Suara yang mengerikan di gunung
Ibrani 12:19
Kejutan Pengalaman Sinai
“Kamu pun tidak datang kepada suara trompet, dan kepada suara yang perkataannya membuat para pendengarnya memohon dengan sangat supaya perkataan itu tidak diperkatakan lagi kepada mereka.”Ibrani 12:19 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“kepada bunyi sangkakala dan bunyi suara yang membuat mereka yang Ibrani 12.20–25 47 mendengarnya memohon, supaya jangan lagi berbicara kepada mereka,”Ibrani 12:19 · TB
Terjemahan Baru
“mereka menghadapi bunyi trompet, dan bunyi suara yang hebat. Ketika orang-orang Israel mendengar suara itu, mereka meminta dengan sangat supaya suara itu tidak berbicara lagi kepada mereka.”Ibrani 12:19 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Lalu mereka mendengar bunyi terompet surgawi yang nyaring dan suara Allah sendiri. Nenek moyang kita begitu gentar sehingga mereka meminta Musa supaya Allah tidak lagi berbicara secara langsung kepada mereka.”Ibrani 12:19 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And the sound of a trumpet, and the voice of words; which voice they that heard intreated that the word should not be spoken to them any more:”Ibrani 12:19 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ibrani 12:19?
Ayat ini mengingatkan bahwa kita tidak datang kepada Allah melalui gunung Sinai yang menggetarkan, dengan api, kegelapan, dan suara trompet yang menakutkan. Ini menegaskan perbedaan antara perjanjian lama yang penuh hukum dan perjanjian baru yang penuh kasih karunia melalui Yesus.
Latar belakang
Pendengar Berlindung di Ketakutan
Suara yang datang dari Tuhan di Gunung Sinai begitu menakutkan sehingga mereka yang mendengarnya memohon agar tidak ada lagi suara yang diucapkan. Mereka tidak bisa bertahan mendengar perintah yang terus berkumandang dari kehadiran yang sangat menakutkan itu.
Di mana
Gunung Sinai
Adegan dari pengalaman bersejarah Israel kuno
Kapan
~1400 SM (dalam cerita yang dirujuk)
Momen bersejarah pemberian Hukum Taurat
Yang berbicara
Penulis Ibrani
Pengajar yang menggambarkan pengalaman Sinai dengan detail yang mencolok
Kepada
Jemaat Kristen Yahudi
Pengikut Kristus yang memahami dampak emosional dari cerita Sinai
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
φωνή
phonē · voice
suara; suara yang berkumandang dan memiliki otoritas
παραιτέομαι
paraiteomai · begged
memohon; meminta dengan sungguh-sungguh untuk dibebaskan dari sesuatu
ἀκοή
akoē · heard
mendengar; memahami dengan kejelasan penuh apa yang dikatakan
Suara Tuhan di Sinai begitu menakutkan sehingga mereka yang mendengarnya tidak bisa bertahan mendengarnya lebih lama lagi.
Tahukah kamu
Suara yang Memohon Berhenti
Reaksi Israel terhadap suara Tuhan begitu intens sehingga mereka berkompromi dengan cara hidup mereka yang berbahaya—meminta Musa menjadi perantara.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Ibrani 12:19
Keluaran 20:18-19
Permintaan Israel agar Musa menjadi perantara
“Semua rakyat melihat kilat, mendengar bunyi trompet, melihat gunung merokok... berkata kepada Musa, 'Bicaralah engkau kepada kami'”
Deuteronomi 5:24-27
Ketakutan Israel terhadap suara Tuhan
“Suara Tuhan... membuat kami takut mati... dengarkan apa pun yang Tuhan katakan, dan kami akan mendengarkan”
1 Samuel 12:19
Ketakutan akan hukuman karena dosa
“Semua rakyat berkata kepada Samuel, 'Doakanlah untuk kami kepada Tuhan agar kami tidak mati... kita telah menambahkan dosa”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Ibrani 12:19
✕ Sering dikira
Jika Tuhan berbicara kepada saya dengan suara yang nyata, itu akan sangat indah dan menyenangkan
✓ Yang sebenarnya
Pengalaman langsung dengan kehadiran Tuhan yang mulia seringkali menakutkan bagi dosa-dosa kita
✕ Sering dikira
Israel meminta Musa menjadi perantara karena mereka tidak percaya kepada Tuhan
✓ Yang sebenarnya
Mereka percaya, tetapi kehadiran Tuhan yang nyata begitu menakutkan sehingga mereka meminta perantara
Renungan
Renungan Singkat Ibrani 12:19
Kita tidak perlu takut mendekat kepada Allah seolah-olah Dia marah dan menghukum. Justru, kita dapat datang dengan berani karena Yesus telah membuka jalan. Apakah kita masih merasa takut atau canggung saat berdoa? Ingatlah, kita datang kepada Bapa yang mengasihi.
Ya Bapa, terima kasih karena aku tidak perlu takut mendekat kepada-Mu, karena Yesus telah membuka jalan. Amin.