Minyak Dicurahkan di Kepala
Imamat 14:18
Hukum Penahiran Kusta
PerikopHukum untuk Mereka yang Berpenyakit Kulit · Imamat 14:1-32 →“Sisa minyak yang ada di tangan imam harus dicurahkan pada kepala orang yang akan ditahirkan. Kemudian, imam harus mengadakan pendamaian bagi orang itu di hadapan TUHAN.”Imamat 14:18 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Dan apa yang tinggal dari minyak itu haruslah dibubuhnya pada kepala orang yang akan ditahirkan. Dengan demikian imam mengadakan pendamaian bagi orang itu di hadapan TUHAN. Imamat 14.19–22 73”Imamat 14:18 · TB
Terjemahan Baru
“Minyak selebihnya harus dituangkan ke atas kepala orang itu. Dengan demikian imam mengadakan upacara penyucian bagi orang itu di hadapan TUHAN.”Imamat 14:18 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Minyak yang tersisa di telapak tangan imam akan dioleskan ke atas kepala orang itu. Dengan demikian imam memulihkan hubungan orang itu dengan-Ku.”Imamat 14:18 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And the remnant of the oil that is in the priest’s hand he shall pour upon the head of him that is to be cleansed: and the priest shall make an atonement for him before the LORD.”Imamat 14:18 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Imamat 14:18?
Sisa minyak dicurahkan ke kepala orang yang ditahirkan, dan imam mengadakan pendamaian bagi orang itu di hadapan Tuhan. Ini melambangkan pencurahan berkat dan pengurapan penuh, menandakan bahwa orang itu dipulihkan sepenuhnya dan diterima kembali dalam komunitas ibadah.
Latar belakang
Pendamaian dan Pengudusan Penuh
Sisa minyak yang ada di tangan imam dicurahkan ke atas kepala orang yang ditahirkan. Tindakan ini melambangkan pencurahan berkat dan pengudusan secara menyeluruh, dan imam kemudian mengadakan pendamaian di hadapan TUHAN untuk orang itu.
Di mana
Gunung Sinai
Di pintu masuk tenda pertemuan, tempat ibadah umat Israel
Kapan
~1445 SM
Perjalanan ke Kanaan
Yang berbicara
Musa
Pemimpin Israel, penerima hukum Taurat
Kepada
Orang Israel
Umat pilihan Allah yang sedang dalam perjalanan ke Kanaan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
יָצַק
yatsaq · mencurahkan
Menuangkan atau mencurahkan secara penuh
רֹאשׁ
rosh · kepala
Kepala, pusat otoritas dan pemikiran
כָּפַר
kaphar · pendamaian
Menutup dosa, memulihkan hubungan
Kata 'yatsaq' berarti mencurahkan secara penuh, menandakan ketuntasan berkat. 'Rosh' sebagai kepada mewakili seluruh pribadi, dan 'kaphar' adalah dasar pendamaian. Ketiganya menunjukkan bahwa pengudusan Allah tidak setengah-setengah dan memulihkan hubungan yang rusak.
Tahukah kamu
Minyak di Kepala
Dalam budaya Timur Tengah kuno, mencurahkan minyak di kepala adalah tanda kehormatan dan pengurapan. Orang yang diurapi dianggap dipisahkan untuk tugas khusus, seperti raja atau imam.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Imamat 14:18
Mazmur 133:2
Minyak di kepala
“Seperti minyak yang baik di atas kepala, yang meleleh ke janggut, ke janggut Harun, yang meleleh ke leher baju jubahnya.”
1 Yohanes 2:27
Pengurapan Roh
“Tetapi kamu telah menerima pengurapan dari Yang Kudus, dan demikianlah kamu mengenal segala sesuatu.”
Ibrani 9:14
Penyucian hati nurani
“Betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita daripada perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita boleh melayani Allah yang hidup.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Imamat 14:18
✕ Sering dikira
Berpikir bahwa pencurahan minyak adalah tindakan yang memiliki kekuatan magis.
✓ Yang sebenarnya
Itu adalah simbol dari anugerah Allah, bukan tindakan yang bisa dimanipulasi untuk mendapatkan keselamatan.
✕ Sering dikira
Menganggap ritual ini hanya untuk orang Israel kuno, tidak relevan bagi kita.
✓ Yang sebenarnya
Ritual ini menunjuk pada Kristus yang membersihkan kita dan mengurapi kita dengan Roh Kudus, sehingga kita dapat hidup kudus.
Renungan
Renungan Singkat Imamat 14:18
Ketika kita menerima pemulihan dari Tuhan, kita patut bersyukur dan hidup sebagai orang yang telah dikuduskan, membawa kemuliaan bagi-Nya.
Bapa, curahkan berkat-Mu dan pulihkan aku sepenuhnya, agar hidupku memuliakan-Mu. Amin.