetapkan.
Tuhan, berikan aku hati yang murni untuk menghormati pernikahan dan menjaga hubungan keluarga sesuai kehendak-Mu. Amin.