Busur yang Berkhianat
Hosea 7:16
Peringatan bagi Efraim yang Berkhianat
PerikopDosa Israel dalam Agama dan Kenegaraan · Hosea 7:3-16 →“Mereka berbalik, tetapi bukan kepada Yang Mahatinggi. Mereka seperti busur yang berkhianat. Para pemimpin mereka akan jatuh dengan pedang, karena perkataan lidah mereka yang angkuh. Ini akan menjadi cemoohan mereka di tanah Mesir.”Hosea 7:16 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Mereka berbalik kepada Baal, mereka adalah seperti busur tipu; pemuka-pemuka mereka akan tewas oleh pedang karena ucapan mereka yang kasar. Inilah yang akan menjadi olok-olok kepada mereka di tanah Mesir. Hosea 8.1–7 19”Hosea 7:16 · TB
Terjemahan Baru
“Mereka terus saja mengikuti dewa-dewa yang sama sekali tidak mempunyai kuasa apa-apa. Mereka tak dapat diandalkan seperti busur yang kendur. Pemimpin-pemimpin mereka berbicara dengan sombong, sebab itu mereka akan dibunuh oleh pedang, dan ditertawakan oleh orang-orang Mesir."”Hosea 7:16 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“They return, but not to the most High: they are like a deceitful bow: their princes shall fall by the sword for the rage of their tongue: this shall be their derision in the land of Egypt.”Hosea 7:16 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Hosea 7:16?
Orang Israel berbalik bukan kepada Allah, tetapi kepada berhala. Mereka seperti busur yang tidak tepat sasaran, dan pemimpin mereka akan mati karena kesombongan, menjadi cemoohan di Mesir—tempat mereka mencari pertolongan.
Latar belakang
Busur yang Tidak Andal
Allah menggambarkan Israel seperti busur yang tidak menaati pemanahnya, meleset dari sasaran. Mereka berpaling bukan kepada Allah, tetapi kepada kuasa asing, dan akibatnya para pemimpin mereka akan binasa serta menjadi cemoohan di Mesir.
Di mana
Samaria
Kota Samaria, pusat kerajaan utara
Kapan
~735 SM
Periode para nabi (Kerajaan Terpecah)
Yang berbicara
Hosea
Nabi kerajaan utara, ~750 SM, peduli pada kasih setia Allah
Kepada
Israel (Kerajaan Utara)
Bangsa pilihan yang terus berpaling kepada allah lain
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
שׁוּב
shuv · berbalik
berbalik, kembali, berbalik kepada Allah
קֶשֶׁת
qeshet · busur
busur panah, alat perang
רְמִיָּה
remiyah · berkhianat
sesuatu yang menipu, tidak dapat diandalkan, gagal
Ketiga kata ini menunjukkan bahwa pertobatan sejati (shuv) seharusnya diarahkan kepada Allah, tetapi Israel bahkan tidak 'berbalik' ke arah yang benar; mereka seperti busur yang tidak dapat diandalkan (remiyah) untuk tugasnya. Hasilnya adalah kehancuran, bukan keselamatan.
Tahukah kamu
Busur yang Tidak Menarik
Dalam budaya militer kuno, busur yang 'berkhianat' adalah busur yang meleset saat dipakai, menyebabkan panah tidak sampai ke musuh. Ini gambaran kegagalan total Israel dalam memenuhi panggilan Allah.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Hosea 7:16
Mazmur 78:57
Gambaran busur yang tidak setia
“Mereka berbalik dan berkhianat seperti nenek moyang mereka; mereka menyimpang seperti busur yang tidak berguna.”
Yesaya 1:4
Meninggalkan TUHAN
“Celakalah bangsa yang berdosa, bangsa yang sarat dengan kesalahan, keturunan orang-orang jahat, anak-anak yang melakukan kejahatan! Mereka telah meninggalkan TUHAN, menghina Yang Mahakudus Allah Israel, dan berpaling dari pada-Nya.”
Hosea 7:14
Ratapan tanpa pertobatan
“Mereka tidak berseru kepada-Ku dari hati mereka, tetapi mereka meratap di tempat tidurnya.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Hosea 7:16
✕ Sering dikira
Menganggap ayat ini hanya tentang kegagalan politik Israel, tidak relevan secara rohani.
✓ Yang sebenarnya
Ayat ini adalah metafora rohani: umat yang tidak setia kepada Allah akan mengalami akibat dari ketidaksetiaan itu.
✕ Sering dikira
Membaca 'busur yang berkhianat' sebagai alat yang rusak secara fisik, padahal ini tentang ketidaksetiaan Israel kepada perjanjian.
✓ Yang sebenarnya
Busur yang berkhianat adalah metafora tentang ketidaksetiaan dan ketidakandalan Israel dalam hubungan perjanjian dengan Allah.
Renungan
Renungan Singkat Hosea 7:16
Kita mudah menaruh kepercayaan pada hal-hal yang bukan Tuhan, seperti karier, relasi, atau keuangan, yang belum tentu menolong. Jangan sampai kita menjadi 'busur yang meleset'—tujuan kita salah. Mari periksa arah hidup kita dan pastikan kita berbalik kepada Allah, bukan kepada hal-hal yang fana.
Tuhan, luruskanlah hidupku agar aku tidak tersesat kepada hal-hal yang sia-sia, tetapi selalu berbalik kepada-Mu dengan rendah hati. Amin.