Larangan tegas: tidak seorang pun boleh makan darah
Imamat 17:12
Darah Itu Kudus
“Oleh sebab itu, Aku berkata kepada umat Israel, ‘Tidak seorang pun di antaramu boleh makan darah, pendatang yang ada di antaramu pun tidak boleh.’”Imamat 17:12 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Itulah sebabnya Aku berfirman kepada orang Israel: Seorangpun di antaramu janganlah makan darah. Demikian juga orang asing yang tinggal di tengah-tengahmu tidak boleh makan darah.”Imamat 17:12 · TB
Terjemahan Baru
“Itulah sebabnya bangsa Israel atau orang asing yang menetap di antara mereka dilarang makan darah.”Imamat 17:12 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Itulah sebabnya Aku melarang kamu semua untuk memakan atau pun meminum darah.”Imamat 17:12 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Therefore I said unto the children of Israel, No soul of you shall eat blood, neither shall any stranger that sojourneth among you eat blood.”Imamat 17:12 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Imamat 17:12?
Imamat 17:12 mengulangi larangan makan darah bagi semua orang, termasuk pendatang. Ini menunjukkan bahwa aturan ini bersifat universal dan kekal, menekankan kesucian hidup dan ketaatan yang konsisten.
Latar belakang
Diulang lagi: tidak ada pengecualian
Setelah menjelaskan alasan teologis di ayat 11, TUHAN kini mengulang larangan makan darah dengan formulasi yang lebih kuat: "tidak seorang pun." Pengulangan ini bukan kebetulan — ini adalah teknik sastra Ibrani untuk menegaskan absolutnya larangan tersebut. Pendatang secara eksplisit disebut lagi untuk menutup celah apapun.
Di mana
Padang Gurun Sinai
Di perkemahan Israel · penegasan hukum komunitas
Kapan
~1446 SM
Peristiwa Keluaran
Yang berbicara
TUHAN (melalui Musa)
Allah Israel yang mengulang dan mempertegas larangan
Kepada
Seluruh umat Israel dan pendatang
Semua anggota komunitas Israel tanpa terkecuali
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
כָּל־נֶפֶשׁ
kol-nefesh · tidak seorang pun
Secara harfiah "setiap jiwa" — ungkapan inklusif yang berarti benar-benar semua orang tanpa terkecuali.
תֹאכַל
tochel · makan
Kata kerja untuk memakan; dalam konteks larangan Taurat, ini mencakup segala bentuk konsumsi darah termasuk yang tidak disengaja.
הַגֵּר
hagger · pendatang
Orang asing yang menetap di antara Israel; disebutkan lagi untuk menegaskan tidak ada kelompok yang dikecualikan dari larangan ini.
"Setiap jiwa" (kol-nefesh) adalah ungkapan yang sangat kuat — menggunakan kata nefesh (nyawa) untuk menyebut setiap orang adalah pengingat: karena nyawa ada dalam darah, tidak ada satu nyawa pun yang boleh mengkonsumsinya.
Tahukah kamu
Pengulangan sebagai penekanan dalam sastra Ibrani
Dalam retorika Ibrani kuno, mengulang sebuah perintah dengan kata-kata yang sedikit berbeda (ayat 10 dan 12) bukan tanda redaksi yang kacau — melainkan teknik penekanan yang disebut "chiasmus" atau "paralel antonom". Semakin sering diulang, semakin serius bobot hukumnya.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Imamat 17:12
Imamat 7:26-27
larangan darah universal
“Kamu tidak boleh makan darah apa pun di segala tempat tinggalmu, baik itu darah burung maupun darah ternak. Setiap orang yang makan darah apa pun, orang itu harus dilenyapkan dari bangsanya.”
Kisah Para Rasul 15:29
larangan darah diteruskan
“Kamu harus menjauhkan diri dari makanan yang dipersembahkan kepada berhala, dari darah, dari daging binatang yang dicekik.”
Ulangan 12:16
larangan darah diulang
“Hanya darahnya jangan kamu makan; tumpahkanlah itu ke tanah seperti air.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Imamat 17:12
✕ Sering dikira
"Larangan ini sudah dihapus di Perjanjian Baru"
✓ Yang sebenarnya
Konsili Yerusalem dalam Kisah 15:29 masih mempertahankan larangan darah untuk konteks ibadah; pertanyaan apakah ini masih wajib today masih diperdebatkan dalam tradisi Kristen.
✕ Sering dikira
"Ini hanya larangan darah hewan kurban"
✓ Yang sebenarnya
Larangan ini mencakup semua darah hewan yang dikonsumsi, seperti dipertegas juga dalam Imamat 7:26 yang menyebut "darah burung maupun ternak."
Renungan
Renungan Singkat Imamat 17:12
Ketaatan kepada Tuhan tidak pandang bulu dan harus konsisten. Mari kita jaga hidup kita dari hal-hal yang najis, dan ingat bahwa setiap keputusan kita mencerminkan iman kita.
Tuhan, mampukan aku untuk hidup dalam ketaatan yang konsisten dan menjadi teladan bagi orang lain. Amin.