Ludah orang najis membuat orang lain najis
Imamat 15:8
Kenajisan dari Tubuh
“Jika dia meludahi seseorang yang tahir, orang yang diludahi itu harus mencuci pakaiannya dan mandi dengan air. Dia menjadi najis sampai matahari terbenam.”Imamat 15:8 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Apabila orang yang demikian meludahi orang yang tahir, haruslah orang ini mencuci pakaiannya, membasuh tubuhnya dengan air dan ia menjadi najis sampai matahari terbenam.”Imamat 15:8 · TB
Terjemahan Baru
“(15:5)”Imamat 15:8 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Apabila orang yang mengeluarkan cairan itu meludah kepada seseorang yang tidak najis, maka orang yang kena ludahnya harus mencuci pakaiannya dan mandi, dan dia menjadi najis sampai matahari terbenam.”Imamat 15:8 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And if he that hath the issue spit upon him that is clean; then he shall wash his clothes, and bathe himself in water, and be unclean until the even.”Imamat 15:8 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Imamat 15:8?
Imamat 15:8 menyatakan bahwa jika orang yang mengandung cairan najis meludahi orang lain, orang yang diludahi menjadi najis dan harus mencuci pakaian serta mandi. Ini menunjukkan bahwa percikan cairan tubuh dapat menularkan kenajisan, sehingga memerlukan pembersihan.
Latar belakang
Kenajisan melalui ludah
Bahkan ludah bisa memindahkan kenajisan ritual. Ayat ini secara khusus menyebut tindakan meludahi orang yang tahir — mungkin terjadi saat berbicara atau sebagai tindakan penghinaan. Apapun konteksnya, orang yang terkena ludah harus menjalani prosedur pemurnian yang sama.
Di mana
Perkemahan Israel, padang gurun Sinai
Di antara tenda-tenda Israel · interaksi sosial
Kapan
~1446 SM
Peristiwa Keluaran
Yang berbicara
Allah (TUHAN)
Allah Israel yang berbicara melalui hukum Musa
Kepada
Bangsa Israel
Umat perjanjian Allah di padang gurun Sinai
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
יָרַק
yarak · meludahi
Tindakan meludah secara aktif — cairan dari mulut yang mengandung substansi tubuh si 'zav'.
בַּטָּהוֹר
batahor · tahir
Orang yang dalam kondisi tahir (bersih ritual) — yang menjadi target ludah dalam ayat ini.
יִטְמָא
yitma · diludahi
Menjadi najis secara otomatis — tidak ada pilihan, kontak ludah langsung mengubah status ritual.
Ludah sebagai pembawa kenajisan mencerminkan pemahaman bahwa semua sekresi tubuh orang yang sakit berpotensi memindahkan kondisi ritualnya ke orang lain.
Tahukah kamu
Meludah dalam budaya Timur Dekat kuno
Di beberapa budaya Timur Dekat, meludah bisa bermakna penghinaan (seperti dalam Bilangan 12:14) atau ritual tertentu. Hukum ini dengan jelas menempatkan ludah sebagai pembawa kenajisan ritual, apapun konteks sosialnya.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Imamat 15:8
Bilangan 12:14
meludah sebagai tindakan
“TUHAN berfirman kepada Musa, "Seandainya ayahnya meludah di mukanya, tidakkah dia akan menanggung malu selama tujuh hari?"”
Yesaya 50:6
diludahi sebagai penghinaan
“Aku memberikan punggungku kepada mereka yang memukul dan pipiku kepada mereka yang mencabut janggutku. Aku tidak menyembunyikan mukaku dari penghinaan dan ludah.”
Matius 26:67
meludahi sebagai penghinaan
“Kemudian mereka meludah ke wajah-Nya dan memukul-Nya dengan kepalan tangan.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Imamat 15:8
✕ Sering dikira
Orang yang terkena ludah harus diisolasi lama
✓ Yang sebenarnya
Prosedur pemulihannya singkat dan sama seperti kontak lainnya: cuci pakaian, mandi, tunggu sampai senja.
✕ Sering dikira
Hukum ini hanya berlaku saat ada maksud jahat
✓ Yang sebenarnya
Kenajisan ritual tidak bergantung pada niat — kontak fisik dengan substansi si 'zav' sudah cukup.
Renungan
Renungan Singkat Imamat 15:8
Perkataan atau ucapan kita bisa menjadi 'ludahan' yang menajiskan orang lain. Marilah kita berhati-hati dalam berkata-kata agar tidak menyakiti atau mencemari sesama, dan jika kita telah melakukan kesalahan, cepatlah meminta maaf dan memulihkan hubungan.
Tuhan, kendalikan lidahku agar hanya mengeluarkan kata-kata yang membangun dan tidak menajiskan orang lain. Amin.