Larangan Memakan Darah di Manapun
Imamat 7:26
Aturan Persembahan di Kemah
“Di mana pun kamu tinggal, kamu tidak boleh memakan darah, dari unggas ataupun binatang lain.”Imamat 7:26 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Demikian juga janganlah kamu memakan darah apapun di segala tempat kediamanmu, baik darah burung-burung ataupun darah hewan.”Imamat 7:26 · TB
Terjemahan Baru
“Orang Israel, di mana pun ia tinggal, tak boleh makan darah burung atau darah binatang lainnya.”Imamat 7:26 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Di mana pun kalian tinggal, kalian tidak boleh makan darah burung atau binatang meski diolah dalam bentuk apa pun.”Imamat 7:26 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Moreover ye shall eat no manner of blood, whether it be of fowl or of beast, in any of your dwellings.”Imamat 7:26 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Imamat 7:26?
Ayat ini melarang konsumsi darah dari unggas atau binatang apa pun, di mana pun umat Israel tinggal. Darah melambangkan kehidupan, dan larangan ini mengajarkan penghormatan terhadap kehidupan yang adalah milik Allah.
Latar belakang
Larangan darah berlaku universal di mana pun Israel tinggal
Larangan memakan darah tidak terbatas pada konteks ritual — berlaku di mana pun bangsa Israel tinggal. Ini adalah larangan yang bersifat universal bagi Israel, mencakup darah dari unggas maupun binatang darat. Darah adalah simbol nyawa, dan nyawa adalah milik Allah semata.
Di mana
Padang Gurun Sinai
Di perkemahan Israel · larangan yang berlaku di mana saja
Kapan
~1400 SM
Peristiwa Keluaran
Yang berbicara
Musa
Nabi dan penulis Taurat, ~1400 SM
Kepada
Bangsa Israel
Umat perjanjian TUHAN di padang gurun
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
דָּם
dam · darah
Darah — dalam teologi Ibrani, darah adalah nyawa itu sendiri (Imamat 17:11: 'karena nyawa makhluk ada di dalam darahnya'). Memakan darah berarti mengambil nyawa yang hanya milik Allah.
בְּכֹל מוֹשְׁבֹתֵיכֶם
be-khol moshvoteikhem · di mana pun kamu tinggal
Di semua tempat tinggalmu — frasa yang menekankan bahwa larangan ini tidak terbatas pada tanah Kanaan atau area kemah suci, tapi berlaku di semua tempat.
עוֹף
of · unggas
Burung atau unggas — kategori yang lebih luas dari sekadar burung, mencakup semua makhluk bersayap yang tahir.
Larangan darah yang universal mengajarkan bahwa nyawa adalah pemberian Allah yang tidak boleh dikonsumsi manusia — setiap kali menyembelih hewan, manusia harus mengakui bahwa nyawa itu milik Penciptanya.
Tahukah kamu
Larangan darah sudah ada sejak perjanjian Nuh
Larangan memakan darah pertama kali muncul dalam Kejadian 9:4 setelah air bah: 'Hanya daging yang masih bernyawa, yakni yang masih ada darahnya, janganlah kamu makan.' Ini adalah salah satu larangan tertua yang berlaku bahkan sebelum hukum Musa — dan di Imamat ditegaskan kembali dengan konsekuensi yang jelas.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Imamat 7:26
Imamat 17:11
darah = nyawa
“Karena nyawa makhluk ada di dalam darahnya dan Aku telah memberikannya kepadamu di atas mazbah untuk mengadakan pendamaian bagi dirimu sendiri, sebab darahlah yang mengadakan pendamaian karena nyawa yang ada di dalamnya.”
Kejadian 9:4
larangan darah pertama
“Hanya daging yang masih bernyawa, yakni yang masih ada darahnya, janganlah kamu makan.”
Kisah Para Rasul 15:29
larangan darah berlanjut
“...agar kamu menjauhkan diri dari makanan yang dipersembahkan kepada berhala, dari darah, dari daging binatang yang mati dicekik...”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Imamat 7:26
✕ Sering dikira
Larangan darah hanya berlaku di wilayah Kemah Suci
✓ Yang sebenarnya
Teks secara eksplisit menyatakan 'di mana pun kamu tinggal' — ini larangan yang berlaku di semua tempat tanpa kecuali.
✕ Sering dikira
Larangan ini sudah tidak berlaku di PB
✓ Yang sebenarnya
Sidang Yerusalem (Kisah 15) masih mempertahankan larangan darah untuk orang percaya non-Yahudi — ini salah satu aturan Imamat yang eksplisit dipertahankan dalam PB.
Renungan
Renungan Singkat Imamat 7:26
Menghargai kehidupan berarti menghargai sumber kehidupan itu sendiri. Kita bisa mulai dengan bersyukur atas setiap makanan dan hidup yang kita miliki, serta menjaga kesehatan tubuh sebagai anugerah Tuhan.
Tuhan, terima kasih atas karunia kehidupan. Tolong aku untuk selalu menghormati-Mu dalam setiap aspek hidupku, termasuk dalam hal makan dan minum. Amin.