Hubungan seksual dan kenajisan bersama
Imamat 15:18
Kenajisan dari Tubuh
“Jika seorang laki-laki melakukan hubungan seksual dengan seorang perempuan, dan cairannya keluar, keduanya harus mandi dengan air dan mereka menjadi najis sampai matahari terbenam.”Imamat 15:18 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Juga seorang perempuan, kalau seorang laki-laki tidur dengan dia dengan ada tumpahan mani, maka keduanya harus membasuh tubuhnya dengan air dan mereka menjadi najis sampai matahari terbenam.”Imamat 15:18 · TB
Terjemahan Baru
“Sesudah bersetubuh, baik laki-laki maupun wanita harus mandi, tetapi mereka tetap najis sampai matahari terbenam.”Imamat 15:18 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Setiap laki-laki dan perempuan harus mandi sesudah bersetubuh. Dengan adanya air mani yang keluar, mereka menjadi najis sampai matahari terbenam.”Imamat 15:18 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“The woman also with whom man shall lie with seed of copulation, they shall both bathe themselves in water, and be unclean until the even.”Imamat 15:18 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Imamat 15:18?
Jika seorang laki-laki bersetubuh dengan perempuan dan keluar air mani, keduanya najis dan harus mandi dengan air, menjadi najis sampai matahari terbenam. Ini mengajarkan bahwa hubungan seksual dalam konteks pernikahan pun membawa kenajisan ritual, yang menunjukkan bahwa manusia membutuhkan penyucian terus-menerus.
Latar belakang
Kenajisan yang dibagi bersama
Hubungan seksual antara suami istri menyebabkan keduanya menjadi najis sampai matahari terbenam. Ini bukan penilaian tentang pernikahan atau seksualitas — hubungan ini halal dan dibenarkan. Tapi ada momen di mana pasangan yang baru berhubungan tidak bisa langsung pergi ke Kemah Suci. Kenajisan ritual dan kehidupan normal berjalan berdampingan.
Di mana
Perkemahan Israel, padang gurun Sinai
Dalam kehidupan rumah tangga Israel · privat
Kapan
~1446 SM
Peristiwa Keluaran
Yang berbicara
Allah (TUHAN)
Allah Israel yang berbicara melalui hukum Musa
Kepada
Bangsa Israel
Umat perjanjian Allah di padang gurun Sinai
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
וְטָמְאוּ
vetam'u · keduanya
Bentuk jamak dari 'tame' — keduanya menjadi najis, bukan hanya satu pihak.
יִשְׁכַּב
yishkav · hubungan seksual
Harfiah 'berbaring bersama' — eufemisme standar Ibrani untuk hubungan seksual.
וְרָחֲצוּ
verachazu · mandi
Keduanya harus mandi — pemurnian yang simetris, tidak ada pihak yang lebih bertanggung jawab.
Kata 'keduanya' (bentuk jamak) menunjukkan tanggung jawab yang setara — laki-laki dan perempuan sama-sama harus mandi, tidak ada pihak yang dianggap 'lebih najis'.
Tahukah kamu
Bukan larangan tapi pengaturan waktu
Tidak ada larangan aktivitas seksual dalam pernikahan di sini — yang diatur adalah kapan seseorang boleh masuk ke area suci setelahnya. Para rabbi memahami ini sebagai pengingat bahwa bahkan momen intim pun memiliki hubungan dengan kekudusan dan waktu ibadah.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Imamat 15:18
1 Samuel 21:5
pantang seksual sebelum ibadah
“Daud menjawab imam itu, "Perempuan memang sudah kami jauhi selama tiga hari terakhir ini. Badan para pemuda itu suci."”
Keluaran 19:15
pantang seksual sebelum hadirat Allah
“Katakan kepada umat itu: 'Bersiaplah untuk hari ketiga dan jangan mendekati perempuan.'”
1 Korintus 7:5
seksualitas dan waktu doa
“Janganlah kamu saling menahan diri, kecuali dengan persetujuan bersama untuk sementara waktu agar kamu dapat memberikan diri untuk berdoa.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Imamat 15:18
✕ Sering dikira
Hubungan seksual dalam pernikahan adalah dosa atau najis secara moral
✓ Yang sebenarnya
Ini kenajisan ritual sementara, bukan penilaian moral. Hubungan pernikahan tetap dibenarkan dan diberkati.
✕ Sering dikira
Hanya perempuan yang perlu mandi setelahnya
✓ Yang sebenarnya
Ayat ini eksplisit: 'keduanya' harus mandi — tanggung jawab yang sepenuhnya setara.
Renungan
Renungan Singkat Imamat 15:18
Hubungan suami istri adalah anugerah Tuhan, tetapi kita tetap perlu menjaga kekudusan. Mari bersyukur untuk karunia ini dan memandangnya sebagai cara untuk saling mengasihi, bukan hanya kepuasan diri.
Tuhan, berkatilah hubungan pernikahan agar selalu kudus dan saling membangun. Amin.