Harun Membela Keputusan Putranya
Imamat 10:19
Api yang Salah
“Lalu Harun berkata kepada Musa, “Lihat, hari ini mereka telah mempersembahkan kurban penghapus dosa dan kurban bakaran mereka di hadapan TUHAN dan setelah peristiwa yang terjadi padaku ini, apakah baik di mata TUHAN jika aku memakan daging kurban penghapus dosa hari ini?””Imamat 10:19 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Lalu berkatalah Harun kepada Musa: "Memang benar, pada hari ini Imamat 10.20–11.5 50 mereka telah mempersembahkan korban penghapus dosa dan korban bakaran mereka ke hadapan TUHAN, tetapi hal-hal seperti tadilah yang kualami. Jikalau pada hari ini aku memakan juga korban penghapus dosa, mungkinkah hal itu disetujui oleh TUHAN?"”Imamat 10:19 · TB
Terjemahan Baru
“Jawab Harun, "Memang hari ini umat Israel sudah mempersembahkan kurban pengampunan dosa dan kurban bakaran kepada TUHAN. Walaupun begitu, bencana ini telah menimpa saya. Sekiranya hari ini saya makan juga kurban pengampunan dosa itu, apakah TUHAN akan senang?"”Imamat 10:19 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Jawab Harun kepada Musa, “Hari ini umat Israel mempersembahkan di hadapan TUHAN kurban penghapus dosa dan kurban yang dibakar habis. Namun, bencana besar telah menimpaku. Apakah TUHAN akan berkenan seandainya hari ini aku memakan daging dari kurban penghapus dosa itu?””Imamat 10:19 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And Aaron said unto Moses, Behold, this day have they offered their sin offering and their burnt offering before the LORD; and such things have befallen me: and if I had eaten the sin offering to day, should it have been accepted in the sight of the LORD?”Imamat 10:19 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Imamat 10:19?
Setelah tragedi Nadab dan Abihu, Harun menjelaskan kepada Musa mengapa dia dan anak-anaknya tidak memakan kurban penghapus dosa. Dia beralasan bahwa karena mereka baru saja mengalami musibah besar, memakan kurban yang seharusnya dibawa ke tempat kudus mungkin tidak menyenangkan hati TUHAN pada hari itu.
Latar belakang
Apa yang terjadi?
Harun menjawab dengan tenang dan bermartabat: hari itu mereka memang telah mempersembahkan kurban penghapus dosa dan kurban bakaran di hadapan TUHAN — dan setelah 'peristiwa yang terjadi padaku', apakah akan baik di mata TUHAN jika ia memakan daging kurban penghapus dosa dalam kondisi berduka seperti itu? Harun membuat argumen bahwa kondisi batinnya yang sedang dalam duka tidak cocok untuk memakan bagian yang paling kudus.
Di mana
Kemah Pertemuan, Sinai
Di sekitar Kemah Pertemuan · suasana penegangan yang segera akan reda
Kapan
~1446 SM
Peristiwa Keluaran
Yang berbicara
Harun
Imam besar Israel, ayah yang baru berduka, ~1400 SM
Kepada
Musa
Nabi dan pemimpin Israel, kakak Harun
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
כָּאֵלֶּה קְרָאֻנִי
ka'eleh qera'uni · peristiwa yang terjadi padaku
Hal-hal seperti ini telah menimpaku — Harun tidak menyebut eksplisit kematian putranya tapi menggunakannya secara eufemistik; menunjukkan betapa beratnya itu diucapkan langsung.
הֲיִיטַב
hayitav · baik
Pertanyaan retoris 'apakah baik?' — Harun tidak menolak perintah Musa tapi mempertanyakan apakah secara ritual dan teologis memakan makanan sakral dalam kondisi duka berat itu sesuai.
בְּעֵינֵי יְהוָה
be-einei YHWH · di mata TUHAN
Di pandangan TUHAN, di hadapan Allah — Harun memindahkan standar penilaian dari Musa ke Allah sendiri; yang penting bukan apa yang Musa pikir, tapi apa yang baik bagi TUHAN.
Harun dengan bijak memindahkan fokus debat dari 'apakah kamu melanggar aturan Musa' ke 'apakah ini baik di mata TUHAN'. Itulah argumen yang tidak bisa dibantah Musa — dan memang terbukti ia tidak membantahnya.
Tahukah kamu
Orang yang sedang berkabung dan makanan kudus
Ada preseden dalam hukum Ibrani bahwa seseorang yang sedang dalam status berkabung (onen — sebelum penguburan selesai) tidak boleh memakan makanan kudus (lihat Ulangan 26:14). Harun mungkin mengacu pada prinsip ini — statusnya sebagai onen setelah kematian dua putranya menghalanginya memakan makanan yang paling kudus.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Imamat 10:19
Ulangan 26:14
berkabung dan makanan kudus
“Aku tidak makan dari padanya sewaktu dalam keadaan berkabung...”
Hosea 9:4
najisnya makanan saat berkabung
“...makanan mereka akan seperti roti berkabung; semua orang yang memakannya akan menjadi najis...”
Ratapan 3:33
Allah memahami duka manusia
“Sebab Ia tidak dengan sengaja menindas dan menyusahkan anak-anak manusia.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Imamat 10:19
✕ Sering dikira
"Harun mencari alasan untuk menghindari kewajiban"
✓ Yang sebenarnya
Harun memberikan argumen teologis yang valid berdasarkan prinsip kekudusan yang sudah ada — bahwa kondisi ritual seseorang mempengaruhi kemampuannya berpartisipasi dalam ritual sakral.
✕ Sering dikira
"Harun menyalahkan kematian putranya atas kesalahan ritual"
✓ Yang sebenarnya
Harun tidak menyalahkan siapa pun; ia menjelaskan kondisinya sebagai onen (yang berkabung) yang membuatnya tidak layak memakan makanan yang paling kudus.
Renungan
Renungan Singkat Imamat 10:19
Saat berduka, kita mungkin merasa tidak pantas untuk menjalankan rutinitas rohani. Namun, penting untuk jujur pada diri sendiri dan pemimpin rohani tentang pergumulan kita, karena Tuhan lebih menghargai hati yang tulus daripada formalitas.
Tuhan, ajari aku untuk selalu tulus di hadapan-Mu dan dalam hubunganku dengan sesama, terutama saat aku menghadapi masa sulit. Amin.