Imam memuntir kepala burung di mazbah
Imamat 1:15
Panduan Persembahan Bakaran
“Imam harus membawa kurban itu ke mazbah dan memuntir kepala burung itu, lalu membakarnya di atas mazbah, dan darahnya harus dikucurkan di sisi mazbah.”Imamat 1:15 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Imam harus membawanya ke mezbah, lalu memulas kepalanya dan membakarnya di atas mezbah. Darahnya harus ditekan ke luar pada dinding mezbah. Imamat 1.16–2.2 4”Imamat 1:15 · TB
Terjemahan Baru
“Imam harus membawa burung itu ke mezbah, lalu memuntir lehernya dan membakar kepalanya di atas mezbah. Darah burung itu harus dipencet keluar pada samping mezbah.”Imamat 1:15 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Imam yang bertugas akan membawa burung itu ke mezbah, memelintir lehernya sampai terkoyak, dan membakarnya di atas mezbah itu. Darah burung itu haruslah dibiarkan mengalir sampai habis pada sisi mezbah.”Imamat 1:15 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And the priest shall bring it unto the altar, and wring off his head, and burn it on the altar; and the blood thereof shall be wrung out at the side of the altar:”Imamat 1:15 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Imamat 1:15?
Imam harus membawa burung itu ke mezbah, memuntir kepalanya, membakarnya, dan mengalirkan darahnya di sisi mezbah. Ini adalah cara khusus untuk mempersembahkan korban bakaran dari burung, menekankan penyerahan total kepada Allah.
Latar belakang
Imam yang melakukan penyembelihan — bukan si pemberi
Berbeda dari persembahan hewan besar di mana si pemberi yang menyembelih, untuk burung imamnya langsung yang bertindak. Caranya juga berbeda: kepala diputar/dipuntir, bukan dipotong dengan pisau. Ini penyesuaian yang realistis — burung terlalu kecil untuk prosedur yang sama dengan sapi.
Di mana
Padang Gurun Sinai
Di mazbah Kemah Pertemuan · imam bekerja dengan cekatan
Kapan
~1445 SM
Peristiwa Keluaran
Yang berbicara
TUHAN (melalui Musa)
Allah Israel yang berbicara langsung kepada Musa
Kepada
Keturunan Israel
Seluruh umat Israel di padang gurun Sinai
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
וּמָלַק
umalak · memuntir
Memutuskan kepala burung dengan kuku tanpa pisau; teknik penyembelihan burung yang khas dan hanya boleh dilakukan imam.
וְנִמְצָה
venimtzah · dikucurkan
Dikucurkan atau diperas; darah burung yang kecil dikucurkan di sisi mazbah — mengikuti prinsip yang sama dengan hewan besar.
הַכֹּהֵן
hakohen · imam
Imam; untuk persembahan burung, imam-lah yang melakukan seluruh tindakan penyembelihan dan persiapan.
Untuk persembahan burung, imam yang mengerjakan semuanya — ini bukan berarti si pemberi 'tidak terlibat', melainkan Allah mengatur prosedur sesuai kapasitas: burung terlalu kecil dan rapuh untuk ditangani oleh orang awam tanpa pelatihan.
Tahukah kamu
Teknik 'memuntir kepala' burung tanpa pisau
Istilah Ibrani מָלַק (malak) merujuk pada teknik memutuskan kepala burung dengan kuku ibu jari tanpa memotongnya. Ini memastikan burung mati dengan cepat sekaligus memungkinkan darah dikucurkan di sisi mazbah — teknik yang hanya dikuasai oleh imam terlatih.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Imamat 1:15
Imamat 5:8
teknik memuntir
“Imam harus membawa burung itu ke mazbah dan memuntir kepala burung itu dari tengkuknya, tetapi tidak sampai terpisah.”
Lukas 2:24
persembahan burung
“...dan untuk mempersembahkan kurban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur.”
Matius 10:29
Allah peduli yang kecil
“Bukankah burung pipit dijual dua ekor satu duit? Namun seekorpun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Imamat 1:15
✕ Sering dikira
"Kepala burung dipotong dengan pisau seperti hewan besar"
✓ Yang sebenarnya
Teknik yang dipakai adalah 'malak' — memutuskan kepala dengan kuku ibu jari tanpa pisau. Ini teknik khusus untuk burung.
✕ Sering dikira
"Darah burung diabaikan karena terlalu sedikit"
✓ Yang sebenarnya
Meskipun kecil, darah burung tetap harus dikucurkan di sisi mazbah — prinsip darah yang mewakili kehidupan tetap berlaku.
Renungan
Renungan Singkat Imamat 1:15
Korban yang sederhana pun harus dipersembahkan dengan serius dan penuh penghormatan. Dalam hidup sehari-hari, kita bisa melakukan hal-hal kecil dengan sungguh-sungguh untuk Tuhan, bukan asal-asalan.
Ya Tuhan, ajarkan kami untuk menghormati-Mu dalam setiap tindakan, sekecil apa pun, Amin.