Tinggalkan fondasi dasar Kristus
Ibrani 6:1
Menuju Kedewasaan Rohani
“Karena itu, mari kita tinggalkan pengajaran dasar tentang Kristus dan melangkah kepada kedewasaan, tidak lagi mengulang-ulang ajaran dasar tentang pertobatan dari perbuatan yang mati dan iman kepada Allah;”Ibrani 6:1 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Sebab itu marilah kita tinggalkan asas-asas pertama dari ajaran tentang Kristus dan beralih kepada perkembangannya yang penuh. Janganlah kita meletakkan lagi dasar pertobatan dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, dan dasar kepercayaan kepada Allah,”Ibrani 6:1 · TB
Terjemahan Baru
“Sebab itu, marilah kita maju ke pelajaran-pelajaran yang lebih lanjut tentang kedewasaan kehidupan Kristen, dan jangan hanya memperhatikan asas-asas pertama ajaran agama kita. Jangan kita mengulangi lagi pelajaran dasar bahwa orang harus berhenti melakukan hal-hal yang tidak berguna dan harus percaya kepada Allah,”Ibrani 6:1 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Jadi, karena kalian memerlukan ajaran-ajaran yang mendewasakanmu secara rohani, saya tidak akan mengulangi lagi ajaran-ajaran dasar tentang Kristus. Marilah kita sekarang meningkatkan pemahaman kepada ajaran yang lebih tinggi. Saya tidak akan mengulangi ajaran-ajaran dasar ini: tentang pertobatan dari segala macam perbuatan yang mematikan orang secara rohani, tentang percaya kepada Allah,”Ibrani 6:1 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Therefore leaving the principles of the doctrine of Christ, let us go on unto perfection; not laying again the foundation of repentance from dead works, and of faith toward God,”Ibrani 6:1 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ibrani 6:1?
Ayat ini mengajak kita untuk tidak terus-menerus berada di tahap dasar iman, seperti pertobatan dan iman kepada Allah, melainkan untuk bertumbuh menuju kedewasaan rohani. Ini adalah panggilan untuk maju dalam pengertian dan praktik iman, bukan sekadar mengulang dasar-dasar.
Latar belakang
Jemaat Terhenti di Fondasi
Jemaat sudah mendengar ajaran dasar Kristus selama bertahun-tahun, tapi belum maju ke pemahaman yang lebih dalam tentang imamat Kristus. Penulis mendorong mereka untuk tumbuh dewasa dalam iman, seperti seseorang yang seharusnya sudah bisa makan makanan padat, bukan hanya susu.
Di mana
Jemaat Kristen Awal
Surat dikirim ke komunitas orang percaya
Kapan
~60-70 M
Masa akhir penulis Ibrani
Yang berbicara
Penulis Ibrani
Seorang pengajar Kristen awal membimbing jemaat matang
Kepada
Jemaat Yahudi Kristen
Umat yang sudah lama mendengar ajaran Kristus tapi belum berkembang
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
στοιχεῖα
stoicheia · elementary
elemen dasar, huruf-huruf abjad; prinsip-prinsip dasar
τελειότητα
teleiotes · maturity
kesempurnaan, kedewasaan penuh
πάλιν
palin · again
lagi, sekali lagi; pengulangan
Penulis mengajak jemaat untuk meninggalkan 'huruf-huruf' dasar iman dan mencapai 'kesempurnaan'—level pemahaman lebih dalam tentang siapa Kristus.
Tahukah kamu
Metafora Pertumbuhan
Penulis Ibrani sering menggunakan analogi fisik sederhana—bayi minum susu, orang dewasa makan makanan padat—untuk menjelaskan kedewasaan rohani kepada pembaca mereka.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Ibrani 6:1
1 Korintus 3:1-2
metafora susu vs makanan padat
“Aku tidak bisa memberi kamu makanan padat karena kamu masih seperti bayi di dalam Kristus”
Efesus 4:13
kedewasaan dalam iman
“Sampai kita semua mencapai kesatuan iman dan pengetahuan Anak Allah yang sempurna”
Filipi 3:12-15
mengejar kedewasaan
“Jangan pikir aku sudah sempurna, tapi aku mengejar tujuan untuk menjadi sempurna”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Ibrani 6:1
✕ Sering dikira
"Penulis mengatakan ajaran tentang Kristus itu buruk"
✓ Yang sebenarnya
Ajaran dasar itu penting tapi tidak cukup—pembaca harus maju ke pemahaman lebih dalam
✕ Sering dikira
"Verse ini hanya untuk orang-orang yang baru masuk Kristen"
✓ Yang sebenarnya
Ditujukan untuk jemaat yang sudah lama tapi masih mandeg di tingkat pemula
Renungan
Renungan Singkat Ibrani 6:1
Apakah kita masih terjebak pada pengulangan dasar iman tanpa mengalami pertumbuhan? Mari kita introspeksi dan berkomitmen untuk belajar lebih dalam serta hidup sesuai firman Tuhan, agar iman kita semakin dewasa.
Tuhan, tolonglah aku untuk bertumbuh dalam kedewasaan rohani, meninggalkan hal-hal yang dasar dan melangkah maju dalam认识-Mu. Amin.